Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

8 aktivis dan mahasiswa yang peringati 1 Desember di Ternate sudah dibebaskan

December 3, 2022
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
1 Desember

Puluhan aktivis Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, Aliansi Mahasiswa Papua, dan Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi di Ternate, Maluku Utara, menggelar aksi duduk di depan Markas Kepolisian Resor Ternate, Kamis (1/12/2022) petang, untuk menuntut pembebasan delapan rekan mereka. - Dok. Anton Trisno

Jayapura, Jubi – Sejumlah delapan aktivis dan mahasiswa yang ditangkap polisi saat menggelar peringatan 1 Desember di Kota Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (1/12/2022) lalu akhirnya dibebaskan. Mereka diizinkan pulang pada Kamis sekitar pukul 24.00 WIT, setelah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Ternate.

Kedelapan aktivis dan mahasiswa itu ditangkap saat mengikuti demonstrasi peringatan 1 Desember yang digelar Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), dan Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) di Ternate pada Kamis. Mereka adalah Jack (aktivis FRI-WP), Hengky (aktivis AMP), Dino (aktivis AMP), Susan (aktivis AMP), Malo (aktivis LMID ), Kama (aktivis LMID), Rino (individu), dan Gelombang (individu).

RELATED POSTS

KNPB peringati manifesto politik kemerdekaan Papua dengan berbagai kegiatan

Warinussy minta Pemerintah hentikan pengamanan berlebihan jelang 1 Desember

TPNPB di 36 Kodap diminta kibarkan Bintang Kejora pada 1 Desember

Kabar pembebasan kedelapan aktivis dan mahasiswa itu disampaikan Wakil Koordinator Lapangan aksi Kamis, Ronal Kinho. “Pada Kamis sekitar pukul 24.00 WIT, delapan kawan kami yang ditangkap dibebaskan, usai diperiksa polisi dengan didampingi Lembaga Bantuan Hukum Marimoi,” katanya.

Kinho menyatakan polisi memeriksa Kartu Tanda Penduduk kedelapan aktivis dan mahasiswa yang mengikuti peringatan 1 Desember itu. Polisi juga meminta mereka menandatangani surat pernyataan tidak akan melakukan aksi 1 Desember.

“Polisi mengatakan bahwa mereka tidak menandatangani surat tersebut, maka polisi [tidak akan pernah menerbitkan] Surat Keterangan Catatan Kepolisian bagi mereka. Sehingga mereka pun menandatangani surat tersebut. Akan tetapi, hal itu tidak membungkam ruang demokrasi dan hak-hak kami untuk memperjuangkan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa kami,” kata Kinho.

Kinho menyampaikan terima kasihnya kepada advokat LBH Marimoi yang selalu bersolidaritas mengawal isu Hak Asasi Manusia dan demokrasi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada semua kawan-kawan solidaritas serta LBH Marimoi yang telah membantu mengadvokasi kami sehingga kami bisa bebas,” katanya.

Kinho mengatakan aparat keamanan di Ternate telah mengabaikan hak kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat yang dijamin Undang-Undang Dasar 1945. “Kami sudah memasukan surat pemberitahuan aksi, dan diterima oleh kepolisian. Di lapangan, massa Aksi direpresi polisi dan tentara tanpa memperhatikan UUD 1945 Pasal 28 yang mengatur tentang kebebasan berpendapat. Negara harus melindungi kebebasan orang berdemokrasi,” katanya.

Kinho mengatakan penangkapan terhadap mahasiswa Papua dan aktivis pro demokrasi adalah kasus yang selalu berulang.”Itu adalah kasus yang diulang-ulangi, dan Negara hanya diam membeku, seperti es, berputar terus tanpa ada solusi yang baik,” katanya. (*)

Tags: 1 Desember1 Desember 1961AMPFRI-WPLMIDperingatan 1 Desember
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara