Jayapura, Jubi – Jurusan Seni Rupa dan Desain Institut Seni Budaya Indonesia atau ISBI Tanah Papua menggelar pameran akhir tahun, dengan tema “Rupa Tanah Papua: Eksistensi, Identitas dan Inovasi.”
Pameran itu diselenggarakan selama tiga hari (8-10 Desember 2025) di Kantor Dewan Kesenian Tanah Papua, Kota Jayapura, Papua dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I ISBI Tanah Papua, Yulini Rinantanti, Senin (08/12/2025).
Ketua Panitia Pemeran, Hendrik Baransano, mengatakan pameran ini adalah puncak dari proses kreatif yang panjang, kerja keras dan dedikasi dari seluruh mahasiswa selama satu semester penuh.
Pameran ini memamerkan lebih dari 100 karya visual yang mewakili tiga jurusan yaitu Desain Komunikasi visual atau DKV, Seni Rupa Murni, dan Kriya Seni.
“Pemeran ini merupakan ruang bagi kami untuk membuktikan bahwa belajar di ISBI Tanah Papua bukan hanya tentang teori, tapi tentang keberanian mewujudkan ide,” kata Hendrik Baransano saat pembukaan.
Menurutnya, konsep hingga karya yang dipamerkan dipastikan memiliki makna pada setiap goresan dan pikselnya. Pameran itu diharapkan menjadi laboratorium apresiasi bagi pengunjung, dan sumber inspirasi serta cerminan bahwa masa depan seni serta desain Papua ada di tangan anak-anak muda.
“Ini adalah suara hati yang diwujudkan melalui lukisan dan instalasi, menceritakan kisah-kisah leluhur dan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Katanya, pameran ini bukan hanya sekadar pajangan karya. Akan tetapi sebuah jendela menuju kedalaman pikiran dan perasaan yang diwujudkan melalui medium seni rupa.
Sementara itu, Wakil Rektor I ISBI Tanah Papua, Yulini Rinantanti mengatakan pemeran ini momentum penting dalam mewujudkan keberadaan seni dan budaya Papua ke kanca yang lebih luas.
Menurutnya para mahasiswa berhasil menegaskan bahwa kekayaan budaya Papua tidak hanya hidup, juga berkembang dan mendapat tempat dalam ruang seni modern.
“Eksistensi berarti menunjukkan bukti nyata seni dan budaya Papua terus bertumbuh. Karya-karya yang dipamerkan mahasiswa hari ini memperlihatkan bahwa seni di Papua ada dan semakin kuat. Ini adalah langkah awal untuk mengakui keberadaan seni dan budaya Papua kepada publik,” kata Yulini Rinantanti.
Katanya, dorongan akan terus diberikan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri dan mengeksplorasi budaya lokal serta memperkenalkannya ke tingkat nasional maupun internasional.
Sebab, generasi muda Papua memiliki kesempatan besar untuk berinovasi di era teknologi. Sebagai mahasiswa mereka juga harus terus mencari informasi dan mengembangkan potensinya, sehingga memadukan kreativitas dengan kemajuan zaman agar menghasilkan karya-karya inovasi.
“Saya berharap pameran ini akan terus berlanjut, dan jangan hanya sebatas agenda seni rupa tapi kedepannya dapat melibatkan seni pertunjukan dan bentuk seni lainya. Dan itu bisa dilakukan dalam bentuk kolaborasi dengan Dewan Kesenian Tanah Papua, dinas kebudayaan dan pemerhati seni di Papua,” ucapnya. (*)











Discussion about this post