Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mama-mama penjual noken mengaku tak mendapat untung saat Festival Colo Sagu

June 30, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Noken

Salah satu mama yang berjualan noken di Festival Colo Sagu, di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (28/06/2025).-Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Beberapa mama-mama Papua yang menjual noken saat Festival Colo Sagu di Kota Jayapura, Papua mengaku tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Mereka bahkan menyatakan mengalami kerugian selama festival berlangsung sejak 26 Juni 2025 hingga 28 Juni 2025.

RELATED POSTS

Mama pedagang di Waropen tak miliki tempat layak setelah Pasar Urfas terbakar

Apa isi dalam bilum? Tas rajut ikonik Papua Nugini

Zita Anjani: Jantung pariwisata adalah budaya

Mama Noper Gobay, salah satu yang berjualan noken dalam Festival Colo Sagu mengatakan, jangan mendapat keuntungan, tak ada satu pun pengunjung yang sekadar datang untuk melihat atau menanyakan jualannya.

“Semua pengunjung lebih milih ke dalam, di pusat festival [di bagian] dalam. Kalau mama di sini sepi pengunjung. Tidak dapat keuntungan anak, dari hari pertama sampai sekarang. Mama rugi bayar ongkos taksi pulang pergi Kota Raja-Jembatan Merah, selama tiga hari ini,” kata Mama Gobay, Sabtu (28/06/2025).

Menurutnya, ia dan dua orang rekannya berjualan di luar area festival, sebab tidak mendapat tempat dalam kawasan kegiatan. Situasi di luar area festival pun tidak menguntungkan bagi Mama Gobay dan rekannya. Sebab, lokasi mereka minim penerangan, dan daya tarik pengunjung terhadap noken minim.

“Tapi tidak apa-apa anak. Mungkin mama dong belum punya berkat hari ini. Hari ini orang lain punya [berkat]. Nanti dikemudian hari, mama punya berkat lagi,” ucap mama lima orang anak itu sambil tersenyum.

Mama Papua lainnya, Lina Pekey mengatakan hal yang sama. Menurutnya pengunjung lebih milih masuk ke dalam area festival.

“Tempat [di dalam area festival] tidak cukup. Jadi panitia suruh [kami] di luar sini saja. Hanya satu teman kami yang dapat tempat jualan di dalam. [Di sini] gelap, tetapi mama pakai senter handphone. Pengunjung datang langsung masuk ke dalam, mungkin lebih tertarik di stan-stan lain yang ada di dalam,” ujar Mama Pekey.

Katanya, selama tiga hari pelaksanaan festival, ia mesti mengeluarkan biaya transportasi Rp150 ribu setiap hari. Namun Mama Pekey yang terkadang berjualan noken di kawasan Lingkaran Abepura, atau di depan Bank Papua Kota Jayapura, mengaku tidak mendapat keuntungan sama sekali.

“Biar kami meramaikan festival saja sudah. Trada (tidak) ada pembeli jadi. Tempat kami berjualan juga gelap, jadi orang tra (tidak) lihat atau memang orang trada niat beli noken,” ucapnya.

Sementara itu, mama Papua yang lain, Rini Pakage juga mengakui harus membayar ongkos taksi (angkutan umum) yang ia pakai pergi dan pulang ke lokasi festival untuk berjualan Rp200 ribu setiap hari. Namun ia tidak mendapat keuntungan sama sekali.

“Jangan dapat keuntungan, orang yang [datang] tanya-tanya atau sekadar berkunjung ke tempat kami saja tidak ada, dari hari pertama sampai terakhir ini. Tapi tidak apa-apa, yang penting [kami] sudah berusaha. Orang banyak yang datang dari pertama sampai sekarang, hanya saja begitu sudah, tidak ada yang beli,” kata Mama Rini Pakage.

Noken yang dijual ketiga mama Papua itu mulai Rp50 ribu untuk ukuran kecil, ukuran sedang Rp100 ribu, ukuran besar Rp500 ribu sampai Rp1 juta, dan pakaian noken Rp3 juta. (*)

Tags: colo saguFestival Colo SaguMama-mama pedagangnoken
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara