Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Sawong dalam Kondisi Koma setelah Pemisahan Darurat Bayi Kembar Siam PNG

December 9, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus M. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Kembar Siam

Bayi kecil yang lemah itu meninggal beberapa menit setelah dipisahkan dari saudaranya, sementara Sawong berada dalam kondisi kritis tetapi stabil. — Jubi/RNZ Pasifik

Jayapura, Jubi — Seorang saudara kembar siam dari Papua Nugini mengalami koma setelah menjalani operasi pemisahan dan rekonstruksi selama dua belas jam di Australia.

Tom dan Sawong, yang menyatu di perut bagian bawah, menjalani operasi darurat yang tidak direncanakan di Rumah Sakit Anak Sydney pada hari Minggu setelah kondisi Tom memburuk dengan cepat. Demikian dikutip Jubi.id dari laman RNZ Pasifik, Selasa (9/12/2025).

RELATED POSTS

Ditolak Dokter di Papua Nugini, Bayi Kembar Siam Morobe diselamatkan di Sydney

PNG luncurkan pembangkit listrik tenaga gas untuk peningkatkan kesejahteraan Komunitas Hela

Bougainville Merdeka 2027 dan Mengapa PNG Sulit Melepaskan Wilayah Otonomi Ini?

Bayi kecil yang lemah itu meninggal beberapa menit setelah dipisahkan dari saudaranya, sementara Sawong berada dalam kondisi kritis tetapi stabil.

Tim multidisiplin besar membutuhkan waktu tujuh jam untuk memisahkan bayi-bayi tersebut dan lima jam lagi untuk menangani Sawong.

Seorang juru bicara keluarga mengatakan kepada RNZ Pasific bahwa pada satu tahap negosiasi, rumah sakit meminta AU$2 juta untuk mengoperasi si kembar, tetapi dana dan jaminan tersebut tidak dapat dipenuhi.

Sawong diperkirakan akan tetap koma di unit perawatan intensif selama berminggu-minggu, untuk mengurangi pergerakan dan rasa sakit selama masa penyembuhan.

Bayi berusia dua bulan tersebut dievakuasi melalui medivak dari Port Moresby ke Sydney pada Kamis (4/12/2025) setelah mendapat saran medis untuk segera menjalani operasi.

Keputusan ini diambil setelah berminggu-minggu terjadi perdebatan sengit mengenai kelayakan pemisahan bedah, negara mana yang akan menerima kasus tersebut dan melaksanakan operasi, serta bagaimana pembiayaannya.

Rumah Sakit Anak Sydney menolak berkomentar sebelum operasi karena orang tua si kembar meminta privasi total.

Jurgen Ruh, juru bicara keluarga, mengatakan operasi itu awalnya direncanakan dilakukan minggu ini, namun muncul kekhawatiran bahwa kondisi Tom akan memperburuk kesehatan Sawong.

Si kembar berbagi hati, kandung kemih, dan sebagian saluran pencernaan, tetapi memiliki anggota tubuh dan alat kelamin masing-masing. Mereka juga menderita spina bifida — cacat tabung saraf yang memengaruhi perkembangan tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi baru lahir. Tom menderita cacat jantung bawaan, hanya memiliki satu ginjal, serta kelainan fungsi paru-paru.

“Setelah melakukan penyelidikan sebelum operasi, tim medis di Sydney mengatakan bahwa merupakan suatu keajaiban Tom bisa bertahan hidup selama dua bulan,” kata Ruh.

Pahit Manis

Meskipun operasi rumit itu berhasil, hasilnya pahit sekaligus manis bagi orang tua, Fetima dan Kevin.

“Saya pikir itu luar biasa. Setelah operasi, seorang perawat menyerahkan anak laki-laki itu kepada mereka dan mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memeluknya,” ujarnya.

“Satu tubuh dengan dua jiwa masuk ke ruang operasi, lalu kami memiliki dua tubuh dan dua jiwa. Sedihnya, kami kehilangan Tom, tetapi dengan senang hati kami melaporkan bahwa kami masih memiliki dua jiwa.”

Ruh sebelumnya mengatakan kepada RNZ Pasifik bahwa orang tua anak laki-laki itu telah melalui “rollercoaster” emosi sejak si kembar lahir di sebuah desa terpencil di Provinsi Morobe pada 9 Oktober.

“Mereka sudah menerima kenyataan bahwa mereka akan kehilangan Tom, si kembar yang lebih lemah, dan banyak air mata yang tertumpah selama proses itu,” ujarnya.

RNZ Pasifik mengetahui bahwa orang tua tersebut telah menghubungi pemerintah PNG untuk meminta pendanaan, tetapi Ruh tidak bersedia mengonfirmasi hal ini.

ABC melaporkan bahwa rumah sakit telah meminta pembayaran sebelum si kembar dipindahkan dari PNG. Namun, Ruh mengatakan sejauh yang ia ketahui, tidak ada uang yang berpindah tangan.

Ketika ditanya mengenai pendanaan, ia berkata, “Itu adalah campuran pendanaan yang membutuhkan waktu lama untuk diorganisir.”

“Seharusnya tidak butuh waktu delapan minggu untuk memisahkan si kembar. Seharusnya bisa dilakukan dalam delapan hari, tetapi tidak ada jalur rujukan ke rumah sakit asing,” kata Ruh. Ia menyalahkan sistem kesehatan PNG dan mengatakan bayi yang lahir prematur atau dengan cacat lahir sering kali “hilang dalam sistem tersebut”.

“Perjalanan kami sangat mengecewakan, terutama dari segi dukungan dari Rumah Sakit Umum Port Moresby. Lalu, ada penundaan dalam membawa mereka ke Australia. Kami menjajaki opsi yang lebih cepat, tetapi kami tidak mendapat dukungan apa pun,” katanya.

Berpacu dengan Waktu

Dokter di Rumah Sakit Umum Port Moresby awalnya menjajaki kemungkinan memindahkan si kembar ke Sydney, tetapi rencana itu gagal ketika pendanaan dari lembaga amal ditarik.

Pihak rumah sakit kemudian menyarankan pasangan tersebut untuk tetap tinggal di PNG atau menghadapi risiko kematian salah satu atau kedua anak mereka.

Direktur medis, Dr. Kone Sobi, mengatakan terdapat beberapa pertimbangan penting dalam keputusan akhir tersebut. “Intinya adalah kedua bayi kembar ini memiliki kelainan bawaan yang signifikan, dan kami merasa bahwa meskipun dirawat di unit yang sangat terspesialisasi, peluang bertahan hidup tetap sangat kecil,” katanya.

“Prognosisnya sangat buruk dan masa depan si kembar tidak dapat diprediksi,” tambahnya.

Anak laki-laki tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Swasta Paradise di Port Moresby dua minggu lalu untuk menghindari infeksi silang dari bayi lain, terutama malaria.

Di tengah meningkatnya tekanan publik di PNG dan Australia, tim multidisiplin dari Rumah Sakit Anak Sydney terbang ke Port Moresby pada 21 November untuk menilai kondisi si kembar. Saat itu, berat gabungan keduanya hanya 2,9 kg, dan Tom — si kembar yang lebih kecil — bergantung pada Sawong untuk tetap hidup.

Dalam suratnya kepada para dokter di PNG, tim Sydney menyatakan bahwa operasi itu memungkinkan dilakukan. Meskipun Sawong memiliki peluang cukup besar untuk bertahan hidup, Tom tidak demikian.

“Alasan pemisahan dini adalah karena Sawong bekerja sangat keras untuk mendukung Tom. Itulah sebabnya tim merekomendasikan pemindahan sesegera mungkin dengan transportasi khusus yang dilengkapi tim medis dan perawat,” demikian surat tersebut.

“Mereka akan menjalani beberapa pemeriksaan, termasuk pemindaian MRI dan CT-scan dengan kontras untuk menentukan anatomi dan suplai pembuluh darah mereka.”

“Tim multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah hati, bedah kolorektal, urologi, anestesi jantung, kardiologi, neonatologi, dan radiologi intervensional kemudian akan mempersiapkan pemisahan si kembar,” demikian bunyi surat itu.

Tim tersebut akan didukung oleh perawat dan staf pendukung lainnya. (*)

Tags: bayi kembar siamPNG
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara