Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Cahyo Pamungkas: Perlu diadakan perundingan dua pihak bertikai di Papua

November 30, 2023
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Cahyo Pamungkas

Profesor Riset pada Pusat Riset Kewilayahan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cahyo Pamungkas memberikan materi di Sekolah Jujur Bicara, Kantor Jubi, Jalan SPG Taruna Waena, Waena, Kota Jayapura, Selasa (28/11/2023). -Jubi/CR-11

Jayapura, Jubi – Profesor Riset pada Pusat Riset Kewilayahan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cahyo Pamungkas mengatakan untuk menyatukan perspektif kedua belah pihak yang bertikai di Papua perlu diadakan perundingan.

RELATED POSTS

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

Sudut pandang pemberitaan media terhadap situasi di Tanah Papua

“Duduk bersama dan berargumen,” kata Cahyo Pamungkas saat memberikan materi ‘Konflik di Papua’ kepada calon reporter Jubi di ruangan Sekolah Jujur Bicara (Sejubi) di Kantor Jubi, Jalan SPG Taruna Waena, Waena, Kota Jayapura pada Selasa (28/11/2023).

Cahyo Pamungkas mengatakan untuk mewujudkan Papua sebagai tanah damai, perlu adanya perspektif politik yang setara. Perlu adanya perspektif hukum dan Hak Asasi Manusia yang tidak lagi dilanggar, perspektif keamanan, perspektif penyelenggaraan pemerintah, perspektif ekonomi dan lingkungan hidup, perspektif Kesehatan, perspektif pendidikan, dan perspektif kebudayaan.

“Selama masih ada keegoisan dan enggan untuk berdialog, maka akan semakin panjang dan berlarut-larut persoalan yang akan terjadi di Papua dan warga sipil, terutama kelompok yang rentan untuk mengalami kekerasan di daerah konflik akan bertambah, begitu juga angka kemiskinan, stanting, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta korban meninggal akan semakin banyak,” ujarnya.

Menurut Profesor Cahyo Pamungkas perlindungan terhadap Oang Asli Papua di daerah konflik terbilang sangat kurang. “Pemerintah tidak segera merespon dan menangani, lebih ke pembiaraan, bahkan mengabaikan,” katanya.

Ia menjelaskan konflik di Papua dibedakan berdasarkan masalah yang terjadi di Papua. Konflik di Papua juga mencakup di dalam dan di luar Papua. Konflik Papua terdiri dari konflik kekerasan antara Gerakan Papua Merdeka dengan TNI/Polri, status politik, identitas politik, pelurusan sejarah Papua, serta marginalisasi diskriminasi dan rasis.

Konflik di Papua, lanjut Profesor Cahyo Pamungkas, terdiri dari konflik tata kelola pemerintah, konflik pengelolaan sumber daya alam, dan konflik electoral. Kemudian konflik komunal antara etnis atau agama, konflik tenurial atau pemanfaatan tanah, konflik kebijakan pembangunan, konflik dalam masyarakat adat, dan riots atau kerusuhan massal.

“Bagaimana respon dari dua aktor, yaitu Gerakan Papua Merdeka dan TNI/Polri terhadap konflik Papua? Gerakan Papua Merdeka masih tetap mempertahankan P’apua Merdeka Harga Mati’ dan respon dari TNI/Polri sendiri ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI Harga Mati’,” katanya.

Pahami dulu orang Papua

Prefesor Cahyo Pamungkas mengatakan sebelum membahas bagaimana konflik Papua dan konflik yang terjadi di Papua dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengenal dan memahami terlebih dahulu tentang orang Papua.

“Untuk memahami siapa itu orang Papua kita bisa mulai dari Masyarakat Adat yang terdapat di Papua beserta wilayah adatnya,” ujarnya.

Wilayah adat Tanah Papua, lanjutnya, terdiri dari 256 etnis yang dibedakan berdasarkan suku, etnis, budaya masing-masing, dan wilayah adatnya. Pembagian wilayah adat di Tanah Papua pernah dilakukan beberapa kali. Pada era Kolonial Belanda, JC Haar membagi wilayah adat di Papua menjadi enam administrasi (sumber MOV 1940 dalam Midiema dan Stokfhof, 1993).

Kemudian Wingert, Rapi Linton, A Gerbrands, dan S Koijman membagi wilayah di Papua berdasarkan wilayah gaya seni. Selanjutnya Dinas Kebudayaan Papua (sumber Uncen dan DAP, 2010) membagi wilayah adat di Tanah Papua berdasarkan kesamaan dalam hubungan kekerabatan, perkawinan, hak ulayat, tipe kepemimpinan, ciri-ciri fisik, dan geografis.

Sedangkan tipe kepemimpinan di Papua, kata Profesor Cahyo, adalah ‘big man’, ondoafi, kerajaa, dan campuran. Untuk hak ulayat dikategorikan berdasarkan geografis pantai, rawa-rawa, lembah, dan gunung. (*)

Tags: Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)Cahyo PamungkasGerakan Papua Merdekakonflik PapuaPemetaan Wilayah adat
ShareTweetSendShareShare
Syofiardi Bachyul

Syofiardi Bachyul

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara