Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

FPP Papua dan BEM USTJ gelar diskusi peringati International Women’s Day 2025

March 9, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Pes Yanengga - Editor: Kristianto Galuwo
Papua

FPP Papua dan BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) mengadakan diskusi memperingati Internasional Women's Day 2025 di Aula USTJ Kota Jayapura Papua, pada Sabtu (8/3/2025).-Jubi/Pes Yanengga 

Jayapura, Jubi – Front Pembebasan Perempuan atau FPP Papua dan Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura atau USTJ, mengadakan diskusi dalam memperingati International Women’s Day 2025, di Aula USTJ Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (8/3/2025).

International Women’s Day diperingati setiap 8 Maret dan pertama kali dilaksanakan pada 1917. Diskusi yang mengusung tema “Nasib Perempuan Papua dalam Cengkeraman Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme di Tanah Papua” ini membahas sejumlah kekerasan yang dialami oleh perempuan baik di daerah pedalaman Papua.

RELATED POSTS

PM Papua Nugini: 64 persen Perempuan Papua Nugini alami kekerasan

Kemitraan Indonesia-Australia dukung kepemimpinan perempuan sektor infrastruktur

Danau Tage Biru Paniai masih meluap, mahasiswa salurkan bantuan ke warga terdampak

Aktivis perempuan Papua yang juga menjadi narasumber pada diskusi tersebut, Yokbeth Felle, mengatakan pada umumnya di Papua maupun di daerah pedalaman masih terus terjadi kekerasan terhadap perempuan.

“Hari ini yang terjadi di Papua [kekerasannya] secara beragam, ada yang mengalami kekerasan seksual dan suaminya dibunuh [kehilangan suami]. Secara tidak langsung mereka juga dimiskinkan bahkan mengungsi ke wilayah lain,” ujarnya.

Menurutnya, kekerasan itu terjadi tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang mengirimkan aparat militer Indonesia ke Papua. Selanjutnya masyarakat kerap distigma sebagai anggota TPNPB-OPM.

“Jadi diskusi hari ini membicarakan bagaimana nasib perempuan Papua yang berhadapan dengan kolonialisme, kapitalisme, dan militerisme,” katanya.

Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Wetipo yang juga menjadi narasumber pada diskusi tersebut mengatakan, meskipun Papua dalam situasi penindasan tetapi para perempuan terus membangun pola-pola kesadaran.

“Saya perwakilan kawan-kawan pejuang lain menyampaikan selamat Hari Perempuan sedunia ke-112. Diskusi hari ini ialah satu langkah yang diambil perempuan, mereka tidak hanya menjadi pendengar dan pesuruh, tetapi mereka juga aktif terlibat dalam gerakan perlawanan,” ujarnya.

Ia mengatakan kesadaran itu terlahir setelah berdiskusi dan membaca buku. Perempuan memiliki jiwa untuk berjuang menentukan nasib sendiri sama seperti laki-laki. Situasi hari ini mendesak mereka untuk harus melawan penindasan yang terjadi di Tanah Papua.

Wetipo mengatakan, para aktivis perempuan Papua diharapkan terus melakukan perlawanan terhadap berbagai isu. Perempuan Papua wajib berdiri dalam membangun dan ikut berjuang, untuk penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

“Kita tidak punya keadilan yang baik, jika kita masih bersama kolonial Indonesia, di mata kolonialisme orang Papua semua sama,” ujarnya. (*)

Tags: BEM USTJFPP PapuaInternational Women's Day
ShareTweetSendShareShare
Kristianto Galuwo

Kristianto Galuwo

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Suara Perempuan Papua Bersatu
Perempuan dan Anak

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Penny Wong

Menlu Penny Wong berkunjung ke Samoa dan Tonga

June 3, 2022
Jayapura

Empat distributor di Kota Jayapura intens mengirim ikan tuna ke Jepang

June 19, 2023
Kabupaten Jayapura

Bapemperda DPRD Kabupaten Jayapura siap evaluasi semua produk hukum yang ditetapkan

June 21, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara