Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Pemilu 2026 di Fiji benar-benar kritis

January 13, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus Mampioper - Editor: Syam Terrajana
Fiji

 Perdana Menteri Sitiveni Rabuka bersama para menteri yang baru dilantik di ruang konferensi Gedung Pemerintah di Suva minggu lalu.-Jubi/fijitimes.com/ JONACANI LALAKOBAU

 

RELATED POSTS

Kontroversi status “Fijian” jelang Pemilu Fiji

Demokrasi Fiji terjebak dalam ‘janji-janji utopis’

Pendiri partai FijiFirst Frank Bainimarama, Sayed-Khaiyum dan lainnya mengundurkan diri

Jayapura, Jubi – Runtuhnya FijiFirst membuka peluang bagi lebih banyak partai untuk ikut serta dalam Pemilu 2026, yang menjadikan tahun mendatang “sangat kritis”. Partai FijiFirst yang pernah dipimpin mantan PM Fiji Josaia Voreqe “Frank” Bainimarama CF OStJ MSD,  masih dianggap sebagai ancaman.

Demikian pandangan mantan pemimpin oposisi Mick Beddoes,  saat mengomentari Pemilu mendatang kepada fijitimes.com.fj yang dikutip Jubi.id Senin (13/1/2025).

“Pemilu 2026 sangat penting,  karena memungkinkan perubahan yang perlu kita lakukan untuk terus berlanjut atau kita akan kembali ke pemerintahan yang dipenuhi kudeta, selama 37 tahun dari 55 tahun pasca-kemerdekaan Fiji, yang akan menjadi bencana dan akan membuat kita mundur 10 tahun lagi,” katanya.

“Saya tidak setuju koalisi itu dipilih untuk melawan ancaman FijiFirst. Faktanya adalah, pemerintah FijiFirst menciptakan sistem pemilihan umum saat ini dan keputusan partai politik memastikan keberhasilan mereka dalam Pemilu yang dimulai tahun 2014,”.

“Mereka menghapuskan pemilihan sela. Sehingga ketika seorang anggota parlemen yang tidak berkinerja baik dipecat atau disingkirkan. Tidak ada pemilihan sela yang diadakan, sehingga rakyat tidak lagi memiliki hak untuk memberikan suara secara berbeda, sebagai gantinya anggota partai berikutnya akan mengambil alih tempat mereka, sehingga ada masa jabatan pemerintahan yang terjamin penuh, “.

“Hal ini mengakibatkan situasi di mana FijiFirst memiliki menteri kabinet yang mewakili kurang dari 700 pemilih. Sementara anggota parlemen oposisi dengan lebih dari 2000 suara tetap berada di luar parlemen.”katanya.

Ia mengatakan kehancuran FijiFirst tidak dapat dihindari, karena persentase suara mereka mengalami penurunan setelah Pemilu 2014.

Tuan Beddoes mengatakan partainya memulai dengan perwakilan sebesar 62,2 persen. Sementara oposisi memperoleh 37,8 persen.

“Kemudian pada  2018 turun menjadi 50,3 persen suara sementara suara oposisi meningkat menjadi 49,6 persen dan terakhir pada tahun 2022 memperoleh 42,58 persen suara dan kalah sementara suara oposisi 57,4 persen,”.

“Secara historis, kita selalu memiliki banyak partai yang ikut serta dalam Pemilu. Dari tahun 1972 hingga 1994, rata-rata ada lima partai,”katanya.

“Dari tahun 1999 sampai 2006, rata-ratanya 16 partai dan selama tiga pemilihan terakhir – dari tahun 2014 sampai 2022 – jumlah partai rata-rata tujuh,”tambahnya.

“Jadi yang pasti, runtuhnya FijiFirst akan berarti lapangan akan terbuka cukup lebar,”.katanya

“Yang ingin saya lihat kembali adalah pemilihan sela untuk setiap kursi yang hilang serta perubahan pada sistem pemilihan kita yang memungkinkan kandidat independen tanpa persentase ambang batas yang tidak masuk akal.”tutupnya.(*)

 

 

Tags: Partai FijiFirstPemilu Fiji
ShareTweetSendShareShare
Syam Terrajana

Syam Terrajana

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara