Jayapura, Jubi — Tim akademisi dari kampus Institut Teknologi Bandung atau ITB sedang melakukan evaluasi kawasan transmigrasi di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Evaluasi ini merupakan penugasan dari Kementerian Transmigrasi untuk menilai kondisi faktual kawasan dan potensi pembangunan wilayah tersebut.
Ketua tim, Abdul Rohman Supandi, Ph.D dosen Program Studi Kimia ITB, mengatakan proses evaluasi dilakukan selama tiga hingga empat bulan dengan menurunkan tim lapangan secara langsung.
“Kami ditugaskan untuk melakukan evaluasi kawasan transmigrasi di Distrik Senggi. Tim lapangan kami bekerja di lokasi agar data yang diperoleh benar-benar aktual dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Abdul Rohman di Jayapura, Rabu (3/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa Senggi dipilih karena wilayah tersebut menjadi salah satu penopang pembangunan Kabupaten Keerom pascapemekaran, sehingga percepatan pembangunan menjadi penting, terutama pada sektor infrastruktur dan layanan dasar.
“Pemerintah provinsi menyampaikan rencana peremajaan kakao untuk mendukung petani lokal,” ujarnya.
Selain itu, Distrik Senggi memiliki sektor peternakan yang cukup kuat, baik sapi maupun babi, yang selama ini menjadi sumber ekonomi bagi warga.
Ia berharap Percepatan Pembangunan dan Perlindungan Transmigran, Tim evaluasi berharap program ini mendorong percepatan pembangunan serta membuka peluang untuk menetapkan kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi transmigran maupun masyarakat lokal.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan hidup para transmigran serta memastikan mereka memberikan dampak positif bagi masyarakat asli Papua,” ucapnya.
Evaluasi yang dilakukan tim ITB mendapat dukungan dari Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri dalam pertemuan audiensi bersama Pemerintah Provinsi Papua, Selasa (2/12/2025).
Gubernur menyatakan pemerintah provinsi menunggu laporan lengkap hasil evaluasi tersebut dan akan menggunakannya sebagai dasar penyesuaian kebijakan.
Katanya Pemerintah Provinsi Papua siap mensinergikan programnya dengan pemerintah pusat dan Kabupaten Keerom, untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi di distrik Senggi.
Ia juga menegaskan pentingnya percepatan layanan dasar, pembenahan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat transmigran dan masyarakat adat. (*)











Discussion about this post