Nabire, Jubi – Sejumlah mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Nabire membuka posko peduli bencana alam banjir dan longsor di Distrik Kamuu dan sekitarnya di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Mecky Tebay, koordinator lapangan Posko Bencana Alam (Banjir dan Longsor) Kabupaten Dogiyai di Nabire mengatakan setelah mendapatkan informasi adanya banjir dan longsor yang terjadi pada Minggu (4/8/2024) dini hari, maka pada Senin (5/8/2024) pagi pihaknya membuka posko peduli bencana banjir dan longsor yang berlokasi di Tepian Kali Nabire, Resetlemen, Kabupaten Nabire untuk melakukan penggalangan dana dan menerima bantuan sembako demi kemanusiaan yang akan disalurkan ke lokasi bencana.

“Kami mendapatkan informasi ada banjir di Dogiyai itu Senin, 5 Agustus 2024 pagi. Musibah terjadi di Kabupaten Dogiyai pada Senin pukul 5 pagi hari, kami bentuk tim, saya ditunjuk oleh kawan-kawan untuk mengkoordinir penggalangan dana ini, lalu kami mulai bergerak,” katanya via telepon kepada Jubi, Rabu (7/8/2024).
Kemudian tim Tebay menyebarkan flyer (pengumuman) ‘Open Donasi’ berupa makanan, pakaian layak pakai, bahan makanan, dan uang. Flyer disebarkan ke grup-grup WhatsApp dan media sosial sambil mengajak siapa saja untuk bergabung dengan tim.
“Setelah flyer disebarluaskan banyak kalangan, organisasi komunitas, yang membantu kami untuk menggalang dana, terutama, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (BEM USWIM), Ikatan Mahasiswa Dogiyai Nabire (IPMADO Nabire), dan komunitas-komunitas kecil di Nabire, ikut membantu kami di posko relawan dan ada yang terlibat dalam penggalangan dana,” kata Tebay yang juga Sekertaris Komunitas Sastra Papua.
Tebay mengatakan pihaknya akan membuka posko pada Kamis (8/8/2024) dan berencana akan menyalurkan bantuan yang terkumpul ke Dogiyai pada Jumat (9/8/2024) atau Sabtu (10/8/2024). Timnya akan membawa barang-barang berupa bahan makanan, pakaian, dan open donasi yang sudah terkumpul.
“Kami akan mengantarkan ke posko umum yang sudah kami buka di Dogiyai, terpisah dari posko yang didirikan oleh pemerintah. Kami buka posko di Kampung Mauwaba, Kabupaten Dogiyai, sehingga kami akan mengantarnya ke sana,” ujarnya.

Tebay mengungkapkan, ia dan rekan-rekannya mendirikan posko karena peduli kepada keluarga, sanak-saudaranya yang terdampak bencana banjir dan longsor yang mengakibatkan korban jiwa.
“Kita sebagai orang muda menyadari bahwa, apabila kita tidak bergerak nanti siapa lagi yang akan bergerak untuk solidaritas membantu keluarga kami yang terdampak bencana alam,” katanya.
Prihatin dengan bencana Dogiyai
Mecky Tebay mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi, karena peristiwa itu baru pertama kali terjadi di kampung halamannya.
“Banjir dan longsor ini tidak pernah ada cerita yang kami, dapat namun kali ini banjir dan longsor yang mamakan korban ini menohok nurani kita untuk bergerak,” katanya.
Tabay dan timnya mengungkapkan turut berduka cita yang amat mendalam atas korban Dorothea Iyai SPd (28 tahun), guru SD Negeri Inpres Pona di Muniopa, Distrik Kamuu. Ia meninggal bersama janin dalam kandungan dan tiga anaknya, Dekris Ode Anou (9 tahun), Enjelia Anou (6), Benny Anou (3 tahun). Seorang di antara anaknya masih belum ditemukan dan masih dicari. Tebay juga prihatin dengan kondisi warga yang rumahnya tertimbun dan rusak akibat bencana alam tersebut.
“Kami merasa terpukul dengan kejadian ini sehingga kita bergerak menolong warga, karena kebun mereka dilahap banjir dan air menghanyutkan rumah dan ternak,” katanya.
Apapun ceritanya, kata Tebay, sebagai orang muda dan manusia yang punya hati Nurani, maka ia dan rekan-rekannya bekerja membantu warga yang terdampak bencana alam tersebut.

BPBD Papua Tengah salurkan bantuan
Sementara itu, tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Papua Tengah telah datang ke Kabupaten Dogiyai menyalurkan bantuan. Di Dogiyai, Tim BPBD Papua Tengah disambut Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupetan Dogiyai Natalis Agapa di ruangan Sekda Kabupaten Dogiyai pada Rabu (7/8/2024).
Mewakili Bupati Dogiyai, Plh Sekda Natalis Agapa melaporkan kepada Tim BPBD Provinsi Papua Tengah bahwa ada 4 warga meninggal akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Dogiyai. Banjir bandang dan longsor disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang terjadi pada Jumat (2/8/2024) pukul 20.00 WIT hingga Sabtu (3/8/2024) pukul 5.00 WIT.
“Musibah banjir dan longsor ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari yang melanda wilayah Kabupaten Dogiyai, menyebabkan dua kampung, yaitu Kampung Bukapa dan Kampung Putapa yang berada dalam wilayah administratif Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, terdampak. Selain ada korban jiwa, terjadi juga kerugian materil yang tercatat, antara lain kerusakan satu unit fasilitas pendidikan,” katanya.
Kepala Seksi Kedaruratan, Penyediaan, dan Logistik BPBD Provinsi Papua Tengah Naum Tebai mengatakan datang ke Dogiyai untuk memberikan bantuan agar meringankan beban para korban yang rumahnya terkena dampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bermanfaat.

Tebai berpesan kepada masyarakat di Kabupaten Dogiyai untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana alam susulan.
“Kami minta untuk mengungsi sementara ke [rumah] keluarga terdekat,” katanya. (*)











Discussion about this post