Jayapura, Jubi – Berdasarkan laporan intelijen, lima distrik di Kota Jayapura, Papua, terindikasi memiliki potensi atau rawan konflik dalam pelaksanaan Pilkada 2024. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura Kota saat ini tengah mendalami pemetaan wilayah yang dianggap rawan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Victor Mackbon, di sela-sela debat ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, yang digelar di Papua Youth Creative Hub, Abepura, Kota Jayapura, pada Jumat (15/11/2024).
“Dari catatan intelijen, di lima distrik Kota Jayapura, yaitu Distrik Abepura, Heram, Muara Tami, Jayapura Utara, dan Jayapura Selatan, masih terdapat potensi kerawanan konflik. Kami masih melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah rawan, bahkan sangat rawan,” ujar Mackbon.
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya mengatasi potensi konflik di lima distrik tersebut. Menurut Mackbon, kerawanan bisa terjadi di setiap distrik, sehingga diperlukan langkah pemetaan dan pendalaman lebih lanjut terhadap wilayah yang memerlukan perhatian khusus.
“Setelah proses pemetaan selesai, setiap tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah rawan akan dijaga oleh dua personel kepolisian. Sementara itu, untuk TPS yang dianggap aman, kami menempatkan satu personel,” jelasnya.
Kapolresta juga mengungkapkan bahwa potensi kerawanan konflik biasanya dipicu oleh kesalahpahaman antara masyarakat dan penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, untuk menjaga kelancaran proses Pilkada, pihaknya berfokus pada langkah antisipasi di wilayah rawan.
Sejak awal deklarasi kampanye hingga debat terakhir, Polresta Jayapura Kota telah mengerahkan sekitar 500 personel keamanan. Pada hari pemungutan suara, 27 November 2024, jumlah personel akan ditambah guna memastikan keamanan di setiap TPS.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Jayapura, Frans Rumsarwir, menyampaikan bahwa pihaknya juga sedang memetakan wilayah yang berpotensi konflik.
“Saat ini kami masih melakukan pemetaan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan setelah wilayah rawan benar-benar teridentifikasi,” kata Frans.
Menurut Bawaslu Kota Jayapura, pemetaan ini bertujuan untuk memastikan pengamanan maksimal, terutama di TPS yang dianggap rawan. (*)











Discussion about this post