Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Ditembak

Warga mengevakuasi salah satu korban yan diduga tewas ditembak saat polisi melakukan penyisiran di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papu Tengah, Selasa (31/03/2026) - IST

Jayapura, Jubi – Enam warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa di Moenamani, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, sejak 31 Maret 2026 hingga 2 April 2026.

Selain itu, dua warga mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis. Para korban diduga tertembak saat kepolisian melakukan penyisiran di wilayah itu sejak 31 Maret 2026.

RELATED POSTS

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

Dorong Dialog Damai, Komnas HAM perkuat koordinasi dalam penanganan situasi HAM di Papua

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

Polisi melakukan penyisiran setelah seorang anggota Polsek Moenamani, Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai tewas, Selasa (31/3/2026) pagi.

Korban tewas dengan luka bacokan di bagian leher dan lima jarinya putus, karena dianiaya orang tak dikenal atau OTK di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

Frater yang sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral (Toper) di Paroki St. Petrus Mauwa-Dogiyai, Siorus Degei mengatakan warga yang meninggal dunia adalah Siprianus Tibakoto (25 tahun) tertembak di bagian kepala, Yulita Pigai (80 tahun) lansia yang sejak lama lumpuh, tertembak di bagian tubuh.

Martinus Yobe (14 tahun) siswa kelas 6 SD tertembak di perut, Ankian Edowai (19 tahun) tertembak di bagian kepala, Feri Auwe (20 tahun) dan Yafet Tibakoto.

Sementara itu, korban luka yang kini kritis adalah Maikel Waine (12 tahun) siswa kelas 6 SD, tertembak di dada kiri tembus bahu kiri dan Kikibi Pigai (20 tahun) tertembak di paha.

Menurut Frater Siorus Degei, situasi di pusat Kota Dogiyai masih tegang dan mencekam hingga Rabu (1/4/2026). Jalan-jalan masih sunyi. Aparat kepolisian melakukan siaga dan berpatroli. Mereka memperketat akses-akses jalan menuju kota.

“Mereka mengimbau bahwa tidak boleh ada aktivitas mencurigakan di sekitaran Kota Moanemani, sebab mereka tidak akan segan-segan melepaskan tembakan,” kata Siorus Degei melalui pesan tertulis kepada Jubi, Kamis (2/4/2026).

Di sisi lain menurut Frater Siorus Degei, para pemuda juga bersiaga di sejumlah titik krusial. Beberapa pemuda bersiaga di jalan-jalan utama, jalan trans Nabire-Ilaga (Kabupaten Puncak), dan beberapa jalur tapal batas diblokade sejak malam, seperti di perbatasan Deiyai-Dogiyai di Gunung Iyadimi, tapal batas Ugapuga (Kamuu Timur) dan Idakebo (Distrik Kamuu Utara).

Para pemuda juga masih bersiaga di Gunung Odiyaidimi, sebuah gunung yang menjadi pintu masuk ke Dogiyai dari arah timur, dan Gunung Degeidimi di arah barat.

Mereka juga menutup akses badan jalan utama yang sudah rusak sebelumnya, dengan menghamburkan batu-batu besar, kayu-kayu, dan berbagai material untuk mem-blokade jalan utama yang menghubungkan antarkabupaten, kabupaten ke distrik dan kampung ke kampung.

Katanya, penutupan akses utama itu dilakukan pemuda, sebab beredar informasi yang menyebut ada 10 mobil dari aparat gabungan TNI/Polri dari arah Kabupaten Paniai dan Deiyai menuju Dogiyai.

Frater Siorus Degei mengatakan, sejak 1 April 2026 hingga 2 April 2026, terjadi gelombang pengungsian internal dalam jumlah yang cukup massif di Dogiyai.

Banyak warga yang tinggal di sekitar Kota Moanmenani mengungsi ke tempat kerabat mereka yang berada di luar kota. Bahkan beberapa keluarga harus mengungsi ke gunung guna mengamankan diri.

Salah satu intelektual Dogiyai, Benny Goo mengatakan kejadian di Dogiyai adalah peristiwa berdarah. Sebab jatuh korban yang tak bersalah dari kalangan warga sipil.

Ia berharap aparat keamanan mengungkap pelaku pembunuhan anggota polisi di sana, karena dampak dari itu terjadi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka dari kalangan warga sipil maupun personel polisi.

Benny Goo menduga, ada pihak lain yang ingin menciptakan konflik situasi konflik di Dogiyai, agar wilayah itu tidak aman, penuh ketakutan serta menyebabkan munculnya konflik horizontal.

“[Situasi] ini [mungkin sengaja diciptakan oleh pihak tak bertanggung jawab] untuk menciptakan konflik antarmasyarakat Dogiyai. Kami minta kepolisian harus mengungkapkan motif pelaku pembunuhan JE,” ucapnya.

Di sisi lain, Koalisi Masyarakat Kabupaten Dogiyai mendesak polisi mengungkap pelaku pembunuhan Bripda Jufentus Edowai, dan meminta Kapolda Papua Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini mencopot Kapolres Dogiyai.

Ini disampaikan saat beraudiensi dengan Kapolda Papua Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini di Mapolda Papua Tengah, di Kota Nabire, Kabupaten Nabire, Kamis (2/4/2026).

Ketua Koalisi Masyarakat Kabupaten Dogiyai, Andrias Gobai mengatakan, pihaknya meminta Polda Papua Tengah bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah turun ke Kabupaten Dogiyai dan memastikan tidak terjadi lagi penembakan.

Selain itu, Koalisi mendesak pengungkapan terduga pelaku penembakan yang menewaskan enam warga sipil, dan meminta agar tidak ada penambahan pasukan ke Dogiyai.

Menurut Andrias Gobai, menanggapi sejumlah permintaan Koalisi saat audiensi, Kapolda Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh, dengan melibatkan pihak yang netral untuk mengungkap pelaku pembunuhan satu anggota polisi dan enam warga sipil di Dogiyai.

“Dalam proses investigasi ke depan, Kapolda meminta dukungan dari seluruh pihak. Pada hari ini juga, Wakapolda Papua Tengah telah diturunkan langsung ke Dogiyai untuk membantu pengamanan situasi kamtibmas,” ucap Andrias Gobai.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres, Komisaris Polisi Yocbeth Mince Mayor mengatakan kini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Dogiyai, sudah aman dan terkendali.

Namun aparat keamanan terus melakukan pemantauan dan patroli untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga.

“Iya situasi secara umum sudah aman. kemarin ada tayangan Kapolda Papua Tengah sudah menyampaikan jadi kami menyesuaikan ade,” kata Kompol Mince Mayor melalui pesan singkatnya.

Akan tetapi Iptu Mince Mayor tidak merespons saat Jubi meminta data korban meninggal dunia dan korban luka versi kepolisian di sana.

Sebelumnya, Kapolda Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini mengatakan seorang anggota polisi berpangkat Brigadir Dua (Bripda) berinisial AR (23 tahun) terkena tembakan senjata PCP pada bagian bahu kiri saat melaksanakan patroli di jalan Trans Nabire-Enarotali, Kampung Ikamenida, setelah penganiayaan yang menyebabkan Bripda Jufentus Edowai meninggal dunia.

Menurut Kapolda, pada 31 Maret 2024 malam, sekelompok warga menyerang Markas Polres Dogiyai menggunakan panah dan batu.

“Itu kejadiannya sekitar pukul 18.30 WIT, dan salah satu anggota terkena busur panah di bahu belakang sebelah kanan berinisial AY (22 tahun),” kata Brigjen Pol Jermias Rontini, Rabu (1/4/2026).

Kapolda meminta seluruh masyarakat, tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang bekembang saat ini, dan mempercayakan kepada aparat keamanan. (*)

Tags: DogiyaiPenembakan
ShareTweetSendShareShare
Arjuna Pademme

Arjuna Pademme

Related Posts

Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Warga Kembru
Meepago

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026
Puncak
Meepago

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
Puncak
Meepago

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara