Sentani, Jubi – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sentani Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua mencatat pertumbuhan jumlah penumpang di bandara itu meningkat 3,3 persen selama periode pembukaan posko terpadu angkutan udara Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 masehi, dibandingkan periode yang sama pada 2025.
General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim mengatakan selama periode Lebaran tahun ini, pihaknya melayani 87.302 penumpang yang berangkat maupun tiba di Bandara Sentani.
Menurutnya, persentase jumlah penumpang selama periode Lebaran 2026 meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yaitu 84.513 penumpang.
“Pertumbuhan penumpang pada periode posko itu tergolong normal karena menjadi momentum berlibur ataupun merayakan hari raya,” kata I Nyoman Noer Rohim saat penutupan posko terpadu angkutan udara Lebaran 2026 di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (30/3/2026) sore.
I Nyoman Noer Rohim mengatakan, puncak arus mudik di Bandara Sentani terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Ketika itu ada 6.319 penumpang yang berangkat, dan arus balik pada 28 Maret 2026, terdapat 6.438 penumpang tiba.
Katanya, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan 8,8 persen atau 1.630 pesawat lepas landas (take off) dan yang mendarat (landing).
“Dibandingkan lebaran tahun 2025, pergerakan pesawat naik 8,8 persen dari 1.498 pergerakan menjadi 1.630 pergerakan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kargo, juga naik 16,3 persen. Periode sebelumnya hanya 3.194,2 ton, dan 3.716,2 ton pada 2026.
“Alhamdulillah, selama ini posko angkutan udara Lebaran tahun ini tidak ada keluhan dari masyarakat. Semua layanan dapat dilaksanakan dengan baik berkat dukungan seluruh stakeholder yang berada di bandara,” kata I Nyoman Noer Rohim.
Dampak dari meningkatnya penumpang arus mudik Lebaran tahun ini, juga dirasakan porter Bandara Sentani. Salah satunya Ivan Ansakai (43 tahun).
Ansakai mengaku selama periode Lebaran pendapatannya meningkat dibandingkan hari biasanya.
Menurutnya, dalam sehari biasanya ia memperoleh Rp200 ribu. Namun saat penumpang ramai pendapatannya mencapai Rp500 ribu.
“Penumpang mulai banyak seminggu sebelum dan sesudah Lebaran. Sebelum Lebaran memang pendapatan kami minim, [sedangkan] waktu [libur] lebaran pendapatan agak bagus karena banyak penumpang yang mudik,” kata Ansakai yang sudah dua tahun menjalani pekerjaan tersebut.
Katanya, penghasilan para porter di Bandara bergantung pada banyak dan sedikitnya penumpang. Porter juga bekerja secara bergantian tiap hari. Sehari bekerja, sehari libur.
“Setelah [periode Lebaran selesai] itu [jumlah penumpang kembali] normal lagi,” ucapnya. (*)











Discussion about this post