Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Bomberai

Raja dan Warga Arguni berjuang sendiri saat pertahankan Petuanan Laut dari Migas

February 12, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Angela Flassy
Pemuda Arguni

Pemuda Arguni dan aparat kepolisian berdialog di dalam kapal Seismik 3D -Jubi-/foto tangkapan layar video

Manokwari, Jubi – Raja dan warga Arguni kini berdiri di garis depan mempertahankan petuanan laut mereka dari ekspansi investasi migas. Alih-alih mendapat perlindungan, mereka justru berhadapan dengan aparat keamanan negara. Petuanan merupakan istilah untuk wilayah adat yang secara turun-temurun menjadi ruang hidup masyarakat Arguni, Fakfak, Papua Barat.

“Ko sebagai apa?” tanya seorang anggota Polisi saat Masyarakat adat Arguni hendak memasang sasi di atas kapal seismik, Selasa (10/2/2026). dari Petuanan Laut

RELATED POSTS

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

Papua Barat rayakan penjualan perdana gas, Mandacan: Kami bukan lagi penonton

Pemprov Papua Pegunungan dan BPH Migas tanda tangani PKS

Pertanyaan yang mungkin terdengar bagi seorang polisi, tetapi bagi Masyarakat adat atau warga kecil yang sedang berjuang demi hak tanah dan laut dimana Investasi Migas bernilai miliaran Dolar Amerika masuk, tentu menjadi terror tersendiri.

Seorang tokoh pemuda Arguni, Irianto Mumuan yang berusaha secara santun menutur penjelasan kepada mereka diatas sebuah kapal, Selasa (10/2/2026).

“Mengenai Kapal Seismik di kelautan Arguni kita berhenti kan untuk sementara,” ucap Irianto saat mencoba menjelaskan secara santun kepada petugas kepolisian di dalam sebuah Kapal.

Dia kemudian ditimpali dengan pernyataan dengan nada yang cukup tinggi oleh diduga aparat kepolisian yang menggunakan seragam warna biru.

“Ia dihentikan tapi kapal ini tetap tidak kamu tahan, bukan kami tahan,” ucap Anggota Polisi.

Irianto berusaha menjelaskan bahwa pihaknya tidak (bermaksud) menahan tetapi berupaya bernegosiasi menanggapi situasi yang sedang terjadi.

“Begini komandan, biar kita ngobrolnya enak, kita kan sama-sama saling kenal, ini kan saya punya abang,” katanya berusaha menenangkan anggota Kepolisian itu.

“Begini bang kita tidak tahan, tadi kita sampaikan aspirasi kita minta silahkan ke darat dulu,” ujar Irianto.

Kemudian anggota Polisi itu menimpali dengan pertanyaan yang begitu menohok bagi seorang sipil.

“Ko sebagai apa disini, ko sebagai apa dulu,” tanya seorang anggota Polisi kepada Irianto Mumuan yang dijawab bahwa dia sebagai masyarakat di sini (Arguni).

Warga awalnya menginginkan Kapal Seismik 3D itu menepi di Kampung Arguni, lalu dibawa dengan kawalan aparat negara menuju Fakfak. Namun tidak diindahkan.

Raja Petuanan Arguni di Kabupaten Fakfak Papua Barat, Hanafi Pauspaus bersama warganya beberapa hari belakangan ini berjuang sendiri terhadap hak atas laut, lokasi yang sedang dilakukan eksplorasi Gas. Mereka mempertanyakan mengapa sampai saat pihak perusahaan melangkahi kesepakatan dengan memasukan klausul dalam Amdal yang disebutkan bahwa nelayan akan melaut 3 bulan sekali saat kapal itu berada.

Puncak dari reaksi warga ketika awak Kapal Seismik melalui sebuah video pendek meminta warga agar pindah ke Selatan. Video itu diambil oleh nelayan lokal yang dijawab tegas “tapi kamu mengganggu aktivitas kami,” ucap nelayan yang turut mengambil video Sabtu (6/2/2026).

Kemudian Raja dan Warga Arguni kemudian bermusyawarah. Pada Selasa (8/2/2026), mereka memakai longboat berbondong-bondong menuju kapal membawa janur kuning dan piring berisi sirih dan pinang sebagai simbol adat yang dikenal sebagai Sasi atau Kerekere (sebutan sasi bagi warga lokal).

Warga hendak menyampaikan tuntutannya sekaligus meminta Kapal agar menepi di dekat Kampung sembari menunggu sikap pemangku kepentingan membicarakan tuntutan raja dan warga.

“Tokoh adat dan tokoh masyarakat yang hadir di sini merasa resah, pertama pemerintah Daerah tidak pernah melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder yang ada di kampung ini, kedua laut ini merupakan tempat hidup masyarakat kami di wilayah Petuanan Arguni,” kata Pemuda Arguni, Irianto Mumuan menjelaskan kepada beberapa awak kapal

Dia secara tegas mengaku bahwa masyarakat mendukung langkah Raja, “Maka hari ini keputusan kami bulat untuk memberhentikan [aktivitas kapal] seismik yang beroperasi di petuanan raja Arguni,” tegasnya.

Dia akui bahwa aksi itu dilakukan tanpa kekerasan, dan telah menyurati kepolisian.

“Kapal ini kita bawa ke kampung dan kapal trol tidak lagi beroperasi kecuali pemimpin daerah, petinggi perusahaan BP Berau silahkan rapatkan barisan datangi Raja kami di Kampung Raja (Arguni),” ucapnya.

sasi
Masyarakat Adat memasang spanduk di Kapal Sesmik di perairan Arguni Fakfak Papua Barat -Jubi-/dok warga

Anggota DPRD Papua Barat Saleh Seknun menyayangkan pemerintah daerah. Ia khawatir pemda telah diperalatan oleh perusahaan.

“Pemerintah sudah ambil langkah tapi kita butuh kerjasama dari perusahaan jangan sampai perusahaan memperalat pemda,” kata Saleh melalui sambungan telepon

Saleh mengingatkan perjanjian pada 2018 dimana, Warga meminta Analisis dampak lingkungan atau Amdal ditinjau ulang.

Sebab setelah beberapa kali sosialisasi melibatkan Raja Arguni, namun pertemuan terakhir raja tak dilibatkan.

“Saat sosialisasi terakhir hanya melibatkan distrik Lokasi dan Distrik Mbahamdandara lalu Saat sosialisasi dilakukan dibatasi beberapa orang bicara kalau begitu apakah hanya mengejar target yang penting dilakukan ada apa,” katanya

Sebagai Anggota DPRD Papua Barat dia akan menyurati fraksi hingga komisi terkait agar menyikapi hal ini baik ditingkat Provinsi maupun DPR di tingkat Pusat.

Petuanan Arguni masuk dalam kawasan rencana operasi hulu Migas yang akan dikelola BP (British Petroleum) Berau LTD, penemuan “Harta Karun ” itu diawali dari penelitian.

Berdasarkan data Arguni I menjadi fokus eksplorasi intensif oleh SKK Migas dengan dukungan survei seismik 3D untuk menemukan cadangan baru,” kata Anggota DPRD Papua Barat dari PDIP.

Wilayah ini tergolong dalam potensi cekungan migas di Papua Barat, yang berdekatan dengan Cekungan Bintuni yang kaya akan lapangan migas.

“Paling utama adalah apakah perusahana mengakui tidak keberadaan raja sebagai penguasa hak wilayah kalau mereka mengakui kenapa mereka tidak minta izin ke raja pada hal bp tangguh ini sering koordinasi tapi mengapa mereka tidak koordinasi,” ucapnya (*)

Tags: dampak eksplorasiMigaspekerja PSN Hulu Migas
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Migas
Bomberai

DBH Migas Papua Barat belum berpihak pada kabupaten penghasil

April 17, 2026
anak
Bomberai

Usai berikan racun tikus, pemuda tega setubuhi mayat anak di Bintuni

April 14, 2026
jepang
Lingkungan

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026
Pemerhati anti korupsi di Tanah Papua, Yan C. Warinussy  - Jubi/IST
Bomberai

Warinussy ingatkan Pemkab Teluk Bintuni risiko utang ke kontraktor

March 30, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara