Jayapura, Jubi- Dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak, dan keluarga berencana atau (DP3AKB) Kota Jayapura menggelar sosialisasi di SMK Negeri 2 Kotaraja, Kota Jayapura Papua pada Rabu (13/11/2024), upaya edukasi pencegahan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi.
” Perempuan itu tertinggal di berbagai bidang pembangunan sehingga dorongan ini dilakukan, itu tugas utama kami dari dinas berbicara dan mengajak lini untuk adanya kesetaraan, keseimbangan antara laki-laki di berbagai lini pembangunan,” ujar Kepala (DP3AKB) Kota Jayapura Betty Anthoneta Puy.
Menurut Puy, sekarang yang menjadi persoalan adalah, apakah seorang perempuan mau atau tidak terlibat aktif di berbagai bidang. Atau apakah ada peraturan yang mengatur tidak diperbolehkan seorang perempuan, maka bagian itu pihaknya merasa penting untuk membicarakan dan mensosialisasikannya kepada perempuan. Meski demikian, di sisi lain butuh suara laki-laki.
” Sehingga hal itu kita menghadirkan para perempuan, tetapi juga kami butuh suara laki-laki karena bisa gender ini bicara laki-laki dan perempuan. Bisa terjadi ketimpangan justru laki-laki yang tertinggal di dunia pendidikan karena kita belum bisa membuktikan lewat data gender,” kata Puy
Puy mengatakan untuk menjaga keseimbangan antara laki-laki dan perempuan di berbagai lini pembangunan, salah satu harus melakukan sosialisasi ini agar membangun pemahaman hidup antara suami dan istri dalam rumah tangga.
Kegiatan itu diikuti sekitar 150 orang dari berbagai kalangan; mahasiswa, bahkan lebih banyak ibu rumah tangga.
Ketua panitia Frida Y. Awom mengatakan, pihaknya telah menggelar kegiatan advokasi, kebijakan dan pendampingan peningkatan, partisipasi perempuan dibidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi dengan mengusung tema ” Bersatu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.”
” Bertujuan kegiatan ini untuk menyatukan semua pihak agar berperan aktif dalam mengambil langkah nyata dalam mengakhiri, kekerasan terhadap perempuan melalui advokasi dan pemberdayaan yang efektif, terutama dalam momentum 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang diperingati setiap tahun pada 25 November,” ujarnya.(*)











Discussion about this post