Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Sempat naik di Januari 2024, Dinas Kesehatan Merauke klaim kasus DBD kembali turun

March 7, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Dewi Wulandari
Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Nevile Muskita. – Jubi/Eman Riberu

Merauke, Jubi – Kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Merauke, Papua Selatan dilaporkan meningkat di akhir Januari 2024 lalu, dengan jumlah sebanyak 40 lebih kasus. Namun demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengklaim kasus DBD kembali turun pada bulan Februari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Nevile Muskita, kepada wartawan, Kamis (7/3/2024), menyatakan bahwa kasus demam berdarah sedikit meningkat di pekan keempat Januari lalu. Namun di bulan Februari atau sekitar pekan kelima dan enam, jumlah pasien demam berdarah mulai berkurang.

RELATED POSTS

Pemprov Papua Selatan dorong penanganan gizi buruk

Warga Mappi sampaikan berbagai keluhan kepada Wagub Papua Selatan

Dermaga pelabuhan Agats ambruk saat bongkar muat, aktivitas ekonomi Asmat terancam lumpuh

“Kita lihat tren kasus itu dari minggu pertama. Hasil surveilans [pengamatan sistematis terhadap data dan informasi penyakit] itu mingguan. Di minggu pertama sekitar 20 kasus, kemudian naik hampir 30 kasus di minggu kedua. Lalu tetap sekitar 30 kasus di minggu ketiga. Di minggu keempat atau di akhir Januari itu yang naik sampai 40 kasus,” jelas Nevile Muskita.

Hasil surveilans di minggu kelima dan enam, sambung Nevile Muskita, jumlah kasus demam berdarah di Kabupaten Merauke mulai menurun. Pada awal Februari, terdapat 15-20 kasus, dan pertengahan bulan atau minggu keenam ada sekitar 10 hingga 15 kasus yang tercatat.

“Sekarang kondisi mingguan rata-rata 10 an kasus. Jadi sudah turun, dia meningkat di akhir Januari kemarin, tapi sekarang trendlnya sudah menurun,” kata dia.

“Untuk fogging sudah kita lakukan, makanya mungkin trennya sudah menurun. Karena fogging itu untuk memutus rantai penularan secara cepat, karena kita membunuh nyamuk dewasa yang mungkin sedang membawa virus,” sambungnya.

Nevile Muskita menjelaskan sebagian besar penderita demam berdarah yang ditangani rumah sakit dan fasilitas kesehatan di sana adalah anak-anak berusia antara 5 hingga 9 tahun dengan jumlah penderita 37 orang.

Ada juga orang dewasa usia sekitar 20-24 tahun, dengan jumlah penderitanya 20 orang. Sedangkan yang berusia di atas 25 tahun, jumlah penderitanya sebanyak 35 orang.

“Yang membawa virus DBD itu nyamuk Aedes Aegipty. Dari kasus DBD di Merauke, tidak ada pasien yang meninggal dunia,” ujar dia.

Nevile Muskita menambahkan bahwa sebelum fogging atau pengasapan, pihaknya terlebih dahulu melakukan penyelidikan epidemiologi di sejumlah lokasi pemukiman untuk memastikan adanya indikasi nyamuk dewasa dan risiko penularan di wilayah tersebut.

“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jentik nyamuk cepat berkembang jika kita tidak melakukan gerakan 3 M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang atau mengubur barang-barang bekas yang berpotensi pengembangbiakan nyamuk,” tutupnya. (*)

Tags: kasus DBDMeraukePapua Selatan
ShareTweetSendShareShare
Dewi Wulandari

Dewi Wulandari

Related Posts

Pembangunan
Animha

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026
PTUN Jayapura
Animha

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

April 21, 2026
Merauke
Animha

Penggugat minta pembangunan jalan di Merauke dihentikan selama persidangan

April 14, 2026
Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke
Animha

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke kembali digelar

April 14, 2026
Merauke
Animha

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026
Kamuyen
Animha

Polres Merauke didesak tindaklanjuti laporan penyerangan terhadap marga Kamuyen

March 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara