Jayapura, Jubi- Menteri Penanggulangan Bencana Fiji, Sakiasi Ditoka, mengonfirmasi ia telah berbicara dengan mitranya di Vanuatu, John Salong, awal pekan ini dan telah menyampaikan tawaran bantuan dari Fiji.
Ditoka mengatakan kepada fijivillage News bahwa Vanuatu sejak saat itu telah secara resmi menerima tawaran Fiji lewat tanggapan misi mereka di Suva, demikian dikutip test.jubi.id dari fijivillage.com Sabtu (21/12/2024).
Ia lalu meminta dukungan Perdana Menteri Sitiveni Rabuka untuk memulai diskusi tingkat tinggi dengan rekan-rekannya dan pejabat kementerian mereka dengan Vanuatu.
Menteri mengatakan mereka juga mulai diskusi dengan pemerintah Australia dan Selandia Baru untuk menjajaki cara-cara di mana mereka dapat mengoordinasikan upaya tanggap darurat.
Ia mengatakan lembaga yang membentuk tim tanggap bencana kemungkinan besar terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kantor Manajemen Risiko Bencana Nasional, RFMF, FEMAT, Kepolisian Fiji, dan NFA.
Ditoka mengatakan Tim Pendahuluan dari Kementerian Luar Negeri, NDRMO, dan Insinyur RFMF sedang dibentuk dan kemungkinan bisa terbang pada akhir pekan ini.
Ia menambahkan laporan mereka akan menentukan seperti apa bentuk dan ukuran tim bantuan.
PNG, doa untuk Vanuatu
Sementara itu Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Tkatchenko telah menegaskan dukungan PNG terhadap dampak gempa Vanuatu.
Tkatchenko menyampaikan belasungkawa dan penghiburan kepada rakyat dan pemerintah Vanuatu atas hilangnya nyawa dan hacurnya puluhan bangunan dan infrastruktur lainnya di negara tersebut, akibat gempa.
Gempa susulan terjadi lagi pada Rabu (18/12/2024) pagi 5,5, SR dari sebelumnya pada Selasa (17/12/2024) sebesar 7,5 SR. “Bela sungkawa, pikiran dan doa kami yang tulus untuk Vanuatu,”kata Menlu PNG kepada postcourier.cm.pg yang dikutip test.jubi.id Sabtu (21/12/2024).

Dia menambahkan PNG mendukung Vanuatu di masa sulit dan siap membantu dengan segala upaya pemulihan. Pasokan medis dan bantuan darurat, pertahanan dan bantuan kemanusiaan demi keselamatan rakyatnya dan seluruh penduduk lainnya, termasuk orang Papua Nugini.
Sebelumnya PM PNG James Marape telah mengumumkan bahwa Pemerintah Papua Nugini berkomitmen untuk segera menanggapi masa yang penuh tantangan ini bagi saudara saudari “Melanesia Kita.” (*)











Discussion about this post