Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Jaringan paralegal untuk perkuat pendampingan hukum masyarakat di Thailand Selatan

January 28, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Thailand Selatan

Aktivis Kemerdekaan Thailand Selatan, Bung Aladi saat memberikan penjelasan terkait pergerakan perjuangan mereka kepada tim riset Papua di Patani, Thailand Selatan pada Sabtu (24/1/2025).-Jubi/Silpester Kasipka

Jayapura, Jubi — Sejumlah aktivis hukum dan pembela hak asasi manusia di Thailand Selatan membangun jaringan paralegal, guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan hukum, terutama dalam konteks konflik bersenjata dan kebijakan keamanan negara di wilayah Patani, Yala, dan Narathiwat.

Aktivis hukum, Fauzi mengatakan pendirian kantor paralegal dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat yang kerap berhadapan dengan penangkapan, penyelidikan, hingga persidangan tanpa pendampingan hukum memadai.

RELATED POSTS

Tim riset Papua temui tokoh Patani, keinginan merdeka terungkap

Dosen STF Driyarkara pemfasilitasi solidaritas komunitas sipil di Tanah Papua dan Patani Thailand

Perhimpunan Melayu di Patani Thailand deklarasikan kedamaian

Kantor paralegal didirikan di berbagai wilayah, termasuk Narathiwat, Yala, dan Sota, untuk melayani masyarakat secara langsung.

“Kami mulai membangun kantor paralegal di Narathiwat dan wilayah lain karena masyarakat butuh pendampingan. Kami juga melatih paralegal agar bisa menerima kasus sejak awal sebelum diserahkan ke pengacara,” kata Fauzi kepada Jubi di Patani, Provinsi Thailand Selatan, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, paralegal berperan mendampingi warga sejak proses penangkapan hingga keluarnya surat perintah penahanan, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebelum kasus dilanjutkan ke pengacara untuk proses peradilan.

Namun, keterbatasan jumlah pengacara dan bantuan hukum membuat banyak kasus harus ditangani dalam waktu lama.

Ia mengatakan, untuk memperkuat sistem pendampingan hukum, jaringan Southern Paralegal Advocacy Network atau SEPEN dibentuk sebagai wadah koordinasi paralegal di lapangan dan di kantor.

Jaringan ini bertujuan meningkatkan koordinasi penanganan kasus serta memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan hukum dasar.

“Yang penting adalah pelatihan di masyarakat. Mereka harus tahu undang-undang agar tidak takut. Ilmu hukum bisa mengatasi ketakutan,” ujarnya.

Pelatihan hukum diberikan secara sederhana dan praktis agar keluarga korban berani berbicara, mendatangi kantor polisi, dan menanyakan proses hukum ketika anggota keluarga mereka ditangkap oleh aparat keamanan.

Fauzi mengatakan terjadi perubahan sikap masyarakat setelah pelatihan dilakukan.

“Dulu masyarakat takut. Sekarang beberapa keluarga sudah berani bertanya kepada tentara dan polisi jika mereka datang ke rumah,” katanya.

Ia juga menyinggung kebijakan Emergency Decree yang diterapkan sejak 2005 di Thailand Selatan, yang memungkinkan penahanan hingga 28 hari sebelum proses hukum formal, sehingga total masa penahanan bisa mencapai 35 hari.

Kebijakan tersebut menurut Fauzi, menjadi salah satu latar belakang penting perlunya penguatan kapasitas hukum masyarakat melalui jaringan paralegal.

Selain pendampingan hukum, Fauzi menekankan bahwa isu keadilan harus menjadi bagian dari proses perdamaian di Thailand Selatan.

“Perdamaian tidak mungkin tercapai tanpa keadilan. Isu penangkapan, penjara, dan proses hukum yang tidak adil harus masuk dalam perundingan damai,” ucapnya.

Fauzi yang aktif sejak 2004 dalam isu keadilan dan perdamaian juga terlibat dalam fasilitasi, mediasi, serta pemantauan proses perdamaian sejak 2011.

Ia pernah terlibat dalam komisi parlemen terkait HAM dan terus mendorong agar nilai kemanusiaan menjadi dasar hukum dan kebijakan negara.

“Nilai kemanusiaan itu harus dihormati. Semua manusia berbeda, tapi punya nilai yang sama,” katanya.

Sementara itu, aktivis masyarakat sipil Thailand Selatan, Aladi yang dikenal sebagai “Bung Aladi” mengungkap latar belakang keterlibatannya dalam perjuangan hak asasi manusia yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup di tengah konflik bersenjata di wilayah Patani, Yala, dan Narathiwat.

Aladi, lulusan hukum dari Bangkok, mengatakan ia mulai aktif dalam gerakan HAM sejak masa kuliah dan terinspirasi oleh berbagai kasus pelanggaran HAM di Thailand.

“Sejak kecil saya hidup dalam konflik. Ayah saya dipenjara lima tahun, awalnya dihukum seumur hidup. Rumah kami sering dikepung polisi, ibu saya juga pernah ditangkap. Itu yang membuat saya belajar hukum,” kata Aladi.

Ia juga menceritakan keterlibatannya dalam aksi demonstrasi besar pada 2007 di Patani terkait pembunuhan seorang perempuan dan dua anak yang diduga dilakukan aparat keamanan.

Dari aktivitas pendampingan keluarga korban konflik tersebut, lahir sejumlah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pemulihan korban, pendidikan anak, dan pemberdayaan perempuan.

Namun, Aladi menilai ruang gerak aktivisme semakin terbatas setelah kudeta militer Thailand pada 2014. Ia juga mengkritik kebijakan asimilasi yang mendorong dominasi bahasa dan budaya Thai, sementara identitas Melayu dianggap sensitif dan berpotensi dikriminalisasi.

“Thailand mendorong asimilasi. Bahasa Thai, budaya Thai harus dominan. Ketika kami mengangkat identitas Melayu, itu dianggap ancaman,” ujarnya.

Aladi menyebut masyarakat Melayu Pattani masih menghadapi diskriminasi dalam bahasa, ekonomi, dan identitas budaya. Ia juga menyoroti kriminalisasi terhadap aktivis yang mengangkat isu budaya dan hak menentukan nasib sendiri.

Pertemuan aktivis Pattani dan Papua diharapkan memperkuat solidaritas lintas wilayah dalam memperjuangkan hak asasi manusia, keadilan sosial, dan perdamaian di wilayah-wilayah konflik. (*)

Tags: Jaringan paralegalPataniThailand Selatan
ShareTweetSendShareShare
Silpester Kasipka

Silpester Kasipka

Related Posts

Sidang di parlemen Belanda mengenai situasi hak asasi manusia di bekas koloni negara itu, Papua Barat, 21 April 2026 - RNZ Pasifik
Nasional & Internasional

Kelompok pro Papua Merdeka minta Belanda hentikan penjualan senjata ke Indonesia

April 24, 2026
DPD
Nasional & Internasional

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

April 21, 2026
Pesta Babi
Nasional & Internasional

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Kabupaten Puncak
Nasional & Internasional

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
West Papua
Nasional & Internasional

Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon minta dunia desak Indonesia buka West Papua

April 18, 2026
Komnas HAM
Nasional & Internasional

Dorong Dialog Damai, Komnas HAM perkuat koordinasi dalam penanganan situasi HAM di Papua

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara