Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Headline

Jelang Natal, Dewan Gereja Papua soroti penghilangan nyawa warga sipil Papua

Menjelang Natal, Dewan Gereja Papua Soroti Penembakan Warga Sipil, Krisis Pengungsi, dan Serukan Penarikan Pasukan Non-Organik

December 23, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Victor Mambor
Warga Distrik Gearek yang dilaporkan mengungsi dari kampung mereka - Jubi/CR 18

Warga Distrik Gearek yang dilaporkan mengungsi dari kampung mereka - Jubi/CR 18

Jayapura, Jubi-Dewan Gereja Papua menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi kemanusiaan di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya, Yahukimo, dan Nduga. Kehadiran Pasukan Non-Organik dinilai telah memperpanjang kekerasan bersenjata dan menyebabkan krisis pengungsian internal yang berakibat trauma berulang dari tahun ke tahun.

Pernyataan ini disampaikan menyusul kunjungan Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Intan Jaya pada Minggu, 21 Desember 2025, yang membawa seruan masyarakat pengungsi agar Pasukan Non-Organik ditarik dari Intan Jaya dan Tanah Papua.

RELATED POSTS

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Berdasarkan laporan Tim Pansus, pengungsian di Intan Jaya berlangsung sejak pendropan pasukan pada Desember 2019. Sepanjang tahun 2025, berbagai peristiwa kekerasan terjadi, dengan korban warga sipil tercatat 45 orang menurut data pemerintah daerah. Dua peristiwa besar pada Mei 2025 bahkan menewaskan 24 warga sipil.

Pendeta Benny Giay, moderator Dewan Gereja Papua mengatakan hingga kini, pemerintah belum memiliki data yang jelas mengenai jumlah dan sebaran pengungsi, siapa yang telah kembali, serta sejak kapan pengungsian berlangsung. Dari 8 distrik di Kabupaten Intan Jaya, 5 distrik telah memiliki pos militer dengan ratusan personel. Penggunaan drone dalam operasi keamanan juga dilaporkan menyebabkan warga sipil mengalami luka-luka.

Lanjutnya, kekerasan terhadap warga sipil juga terjadi di wilayah lain. Pada 13 Desember 2025, berdasarkan kesaksian warga, terjadi penembakan ke arah rumah-rumah warga di Dekai, Kabupaten Yahukimo, oleh pihak aparat. Sekitar 10–15 rumah warga dilaporkan terkena peluru, yang semakin memperparah rasa takut dan ketidakamanan masyarakat sipil.

Selain itu, Dewan Gereja Papua menyoroti peristiwa penghilangan nyawa seorang warga sipil di Keneyam, Kabupaten Nduga, sebagaimana dilaporkan oleh Human Rights Defender (HRD).

“Pada 16 Desember 2025, seorang pemuda bernama Ermin Dabiye (21 tahun) dilaporkan meninggal dunia dalam situasi yang menimbulkan dugaan kuat keterlibatan aparat militer. Korban terakhir terlihat berjalan sendiri di sekitar Kali Keneyam, di tengah aktivitas intensif helikopter militer dan keberadaan sejumlah pos TNI non-organik,” kata Pendeta Giay.

Jenazah korban kemudian ditemukan sekitar ±50 kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat, dengan dua lubang tembakan di kepala serta luka pemukulan berat di wajah

Penghilangan nyawa warga sipil

Pendeta Giay menegaskan bahwa rangkaian peristiwa ini menunjukkan pola kekerasan yang terus menempatkan warga sipil sebagai korban utama. Seruan penarikan Pasukan Non-Organik bukanlah tuntutan politik, melainkan jeritan kemanusiaan yang berangkat dari pengalaman hidup dan mati masyarakat Papua.

Lanjutnya, Dewan Gereja Papua kembali mengingatkan temuan LIPI (kini BRIN) tahun 2008 tentang akar konflik Papua–Jakarta, termasuk rasisme dan kekebalan hukum aparat, yang hingga kini belum diselesaikan. Negara justru terus mendorong pendekatan pembangunan dan keamanan melalui Instruksi Presiden tentang Percepatan Pembangunan Papua, tanpa menyentuh akar persoalan kemanusiaan.

“Menjelang Natal ini, Dewan Gereja Papua menyerukan kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk : Menghentikan kekerasan terhadap warga sipil, menarik Pasukan Non-Organik dari wilayah konflik Papua dan mengedepankan dialog damai yang bermartabat’” kata Pendeta Giay.

Selain itu, Dewan Gereja Papua juga mminta pemerintah Indonesia menjamin perlindungan, pemulihan hak, dan keadilan bagi para korban dan pengungsi internal dan menghentikan kebijakan PSN yang mengabaikan hak Masyarakat adat yang menjadi korban.

“Dewan Gereja Papua juga menyerukan kepada semua pejabat di Papua untuk memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan kaum pengungsi dan kaum yang terabaikan di seluruh wilayah Papua,” tutup Pendeta Giay. (*)

ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara