Sentani, Jubi — Pemuda Milenial Kabupaten Jayapura, Papua menggelar aksi penggalangan donasi kemanusiaan bagi korban kebakaran di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan. Aksi itu digelar, Rabu (4/2/2026).
Aksi solidaritas sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana itu dipimpin Ketua Pemuda Milenial Kabupaten Jayapura, provinsi Papua, Jhordi Darun E Weya. Penggalangan donasi direncanakan mulai 4-17 Februari 2026.
Kebakaran hebat terjadi di kawasan Gilingan Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan pada 28 Januari 2026.
Kurang lebih 200 unit bangunan dilaporkan hangus terbakar. Mencakup rumah kos, penginapan, hingga kios dagang. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp156 miliar.
Jhordi Weya mengatakan, gerakan ini merupakan wujud solidaritas pemuda Jayapura terhadap para korban kebakaran di Karubaga.
“Sebagai pemuda yang peduli kemanusiaan, kami datang memberikan dukungan dan empati kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” kata Jhordi saat ditemui Jubi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/2/2025).
Pemuda Milenial Kabupaten Jayapura mengajak berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta masyarakat di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, hingga untuk berkolaborasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Posko pengumpulan bantuan sementara dibuka di Sekretariat Pemuda Milenial Kabupaten Jayapura di Jalan Sitipir Kemiri, Distrik Sentani. Bantuan yang dibutuhkan adalah pakaian layak pakai, bahan makanan, obat-obatan, serta uang tunai.
Jhordi Weya berharap, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan perhatian, serta dukungan agar para korban segera mendapatkan kehidupan yang layak kembali.
Katanya, solidaritas dan gotong royong masyarakat diharapkan dapat meringankan beban korban yang saat ini masih berjuang memulihkan kondisi pascakebakaran.
Sementara itu, anggota Pemuda Milenial Kabupaten Jayapura, David Pagawak mengatakan menyampaikan kebakaran hebat di Karubaga memaksa banyak keluarga mengungsi, kehilangan tempat tinggal serta harta benda.
Menurutnya, kebakaran tidak hanya menimpa masyarakat asli Papua, juga warga dari berbagai daerah di Nusantara yang menetap di kawasan tersebut.
“Banyak rumah terbakar dan hangus. Bukan hanya masyarakat Papua, tetapi juga teman-teman dari Nusantara. Pakaian, tempat tinggal, dan berbagai aset mereka ikut terbakar,” ujar Pagawak.
Menurutnya, para korban saat ini telah mengungsi di lokasi yang disiapkan pemerintah setempat. Namun kondisi mereka masih memprihatinkan dan membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan. Banyak korban mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Pagawak mengajak masyarakat di enam provinsi dan tujuj wilayah adat di Tanah Papua, serta masyarakat Indonesia secara luas untuk turut memberikan bantuan kemanusiaan.
“Kami di Jayapura membuka donasi bagi siapa saja yang ingin membantu. Luka mereka adalah luka kita bersama,” ucapnya.
Sehari setelah kebakaran itu, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Tolikara telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran, melalui Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Bupati Tolikara, Willem Wandik.
Ketua Tanggap Darurat Kebakaran, Andrus Kogoya mengatakan status tanggap darurat ini diperlukan, agar seluruh penanganan bisa dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Menurut Kogoya, sejak status tersebut ditetapkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan.
Hingga hari ketiga pasca kebakaran, sekitar 200 unit bangunan dilaporkan hangus terbakar. Sebanyak 246 kepala keluarga terdampak langsung dan berbagai jenis usaha warga ikut musnah terbakar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tolikara itu mengataka, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan sosial tanggap darurat sejak hari pertama kejadian.
Bantuan disalurkan melalui posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Setiap keluarga menerima beras, minyak goreng, gula, kopi, mie instan, telur, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pokok lainnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan sementara kebakaran dipicu arus pendek listrik dari salah satu kios warga. Namun, Polres Tolikara masih menunggu hasil pemeriksaan tim Polda Papua. (*)











Discussion about this post