Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Penyusunan AMDAL PT Freeport Indonesia harus transparan dan pahami budaya Suku Amungme

January 22, 2024
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Dewi Wulandari
AMDAL

Grasberg (Tenogoma) dan salju abadi Nemangkawi. - Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Proses penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Freeport Indonesia masih terus berjalan dan dilakukan secara transparan. Mereka harus memahami budaya suku Amungme, sebab ini penting dalam wakil-wakil yang ikut dalam proses AMDAL tersebut. Ini semua menyangkut masa depan warga di sekitar lokasi maupun di luar areal konsesi PTFI termasuk pendangkalan akibat pembuangan tailing atau pasir sisa tambang.

“Tanpa keterlibatan langsung masyarakat setempat, yang secara langsung terkena dampak dari keputusan AMDAL, mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap budaya dan nilai-nilai luhur Suku Amungme. Keterlibatan masyarakat lokal dalam proses AMDAL merupakan aspek kritis yang tidak hanya memenuhi persyaratan hukum, tetapi juga mewakili komitmen perusahaan untuk menghormati dan memahami warisan budaya setempat,” kata Direktur Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (LEMASA), Jhon Magal, kepada Jubi dalam pesannya melalui selular, Senin (22/1/2024).

RELATED POSTS

Wapres: Pembangunan rusun ASN Papua Tengah untuk pemerataan kesejahteraan

BKPSDM benahi data kepegawaian di lingkungan Pemprov Papua Tengah

Kabupaten Mimika daerah dengan penduduk terbanyak di Papua Tengah

Dia menambahkan keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL dapat dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa perspektif lokal secara adat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan proyek.

“Mengabaikan keterlibatan masyarakat dapat berdampak negatif pada hubungan antara perusahaan dan komunitas, yang pada gilirannya dapat memicu ketegangan sosial dan konflik,” kata mantan staf Corporate Communication (Corcom) PT Freeport Indonesia selama 10 tahun di Jakarta.

Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan pendekatan yang holistik dan inklusif dalam proses AMDAL, yang mencakup dialog terbuka dan transparan dengan masyarakat setempat.

“Ini tidak hanya akan meningkatkan pemahaman tentang dampak potensial proyek terhadap lingkungan dan budaya setempat, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan,” tambahnya.

Dikatakan sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, perusahaan harus mengakui pentingnya mendengarkan aspirasi dan keprihatinan masyarakat setempat.

“Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam seluruh siklus proyek, termasuk perencanaan AMDAL, PT Freeport Indonesia dapat memastikan bahwa keberlanjutan proyek tidak hanya diukur dari segi ekonomi dan lingkungan, tetapi juga dari aspek sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat,” tambahnya.

AMDAL
Direktur LEMASA, Jhon Magal. – Jubi/dam

Dialog dan budaya musyawarah

Dia menambahkan sebenarnya tidak sukar bagi Suku Amungme untuk menjalin dialog yang tulus dengan PT. Freeport Indonesia, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Suku Amungme berharap manajemen Freeport memberikan ruang yang memadai untuk berdiskusi kepada pihak yang secara langsung terdampak oleh aktivitas perusahaan tersebut,” katanya.

Budaya Amungme, lanjut dia, sangat dikenal sebagai budaya yang mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dan pelaksanaan keputusan bersama.

”Hal ini dipraktekan dalam Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme selama bertahun-tahun,” katanya.

Dia menambahkan pada tahun 2000, Arnold Mampioper dalam bukunya berjudul “Amung­me, Ma­nusia Utama dari Nemangkawi Pegu­nung­an Cartenz” telah mencatat bahwa masyarakat Amungme sejak zaman dahulu hidup dalam suasana sosial kemasyarakatan yang bermusyawarah untuk mencapai mufakat dan mengambil keputusan terkait segala aspek kehidupan bersama.

“Sebagai contoh konkret, terdapat proses musyawarah yang dilakukan untuk mencapai mufakat dan mengambil keputusan terkait izin bagi kelompok lain yang ingin berburu di hutan yang merupakan wilayah hak ulayat mereka,” katanya.

Sayangnya, lanjut John Magal, tampaknya manajemen perusahaan (PTFI/SLD/CA) belum sepenuhnya memahami budaya Amungme seperti ini.

“Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami dan menghormati nilai-nilai serta tradisi lokal,” katanya.

Dikatakan bawa hal ini tidak hanya bersifat esensial dalam rangka mencapai keseimbangan yang adil, tetapi juga untuk menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

“Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap budaya lokal menjadi landasan utama dalam menjalin kerjasama yang berkelanjutan dan harmonis,” katanya.

Menurut John Magal yang juga menjabat sebagai Direktur Yayasan Generasi Amungme Bangkit (YGAB) bahwa pentingnya melibatkan Musyawarah Adat (Musdat) Suku Amungme dalam proses pengangkatan direktur adalah untuk memastikan representasi dan partisipasi yang lebih inklusif dari masyarakat adat Amungme dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak pada kehidupan mereka.

“Keterlibatan yang lebih luas dari musdat dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih solid antara PTFI dan masyarakat lokal, serta untuk memastikan bahwa kebijakan perusahaan dapat lebih baik mencerminkan kebutuhan dan aspirasi nyata dari komunitas tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, adalah peningkatan pemahaman dan komitmen manajemen PTFI terhadap prinsip-prinsip tata kelola yang berbasis pada partisipasi masyarakat lokal menjadi esensial untuk mencapai hubungan yang lebih harmonis dan berkelanjutan antara perusahaan dan komunitas adat. (*)

Tags: AMDALMimikaPapua TengahPT Freeport IndonesiaSuku Amungme
ShareTweetSendShareShare
Dewi Wulandari

Dewi Wulandari

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Sidang di parlemen Belanda mengenai situasi hak asasi manusia di bekas koloni negara itu, Papua Barat, 21 April 2026 - RNZ Pasifik
Nasional & Internasional

Kelompok pro Papua Merdeka minta Belanda hentikan penjualan senjata ke Indonesia

April 24, 2026
DPD
Nasional & Internasional

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

April 21, 2026
Pesta Babi
Nasional & Internasional

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Kabupaten Puncak
Nasional & Internasional

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara