Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua mempercepat langkah penertiban dan inventarisasi seluruh aset daerah yang selama ini tersebar dan belum terdokumentasi secara optimal.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, mengatakan banyak aset milik pemerintah yang tersebar di berbagai lokasi, baik di dalam wilayah Papua maupun di luar daerah, sehingga membutuhkan penelusuran menyeluruh.
“Hari ini saya mengumpulkan pimpinan OPD teknis untuk membahas persoalan ini. Apalagi setelah saya cek banyak aset-aset milik pemerintah yang tercecer di berbagai tempat, baik di tanah Papua maupun di luar Papua,” kata Fakhiri di Kota Jayapura, Sabtu (4/4/2026).
Menurut dia, persoalan utama bukan hanya pada keberadaan aset, tetapi juga pada pencatatan yang belum tertib.
“Ini perlu dilakukan segera karena kami harus tahu barangnya itu masih ada sesuai dengan data yang ada, dan juga barang yang memang pernah dibeli tetapi belum tercatat dengan baik,” katanya.
Agar berjalan maksimal, Pemprov dalam hal ini Gubernur Fakhiri akan memanggil pihak-pihak terkait untuk memastikan keberadaan aset, termasuk yang berada di wilayah laut.
“Tadi kami bicara memanggil orang-orang tertentu untuk berkaitan dengan aset-aset kita yang tercecer mana-mana, termasuk yang ada di laut,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret, Gubernur Fakhiri telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membentuk tim khusus yang akan menangani persoalan ini secara intensif.
“Saya sudah memerintahkan kepada Pak Sekda untuk masuk libur ini, entah hari Senin atau Selasa, membentuk tim kecil terkait penanganan aset,” ujarnya.
Ia menegaskan, penataan aset yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan pengelolaan aset yang baik, itu tentunya akan menghasilkan PAD yang cukup signifikan bagi Provinsi Papua,” katanya. (*)











Discussion about this post