Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Headline

Catatan dari festival media di Nabire: Melawan bias, merangkul inklusi

January 30, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Jean Bisay
festival media

Citra Dyah Prastuti, Wakil Ketua AMSI Pusat (berdiri) sedang menyampaikan materi seputar "gender, kesetaraan dan keberagaman dalam konten" pada festival media se-Tanah Papua ke-1 yang berlangsung selama tiga hari (13-15 Januari 2026) di Nabire, Papua Tengah. - Foto: Dok panitia fesmed 2026

Jayapura, Jubi – Sore itu udara di kawasan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah terasa hangat, namun antusiasme peserta di arena kegiatan Festival Media se-Tanah Papua 2026 jauh lebih membara. Di hadapan puluhan pelajar, anak muda, jurnalis dan pekerja media, Citra Dyah Prastuti, Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, melempar sebuah pertanyaan reflektif; “Apa yang tidak kelihatan dari saya?”

Citra sedang membedah identitas, hal yang tampak seperti gender dan suku, serta hal yang tersembunyi seperti agama atau usia. Baginya, memahami identitas adalah langkah awal memahami GEDI (Gender, Equality, Diversity, and Inclusion), sebuah napas baru yang harus ditiupkan ke dalam industri media di Tanah Papua.

RELATED POSTS

Wapres: Pembangunan rusun ASN Papua Tengah untuk pemerataan kesejahteraan

BKPSDM benahi data kepegawaian di lingkungan Pemprov Papua Tengah

Kabupaten Mimika daerah dengan penduduk terbanyak di Papua Tengah

Membicarakan gender sering kali terjebak pada istilah teknis. Citra menyederhanakannya dengan analogi sepeda. Ia memaparkan perbedaan mendasar antara equality (kesetaraan) dan equity (keadilan).

“Kesetaraan itu artinya semua orang dapat sepeda yang sama. Tapi kalau sepeda dewasa dikasih ke anak kecil atau ibu yang sedang menggendong anak, sepeda itu tidak berguna,” ujar Citra yang tampil sebagai pemateri dalam dua sesi pada Rabu, 14 Januari 2026. Sebaliknya, keadilan (equity) adalah memberikan sepeda sesuai kebutuhan; sepeda kecil untuk anak, dan sepeda dengan boncengan untuk sang ibu.

Prinsip ini, menurut Citra, adalah kunci bagi jurnalis, terutama saat menyusun proposal bantuan dana (grant). Pihak donor internasional kini sangat menitikberatkan pada sejauh mana aspek gender dan inklusi masuk dalam rancangan liputan.

Realita sosial yang timpang masih menjadi pemandangan sehari-hari yang sering dianggap normal oleh media. Citra mencontohkan bagaimana seorang ayah yang pulang membawa makanan dianggap “ayah hebat”, sementara ibu yang melakukan hal sama justru dicap “malas memasak”.

Di dunia kerja, perempuan masih sering dihadang hambatan domestik sementara laki-laki bisa berlari kencang mengejar karier tanpa beban cucian atau masakan. Ketimpangan ini tercermin dalam data, hanya satu dari empat narasumber di media adalah perempuan.

“Kalau liputan isinya laki-laki semua, pembaca perempuan akan merasa tidak relevan. Padahal, riset menunjukkan konten yang representatif memiliki potensi pembaca yang lebih tinggi,” ucapnya.

Citra juga menyoroti unconscious bias atau prasangka bawah sadar yang kerap menghinggapi jurnalis. Bias terhadap orang bertato, berambut gimbal, atau stigma usia sering kali mempengaruhi keputusan redaksi, mulai dari proses rekrutmen hingga pemilihan sudut pandang berita.

“Jika satu redaksi memelihara bias terhadap kelompok tertentu, pemberitaannya bisa keliru. Itulah mengapa tim redaksi harus beragam; ada laki-laki, perempuan, senior, dan junior agar bisa saling mengoreksi bias masing-masing,” ucapnya.

festival media
Cornelia Mudumi, jurnalis perempuan Papua (kiri) sebagai moderator mendampingi John Gobay, Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah sebagai pemateri pada festival media se-Tanah Papua ke-1 yang berlangsung selama tiga hari (13-15 Januari 2026) di Nabire, Papua Tengah. – Foto: Dok panitia fesmed 2026

Harapan dari Nabire

Sesi tanya jawab menjadi puncak kegelisahan sekaligus harapan peserta. Pertanyaan kritis muncul mulai dari kekerasan seksual terhadap jurnalis perempuan, alasan mengapa laki-laki jarang mengurus pekerjaan rumah, hingga stigma kesuksesan perempuan yang selalu harus diberi label “inspiratif”.

Menjawab pertanyaan para siswa SMA dan SMK di Nabire, Citra menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti sekolah. “Memastikan ruang sekolah aman bagi teman perempuan yang sedang menstruasi agar tidak diejek adalah bentuk nyata mendukung kesetaraan. Kehilangan akses pendidikan karena rasa malu adalah awal dari ketidakadilan yang lebih besar,” ujarnya.

Bagi Citra, media di Papua memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga menyediakan konten yang aksesibel bagi semua orang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik melalui penyediaan subtitle atau fitur ramah penglihatan.

Festival media se-Tanah Papua edisi perdana digelar selama tiga hari (13-15 Januari 2026) di Nabire. Kegiatan yang digagas oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) ini menjadi pengingat bagi jurnalis di Bumi Cenderawasih bahwa berita yang baik adalah berita yang mampu memotret kemanusiaan secara utuh, tanpa meninggalkan seorang pun di belakang. (*)

Tags: Asosiasi Wartawan PapuaAWPFestival MediaFestival Media Tanah Papuamelawan biasmerangkul inklusiNabirePapua Tengah
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Warga Kembru
Meepago

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026
Puncak
Meepago

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
Puncak
Meepago

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Bali United tetap serius lawan Persipura

February 24, 2022
KONI Papua

KONI Papua siap bantu pembentukan Pengprov Cabor Provinsi DOB

March 27, 2023
Puncak

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara