Jayapura, Jubi – Logistik yang akan digunakan pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang atau PSU Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua serentak dilaksanakan hari ini, Rabu 6 Agustus 2025, di Tempat Pemungutan Suara atau TPS 23 Kelurahan Waena, Distrik Heram , Kota Jayapura, Papua baru tiba pada pukul 08:01 WIT atau jam 8 pagi lewat 1 menit.
Budi, salah satu warga yang mencoblos di TPS 23 Kelurahan Waena melaporkan kepada Jubi bahwa setelah logistik tiba dilanjutkan pengambilan sumpah Anggota KPPS di TPS 23 kelurahan Waena pada pukul 8.35 WIT.
Jumlah Daftar Pemilih Tetap atau DPT pada TPS 23 Kelurahan Waena berjumlah 502 orang yang memilih. Sementara jumlah surat suara sebanyak 515 lembar surat suara.
TPS 23 Kelurahan Waena berada atau letaknya di Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Waena yang dikelola Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua.
Jangan golput dan jaga kedamaian
Sementara itu para pihak mulai dari penyelenggara, pemerintah hingga tokoh agama berharap pelaksanaan PSU Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua serentak hari ini, Rabu 6 Agustus 2025 dapat berjalan aman dan lancar.
Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua serentak dilaksanakan hari ini, Rabu 6 Agustus 2025.
Pendeta Benny Giay, selaku Moderator Dewan Gereja Papua kepada media ini mengatakan bahwa, seluruh Paslon, baik pasangan Nomor Urut 1, pasangan Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M., dan drh. Constant Karma, dan pasangan Calon nomor urut 2 (dua) Matius Fakhiri, S.I.K., dan Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng, adalah putra-putra terbaik Papua.
“Baik pasangan BTM-CK maupun pasangan Mari Yo adalah putra-putra terbaik Papua, jadi jangan ada yang memaksakan pilihan politik kepada orang lain,” kata Pdt. Benny Giay di Sentani pada Selasa (5/8/2025).
Benny Giay mengatakan, saat ini yang harus dilakukan untuk masyarakat Papua adalah, menggunakan hak pilih dengan sebaik-baik, jangan golput.
“Kita sudah kenal semua dengan para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua ini, jadi tugas kita hanya memilih berdasarkan hati nurani saja. Besok datang ke TPS dan pilihlah sesuai hati nurani kita sendiri, mana yang menurut anda tepat memimpin Papua 5 tahun kedepan,” ucapnya. (*)











Discussion about this post