Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

IMIPA Manado sebut Otsus dan DOB di Papua bentuk penjajahan Indonesia

May 11, 2022
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Manado

Mahasiswa Papua di Manado, Sulawesi Utara, yang tergabung dalam PRP dan PRI saat long march dari asrama mahasiswa Papua ke Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (10/5/2022). - Jubi/Ist

Enarotali, Jubi – Pemberlakuan Otonom Khusus (Otsus) dan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, merupakan bentuk penjajahan Indonesia yang diterapkan di tengah-tengah rakyat Papua.

Hal itu disampaikan Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) di Manado, Sulawesi Utara, usai imbauan umum aksi nasional yang dikeluarkan oleh Petisi Rakyat Papua (PRP) pada 5 Mei 2022 di Jayapura.

RELATED POSTS

PAHAM Papua desak DPD RI dan MRP akhiri polemik, fokus pada implementasi Otsus

Bupati Jayapura komitmen mendorong pembentukan DOB Grimenawa

Calon DOB Kabupaten Benawa dideklarasikan

Pihaknya yang tergabung dalam PRP dan Petisi Rakyat Indonesia (PRI) For West Papua di Manado, Sulawesi Utara, turut menolak Otsus Jilid II dan pembentukan DOB, serta menuntut pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

“Sesuai komando, maka kami kota studi Manado, Sulawesi Utara, juga turun ke jalan dengan tujuan aksi di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (10/5/2022). Sebab pola penjajahan Indonesia di Papua yakni pertama eksploitasi sumber daya alam dan manusia, kedua ekspansi modal, dan ketiga adalah marginalisasi,” kata Wilsom Itlay melalui keterangannya, Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, ratusan mahasiswa-mahasiswi yang mengenyam pendidikan di beberapa kota/kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara antara lain di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa (Tondano), Kota Manado, dan Kairagi, melaksanakan aksi damai pada Selasa, 10 Mei 2022.

Aksi tersebut dimulai dari asrama mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado, dan dalam perjalanan massa aksi bergantian berorasi menolak Rancangan Undang-Undang DOB dan menuntut pemerintah mencabut Otsus Jilid II, serta tuntutan agar Indonesia segera memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

“Aksi damai berjalan dengan baik dan aman, hingga sampai di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, dan massa aksi diterima oleh perwakilan Gubernur Sulawesi Utara dalam hal ini Bidang Politik dan Hukum. Aspirasi kami sudah diterima dan akan ditidaklanjuti ke pemerintah pusat di Jakarta,” katanya.

Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, massa aksi kemudian meninggalkan Kantor Gubernur dengan aman dan tertib, lalu pulang ke Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado.

“[Aspirasi itu yakni] segera hentikan [keputusan dalam] hasil pertemuan pada 4 Maret 2022 antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan sembilan bupati yang berasal dari wilayah Pegunungan Tengah Papua. Pertemuan yang pada 4 Maret 2022 itu, mengagendakan persiapan pemekaran [pembentukan] provinsi di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Pembahasan tersebut didasarkan Pasal 76 UU ayat 3, Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua,” katanya.

Koordinator lapangan aksi demonstrasi tolak pembentukan DOB dan pencabutan Otsus, Michael Giban, menyampaikan alasan pihaknya menolak pemekaran dan mencabut Otsus Jilid II, bahwa pada 1 Mei 1963 sesuai hukum internasional, Papua digabungkan dengan paksa (aneksasi) ke dalam teritori Indonesia.

“Dua tahun sebelumnya [1961] dikumandangkan Tri Komando Rakyat atau Trikora oleh Soekarno. Trikora bertujuan untuk melakukan mobilisasi militer dan sipil untuk menduduki wilayah Papua,” katanya.

Pada 1962 dilakukan dua perjanjian internasional yaitu New York Agreement pada 15 Agustus dan Roma Agreement pada 30 September. Hal itu bertujuan untuk melegalkan kependudukan Indonesia di Papua. Semua langkah-langkah ini tidak melibatkan orang asli Papua.

“Pada 1967, Indonesia melalui presiden Soeharto menandatangani Undang-Undang Penanaman Modal Asing. Hal ini berpengaruh terhadap kontrak karya PT Freeport di Timika. Perusahaan ini memiliki hak penambangan eksklusif selama 30 tahun untuk wilayah tersebut dari saat pembukaan tambang [1981]. Penduduk setempat masih melawan namun selalu dibungkam,” katanya.

Tambahnya, untuk memperluas eksploitasi sumber daya alam, PT Aneka Tambang memaksakan pembukaan eksploitasi sumber daya alam di Blok Wabu, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, dan sebagainya. (*)

Tags: DOBIMIPAManadoOtsus
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel
Domberai

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor
Meepago

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, - IST
Bomberai

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025
Pinehas Torey
Domberai

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025
Polda Papua Barat
Domberai

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025
Kwamki Narama
Meepago

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara