Merauke, Jubi – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk diminta mengambil bagian dalam mensukseskan program-program pemerintah pusat di Provinsi Papua Selatan dengan cara meningkatkan layanan jaringan internet secara lebih optimal di sana.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengatakan bahwa berbagai kementerian/lembaga mengambil bagian dalam program strategis nasional atau PSN, khususnya swasembada pangan dan energi di Provinsi Papua Selatan. Program ketahanan pangan dan energi ini juga mengandalkan dukungan layanan telekomunikasi dan jaringan internet yang memadai.
“Presiden menetapkan Papua Selatan sebagai tempat pelaksanaan PSN untuk pangan dan energi. Karena itu Telkom perlu ikut mengambil bagian dalam mensukseskan program ini dengan melakukan penguatan kapasitas internet di Papua Selatan,” kata Apolo dalam rapat bersama jajaran manajemen Telkom di Gedung Negara Merauke, Senin (13/10/2025) siang.
Permintaan Gubernur Apolo ini dilatarbelakangi permasalahan gangguan jaringan internet di Merauke yang nyaris setiap tahun, terhitung ada 8 kali gangguan dalam satu dekade terakhir. Masalah utama gangguan internet di Merauke adalah kerusakan kabel bawah laut Sistem Komunikasi Kabel Laut Sulawesi-Maluku-Papua atau SKKL SMPCS, yang berulang menyebabkan koneksi tidak stabil atau putus sama sekali.
Kerusakan kabel ini berdampak besar pada ekonomi dan kegiatan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada layanan daring. Begitu pun juga berdampak terhadap pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat hingga implementasi program-program pemerintah pusat di wilayah daerah otonomi baru itu.
“Sawah yang sedang dibangun itu dia smart farming. Smart farming ini untuk energi dan pangan dia pakai internet semua. Oleh karena Telkom juga harus ikut mengambil bagian dalam mensukseskan program strategis nasional ini. Karenanya kami mohon supaya dicari solusi terbaik [untuk persoalan jaringan internet],” sambung Apolo.
Apolo berujar bahwa pemerintah butuh waktu persiapan selama dua tahun sebelum produksi program strategis nasional, baik itu hasil dari swasembada pangan maupun energi. Sehingga diharapkan dalam waktu dua tahun persiapan itu, Telkom juga harus mengambil bagian untuk ikut mensukseskan program strategis nasional tersebut.
“Karena semua kementerian – lembaga sudah ambil bagian dalam PSN. Kementerian Perhubungan ada bangun pelabuhan Samudera di Wanam, bandara di situ, semua [kementerian – lembaga] sudah ambil bagian ini, tinggal Telkom juga harus ambil bagian [berkontribusi],” ujarnya.
Executive Vice President Telkom Regional V, Amin Soebagyo dalam pertemuan tersebut memaparkan perkembangan dan langkah konkret perbaikan sistem komunikasi kabel laut di Papua Selatan. Termasuk memberikan informasi terbaru soal penanganan gangguan dan pemulihan jaringan utama maupun redundansi atau jalur internet cadangan.
Dalam rangka optimalisasi layanan telekomunikasi dan jaringan internet, Telkom memiliki tahapan rencana jangka menengah dan panjang pembangunan infrastruktur konektivitas di kawasan selatan Papua, dan rencana sinergi dengan entitas anak usaha Telkom Grup serta dukungan dari pemerintah daerah untuk mempercepat stabilisasi layanan.
Soal permintaan Gubernur Apolo, Amin menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti ke bagian perencanaan perusahaan untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BaKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), guna lebih meningkatkan layanan internet di Papua Selatan.
“Informasi dan arahan [permintaan] Pak Gubernur nanti coba kami sampaikan ke bagian perencanaan perusahaan untuk coba dijajaki kemungkinan kerja sama lainnya dengan BaKTI. Utamanya [usul pembangunan jaringan cadangan] ruas Merauke – Kepi, Kabupaten Mappi. Siapa tahu setelah survei bersama, ada kemungkinan jalur jaringan bisa dibangun,” katanya.
Sementara Senior Vice President Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza menyampaikan rencana jangka panjang Telkom merencanakan pembangunan jalur kabel laut ruas Merauke – Tual yang dinamakan proyek Papua Selatan Dua (Pasela 2) yang ditargetkan selesai pada Juni 2028.
Untuk rencana jangka menengah, kata dia, Telkom akan mengaktivasi dan menambah kapasitas radio jalur Mappi – Tanah Merah. Selain itu, membangun content delivery network atau CDN sebagai pusat data mini di Merauke yang menyediakan layanan internet untuk media sosial.
“Telkom sedang melakukan ekspansi jalur kabel laut Papua Selatan untuk semakin meningkatkan keandalan jaringan telekomunikasi digital di wilayah Papua. SKKL tersebut menjadi jalur alternatif sehingga ketika terjadi gangguan di SKKL, ada sistem cadangan yang siap menangkap perpindahan trafik,” ujarnya. (*)











Discussion about this post