Sentani, Jubi – Kepala Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen atau atau Kepsek SD YPK Elim Brab, Nelce Oktavia Sumbari menyampaikan lima (5) poin masukan terkait fasilitas sekolah yang masih kurang kepada anggota dan pimpinan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Jayapura dalam kunjungan kerja atau kunker mereka tentang RPJMD Kabupaten Jayapura Tahun 2024-2029 di Kampung Brab, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada Kamis (4/9/2025).
Nelce Sumbari mengatakan pihaknya sebagai kepala sekolah yang diberikan nota dinas oleh dinas pendidikan Kabupaten Jayapura untuk menjabat sebagai kepala sekolah di SD itu. Ia menyatakan statusnya sebagai kepala sekolah itu bukan diberikan surat keputusan (SK) tetapi hanya diberikan nota dinas sehingga dalam kesempatan kunjungan rombongan ketua DPRK Jayapura di Kampung Berap, ia mengusulkan sebanyak sejumlah lima poin untuk menjadi atensi pihak dewan yang terhormat.
“Saya sebagai kepala sekolah, saya masih pakai nota dinas bukan di SK-kan, jadi kami punya pengajuan itu ada 5 poin,” katanya.
Menurutnya, sejumlah catatan itu diantaranya mengenai gedung kelas, di mana terdapat empat ruang kelas itu tidak layak dipakai untuk aktivitas belajar mengajar. Hal itu dikarenakan bagian atap sudah bocor sebagian dan bagian plafon sudah lapuk karena merupakan bangunan lama.
“Dan yang kedua itu kami butuh meja, bangku untuk para siswa dan meja untuk guru-guru,” ujarnya.
Nelce Sumbari menambahkan poin berikut pihaknya sangat membutuhkan pagar sekolah yang harus dibangun. Di mana sebelumnya telah dibangun pagar di bagian depan sekolah itu yang pembangunanya dibantu oleh kepala kampung. Namun bagian samping hingga bagian belakang belum dibangun pagar sekolah itu.
“Kami ingin halaman sekolah itu pagar harus keliling, karena halaman sekolah kami tidak aman. Soalnya sejak pagi kami [jam belajar] sekolah sampai siang, sorenya orang-orang yang bukan anak kecil juga masuk main di halaman sekolah itu,” ujarnya.

Hal lain yang juga menjadi atensi Nelce Sumbari, pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Jayapura membantu kamar mandi atau toilet untuk guru-guru maupun para siswa. Menurutnya toilet yang lama kondisinya tidak bagus dan sudah rusak. “Kami minta supaya pemerintah bantu WC atau toilet baru,” katanya.
Hal lain yang mendesak adalah tenaga pengajar. Kata Sumbari, sekolah yang dipimpinnya itu memiliki enam guru. Tiga guru berstatus ASN dan tiga guru honorer. Untuk guru statusnya ASN dua diantaranya lulusan sarjana sementara seorang guru lain atau guru pembantu lulusan SMA.
“Sekarang ini cuman hanya 2 guru bernip [status ASN], saya sendiri sebagai kepala sekolah dan ada satu yang mengajar. Yang ketiga itu anak asli Brab yang mengajar di Kampung Ayapo tetapi saya bertindak sehingga ia dipindahkan ke sini,” ujarnya.
Sumbari meminta pemerintah kabupaten Jayapura lewat dinas teknis agar memprioritaskan tiga guru honor setelah diangkat menjadi pegawai yang dimutasi atau dipindahkan ke sekolah lain.
Sementara itu, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Jayapura, Wilhelmus Manggo dalam kunjungan kerja di Kampung Berab mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD selama lima tahun itu memang difokuskan pada bidang-bidang vital seperti bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan pangan akan didahulukan.
“Di dalam rancangan akhir dokumen RPJMD ini sudah masuk di dalam delapan isu strategis pembangunan daerah yang terkait pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Wilhelmus berjanji akan memasukan sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat kampung Berab, Distrik Nimbokrang itu ke dalam dokumen RPJMD. Ia meyakini kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Yunus Wonda dan Haris Richard Yocku sesuai visi-misinya akan segera dikerjakan mulai tahun depan.
“Program-program yang sudah dimasukkan itu, untuk kami dan RDP menyuruh segera dieksekusi dan jangan muncul terus hilang tetapi Ke depan tetap harus dilaksanakan,” ujarnya. (*)











Discussion about this post