Jayapura, Jubi – Bupati Jayapura, Papua Yunus Wonda menegaskan belum ada perusahaan yang berencana menambang nikel di wilayah pemerintahannya atau mengajukan izin penambangan kepada pemerintah daerah setempat.
Pernyataan itu disampaikan Yunus Wonda menjawab pertanyaan wartawan berkaitan dengan isu rencana penambangan nikel di kawasan cagar alam Cycloop, Kabupaten Jayapura yang menjadi perbicangan publik dalam beberapa hari terakhir.
“Belum ada [perusahaan yang mengajukan perizinan]. Artinya ada potensi besar di Kabupaten Jayapura ini, akan teapi belum ada [perusahaan yang] masuk. Jadi jangan prediksi-prediksi. Tidak boleh. Tidak boleh menurut kata, jangan,” kata Yunus Wonda disela-sela rapat paripurna ke-2 di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, penambangan di suatu wilayah tidak bisa dilakukan semena-mena. Mesti mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk apabila penambangan akan dilakukan di wilayah permukiman masyarakat.
“Data kami ada, data pemerintah juga ada, [data] geologi dan lainnya. Tapi kita lihat, kalau mau lakukan begitu, kan tidak bisa sembarangan. Tidak bisa semena-mena. Harus diperhitungkan semua aspek, termasuk kalau itu daerah masyarakat, bagaimana kita harus lakukan,” ujarnya.
Akan tetapi Yunus Wonda tidak menampik pentingnya membuka industri di Kabupaten Jayapura, untuk menciptakan lapangan kerja, untuk mengurangi tingginya angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD.
“Kalau kedepan ada [perusahaan yang mah masuk], kenapa tidak, karena itulah salah satu aset. Pertama, dia (perusahaan) akan membuka lapangan pekerjaan, kedua akan menjadi potensi PAD untuk kabupaten. Karena itu yang kita kejar. Hari ini, tidak ada industri, anak-anak kita masih banyak yang pengangguran” ucapnya. (*)











Discussion about this post