Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Pemkab Jayapura rehabilitasi dan bangun 19 sekolah untuk pemerataan pendidikan

March 7, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Pendidikan

Bupati Jayapura, Papua, Dr.Yunus Wonda, SH MH saat meresmikan gedung skolah di SMA Negeri 3 Jayapura, kampung Harapan, distrik Sentani Timur, kabupaten Jayapura Papua pada Jumat (6/3/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua merehabilitasi dan membangun 19 sekolah pada semua jenjang pendidikan di wilayah pemerintahannya, untuk pemerataan pendidikan.

Sekolah yang direhabilitasi dan dibangun mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).

RELATED POSTS

Dana kampung di Kabupaten Jayapura berkurang 70 persen

Ratusan tenaga honorer Pemkab Jayapura tak punya dasar hukum

PTM dan gizi buruk memengaruhi anak di Kepulauan Solomon

Bupati Jayapura, Yunus Wonda meresmikan secara simbolis pembangunan dan rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan tersebut di SMA Negeri 3 di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (6/3/2026).

Yunus Wonda mengatakan pembangunan meliputi pembangunan fisik baru serta rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 3 Kabupaten Jayapura, agar seluruh sekolah yang telah selesai dibangun maupun direhabilitasi diresmikan secara bersamaan.

Menurutnya, dengan peresmian tersebut, sekolah-sekolah yang masuk dalam program pembangunan dan rehabilitasi, sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya tenaga pengajar.

“Selain perubahan fisik, kami juga melihat SDM (sumber daya manusia) nya. Guru-guru di TK, SD dan SMP harus dipastikan aktif supaya proses belajar mengajar tidak terhambat,” kata Yunus Wonda usai peresmian.

Wonda berharap, SMA Negeri 3 Kabupaten Jayapura dapat berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan di daerah tersebut. Ia menilai lingkungan sekolah tersebut sangat mendukung proses pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mendorong masyarakat, agar tidak hanya memusatkan pilihan sekolah anak mereka di SMA Negeri 1 Sentani, saat penerimaan siswa baru.

Menurutnya, SMA Negeri 3 memiliki status yang sama sebagai sekolah negeri lain, dan ke depan akan dilengkapi dengan fasilitas serta tenaga pengajar yang setara.

“Jangan semua berpikir harus ke SMA 1. SMA Negeri 3 ini juga sekolah negeri dan fasilitasnya ke depan akan sama,” ucapnya.

Katanya, setiap tahun penerimaan siswa baru, pendaftar di SMA Negeri 1 Sentani selalu membludak hingga menyebabkan banyak siswa tidak terakomodir. Karena itu pemerintah berupaya memperkuat sekolah lain, agar kualitas pendidikan lebih merata.

Pemerintah Kabupaten Jayapura berterima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah tersebut. Sebab, dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua sangat membantu upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Jayapura.

Wonda berharap dengan fasilitas pendidikan yang semakin baik, anak-anak di Kabupaten Jayapura tidak perlu lagi keluar daerah untuk menempuh pendidikan.

“Kami ingin fasilitas pendidikan di daerah ini lengkap sehingga anak-anak bisa menimba ilmu di daerah sendiri untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw mengatakan, pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah dilakukan melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Jayapura.

Menurut Amelia Ondikeleuw, peresmian memang digelar di satu sekolah, namun pembangunan fasilitas serupa juga dilakukan di beberapa sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Peresmian ini secara simbolis saja di satu sekolah, tetapi sebenarnya di beberapa tempat sudah dibangun fasilitas seperti ini. Ada yang sumber anggarannya dari pusat melalui program revitalisasi, dan ada juga dari APBD,” kata Amelia Ondikeleuw.

Menurutnya, bantuan tidak hanya berupa pembangunan gedung sekolah, juga penyediaan sarana penunjang pendidikan seperti komputer dan laptop bagi sejumlah sekolah.

Katanya, bantuan perangkat teknologi paling banyak diberikan kepada jenjang pendidikan PAUD dan TK. Namun beberapa SMP juga menerima bantuan laptop selain pembangunan gedung.

Amelia Ondikeleuw, mengatakan pemerintah daerah mendorong sekolah-sekolah memanfaatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat, karena keterbatasan anggaran daerah.

“Kita harus mendorong sekolah masuk program revitalisasi karena APBD kita juga terbatas. Program dari pusat ini sangat membantu dalam pembangunan sarana pendidikan,” ujarnya.

Namun katanya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sekolah agar dapat memperoleh bantuan revitalisasi tersebut. Persyaratan itu, di antaranya status lahan sekolah yang jelas, serta data pendidikan yang akurat dalam sistem Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.

Katanya, selama ini pihaknya masih menemukan beberapa sekolah yang memasukkan data tidak sesuai kondisi sebenarnya. Karena itulah dinas pendidikan meminta setiap sekolah memberikan data yang akurat agar pemerintah pusat dapat menilai kebutuhan sekolah secara tepat.

“Sekolah harus memasukkan data yang real di Dapodik. Dari situ pemerintah pusat bisa melihat kebutuhan sekolah, apakah perlu gedung, laboratorium, atau fasilitas lainnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, dana revitalisasi dari pemerintah pusat tidak dikelola Dinas Pendidikan, melainkan oleh masing-masing sekolah dengan pengawasan dari tim khusus.

“Dana revitalisasi langsung masuk ke sekolah dan dikelola oleh kepala sekolah. Ada tim pengawasan tersendiri, tetapi dinas tetap bertanggung jawab dan melakukan pemantauan,” ujar Amelia Ondikeleuw.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Sentani, Elizabeth Kreutha menyatakan pihak sekolah menyambut baik bantuan pembangunan sarana dan prasarana melalui program revitalisasi tersebut.

Ia mengatakan, bantuan itu sangat membantu sekolah memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih terbatas.

“Kami dari pihak sekolah sangat senang karena standar sarana dan prasarana bisa terpenuhi. Selama ini kami tidak banyak mendapat bantuan selain program revitalisasi ini,” kata Elizabeth Kreutha.

Melalui program tersebut, SMA Negeri 3 Sentani mendapatkan sejumlah fasilitas baru seperti asrama siswa, ruang Unit Kesehatan Sekolah atau UKS, ruang Bimbingan Konseling atau BK, toilet, serta dua gedung tambahan.

Menurut Elizabeth Kreutha, total anggaran pembangunan fasilitas di sekolah dengan 194 murid tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Ia berharap ke depan pemerintah masih dapat memberikan dukungan tambahan untuk melengkapi fasilitas pendidikan yang masih kurang di sekolah tersebut.

“Kami berharap ke depan kekurangan sarana lainnya bisa dilengkapi lagi melalui bantuan program revitalisasi,” ujarnya. (*)

Tags: Pemkab JayapuraPendidikanPeresmian sekolah
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara