Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Headline

Kriminalisasi pemimpin adat bukan kebetulan tapi senjata negara: AMAN lapor ke PBB

June 3, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Kriminalisasi, aman lapor PBB

Perwakilam AMAN melapor ke pelapor khusus PBB untuk masyarakat adat, Dr. Albert K. Barume di Kongo. Jubu-Istimewa

Sorong,Jubi – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama perwakilan masyarakat adat dari berbagai penjuru Indonesia secara langsung melaporkan kasus-kasus kriminalisasi, intimidasi, dan perampasan wilayah adat kepada Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak-hak masyarakat adat, Dr. Albert K. Barume

Pelaporan dipimpin sekretaris jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi, berlangsung dalam sebuah pertemuan informal di sela-sela First Global Congress of Indigenous Peoples and Local Communities from the Forest Basins di Brazzaville, Republik Kongo, pada 26-30 Mei 2025.

RELATED POSTS

Ulang Tahun AMAN ke 27, Sekjen AMAN serukan perjuangan tanpa henti untuk pengesahan uu masyarakat adat

Sekjen AMAN instruksikan JMA kawal janji pemerintah kembalikan 1,4 juta hektare hutan adat

Apryadi Gunawan pimpin AJMAN melawan ketidakadilan

Rukka Sombolinggi menyatakan, kekerasan terhadap masyarakat adat bukanlah serangkaian insiden terpisah, melainkan bagian dari pola sistematis dan terstruktur yang terus berulang di berbagai wilayah.

“Ada pola yang sangat khas, yaitu intimidasi, kriminalisasi, pelarangan meliput, pelarangan memakai atribut jurnalis adat, hingga pengawasan terhadap rumah dan keluarga aktivis,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Jubi malam (2/6/2025).

Rukka menyebutkan salah satu yang paling mengkhawatirkan dari pola tersebut adalah strategi negara dan korporasi dengan mengkriminalisasi pemimpin adat, baik secara hukum, politik, maupun simbolik.

“Saat ini yang menjadi target bukan hanya komunitas, tetapi sumber semangatnya yakni para pemimpin adat. Mereka tidak membunuh gerakan secara langsung, tetapi membungkam sumber kekuatannya yaitu para pemimpin adat. Kalau pemimpinnya dikriminalisasi, komunitas akan takut. Kalau komunitas takut, perjuangan lumpuh,” ujar Rukka.

Sekjen AMAN mencatat pendekatan ini bukan kebetulan, melainkan strategi sistematis yang telah berlangsung lama dan menyasar secara terencana sosok-sosok yang dianggap menjadi simbol atau jantung perlawanan komunitas.

“Bukan kebetulan, tetapi bentuk penyerangan yang tertata terhadap jantung perlawanan komunitas,” lanjut Rukka.

Dorince Mehue, ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNas) Region Papua, menggambarkan situasi mencekam di kampung-kampung. Ia laporkan kepada Special Rapporteur PBB bagaimana kehadiran aparat bersenjata secara permanen memaksa masyarakat adat meninggalkan rumah dan kampung mereka.

“Masyarakat adat tidak bisa lagi berkebun, tidak bisa mencari makan, anak-anak tidak bisa sekolah, dan perempuan adat menjadi korban paling awal,” kata Mehue.

Ancaman ini bukan baru terjadi kemarin, melainkan sudah bertahun-tahun. Dorince akui masyarakat hidup dalam ketakutan. Karenanya, ia minta perhatian dunia.

“Kami minta Pelapor Khusus PBB berkunjung langsung ke Papua, melihat sendiri bagaimana masyarakat adat hidup dalam ketakutan di wilayah adat mereka sendiri,” pintanya.

Kalimantan Selatan: Konservasi Menjadi Kedok Mengusir Masyarakat Adat Sama halnya dengan masyarakat adat di Tanah Papua, nasib masyarakat adat di Kalimantan Selatan juga dilaporkan Rubi Juhu, ketua pelaksana harian AMAN wilayah Kalimantan Selatan.

aksi aman
Aksi untu Papua di sela-sela First Global Congress of Indigenous Peoples and Local Communities from the Forest Basins di Brazzaville, Republik Kongo, pada 26-30 Mei 2025. JUBI/Istimewa

Tano Batak: “Negara Tahu Siapa yang Harus Ditangkap”

Ketua Pelaksana Harian AMAN Tano Batak, Jhontoni Tarihoran, melaporkan penangkapan dua pemimpin adat di wilayahnya, John dan Tony, yang disebut hanya karena mempertahankan wilayah adat.

“Negara tahu siapa yang harus ditangkap agar komunitas masyarakat adat lumpuh. Mereka selalu menyasar pemimpin adat yang menjadi tulang punggung perlawanan,” ungkap Jhontoni.

Ia menegaskan bahwa penangkapan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi bagian dari strategi untuk membungkam perlawanan komunitas adat secara menyeluruh.

Maluku Utara: “Saya Berlindung di Jakarta, Tidak Bisa Pulang ke Kampung”

Afrida Erna Ngato dari DAMANNAS Region Maluku mengungkapkan dirinya sedang diburu polisi setelah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Saya sudah dua kali dipanggil, dan jika tidak hadir, akan langsung ditangkap. Saat ini saya berlindung di Jakarta, tidak bisa kembali ke kampung karena ancaman itu,” kata Afrida.

Ia menjelaskan bagaimana perusahaan tambang bekerja sama dengan Kesultanan untuk melemahkan legitimasi adatnya.

“Saya punya rekaman suara pimpinan perusahaan yang menyatakan saya tidak berhak memimpin ritual karena bukan kepala suku, menurut versi Kesultanan,” ujarnya.

Afrida juga membeberkan perusahaan tambang telah menguasai 29.200 hektare wilayah adat, dan terdapat banyak pelanggaran terhadap hak pekerja lokal.

“Saya dan keluarga saya siap menghadapi proses hukum, tapi saya khawatir kasus saya akan dijadikan contoh untuk membungkam perlawanan lainnya,” ucapnya.

Menurut Afrida, Maluku Utara kini dikepung oleh ekspansi tambang emas dan nikel, yang menyasar hingga ke 10 kabupaten/kota.

“Maluku Utara itu gugusan pulau kecil yang sekarang dikepung tambang. Saya berharap Special Rapporteur bisa membantu menyuarakan bahwa Maluku Utara harus dikembalikan sebagai pulau rempah, bukan pulau tambang,” pintanya.

AMan
Ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNas) Region Papua, Dorince Mehue saat bertemu Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak-hak masyarakat adat, Dr. Albert K. Barume di Kongo – Jubi/Istimewa

Papua: “Anak-anak Tak Bisa Sekolah, Perempuan Jadi Korban Paling Awal

Ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNas) Region Papua, Dorince Mehue, turut menyampaikan kondisi yang mengerikan di tanah Papua kepada Pelapor Khusus PBB.

“Masyarakat adat tidak bisa lagi berkebun, tidak bisa mencari makan, anak-anak tidak bisa sekolah, dan perempuan adat menjadi korban paling awal,” ujar Dorince.

Menurutnya, situasi ini bukan baru terjadi kemarin, tetapi telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kami hidup dalam ketakutan yang terus-menerus. Kami minta Pelapor Khusus PBB berkunjung langsung ke Papua, melihat sendiri bagaimana masyarakat adat hidup dalam ketakutan di wilayah adat mereka sendiri,” pintanya.

Kalimantan Selatan: “Konservasi Hanya Kedok Pengusiran”

Dari Kalimantan Selatan, Rubi Juhu selaku Ketua Pelaksana Harian AMAN wilayah tersebut, melaporkan bahwa program konservasi justru menjadi dalih untuk mengusir masyarakat adat dari wilayah adatnya di Pegunungan Meratus.

“Kami bukan hanya tidak dilibatkan, tetapi juga dikriminalisasi ketika berada di wilayah adat sendiri,” ungkap Rubi.

Ia mencontohkan ada anggota komunitas adat yang dipanggil polisi hanya karena melewati tanah adat mereka sendiri.

“Konservasi di Kalimantan Selatan telah berubah menjadi kedok untuk pengusiran dan pembatasan ruang hidup komunitas masyarakat adat,” ujarnya.

 

Menanggapi berbagai laporan tersebut, Pelapor Khusus PBB untuk hak-hak masyarakat adat, Dr. Albert K. Barume, menyatakan keterbukaan dan kesiapannya untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut secara resmi.

“Saya sangat terbuka untuk menerima semua laporan ini, dan saya siap memfasilitasi mekanisme allegation letter dari PBB kepada pemerintah Indonesia,” kata Barume.(*)

Tags: AMANPelapor Khusus PBB untuk HAMpelapor khusus untuk masyarakat adat
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

Sidang di parlemen Belanda mengenai situasi hak asasi manusia di bekas koloni negara itu, Papua Barat, 21 April 2026 - RNZ Pasifik
Nasional & Internasional

Kelompok pro Papua Merdeka minta Belanda hentikan penjualan senjata ke Indonesia

April 24, 2026
DPD
Nasional & Internasional

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

April 21, 2026
Pesta Babi
Nasional & Internasional

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Kabupaten Puncak
Nasional & Internasional

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
West Papua
Nasional & Internasional

Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon minta dunia desak Indonesia buka West Papua

April 18, 2026
Komnas HAM
Nasional & Internasional

Dorong Dialog Damai, Komnas HAM perkuat koordinasi dalam penanganan situasi HAM di Papua

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara