Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Zita Anjani: Jantung pariwisata adalah budaya

December 25, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Fitri Ramadhani - Editor: Victor Mambor
Noken

Utusan khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani (pakai topi) sedang belajar merajut noken bersama putri noken Marlita Youlanda Kasipdana (pakai salempang) di Hutan Kotanopi-CPI Hiroshi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (25/12/2025).-Jubi/Fitri Ramadhani

Sentani, Jubi – Utusan khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mengatakan jantung pariwisata adalah budaya. Hal itu disampaikan saat kunjungan ke Hutan Kotanopi-CPI Hiroshi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (25/12/2025). Dalam kunjungan tersebut Zita ikut menanam pohon sebagai bahan baku membuat noken dan mencoba belajar merajut Noken bersama duta dan putri Noken, walaupun tak sampai selesai.

“Ternyata membuatnya tidak semudah itu,” katanya.

RELATED POSTS

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

Apa isi dalam bilum? Tas rajut ikonik Papua Nugini

Wakil Rektor Uncen: Pembangunan Papua harus mengedepankan pendekatan budaya

Zita mengatakan Noken adalah warisan budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO. Oleh karena itu, kedatangannya mengunjungi duta dan komunitas noken untuk melihat aktivitasnya.

“Jadi ini bukan hanya heritage dari nasional, tapi juga sudah heritage dunia,” katanya.

Menurutnya untuk pengembangan pariwisata di Papua, hal pertama yang dilakukan adalah menjaga alam.

“Makanya saya banyak keliling ke kampung-kampung wisata juga untuk melestarikan budayanya dan juga mengedukasi masyarakatnya untuk kita sama-sama menjaga alamnya,” katanya.

Selain itu, Zita juga membangun komunikasi dengan kepala daerah dan dinas pariwisata untuk menggagas konsep pariwisata yang nanti diterapkan di dalam pembangunan daerah, yaitu pariwisata berkelanjutan.

Lalu, saat ditanya soal pengembangan hutan Kotanopi itu sendiri, ia mengaku masih mengamati.

“Ya hari ini kita kunjungi, kita lihat nanti potensinya seperti apa. Saya juga baru pertama kali ke sini, jadi kita lihat dulu,” katanya.

Duta Noken Papua, Marshall Suebu, mengatakan adanya kunjungan utusan presiden bidang pariwisata ini diharapkan dapat mendukung, membantu dan mengembangkan hutan Kotanopi bukan hanya di Jayapura, tetapi seluruh Tanah Papua.

“Kami lagi kembangkan hutan Kotanopi (Koleksi Tanaman Noken Papua Indonesia) yang sudah dilaporkan ke UNESCO.Tadi, kami sudah laporkan ke utusan khusus dan nanti mungkin kami akan buat semacam proposal pikiran-pikiran kita,” katanya.

Suebu, sebagai penggagas hutan Kotanopi dan duta Noken Papua, mengaku selain mendorong hutan asli dan buatan, ia juga ingin memastikan hutan yang terdapat bahan baku Noken itu dibuatkan regulasi agar terlindungi.

Putri Noken, Marlita Youlanda Kasipdana (18 tahun) menyambut senang hati utusan presiden tersebut datang melihat budaya Papua, khususnya noken.

Katanya, sekarang anak muda lebih banyak lebih tertarik dengan tas-tas modern, bukan tradisional seperti noken. Sehingga, sebagai putri Noken, dia ingin membantu untuk mengembangkan budaya, khususnya tas tradisional.

Kasipdana mengenal noken sejak kecil. Dia belajar merajut dari umur sembilan tahun. Menurutnya, merajut noken bukan soal ketertarikan, tetap sudah harus.

“Jadi bukan tertarik, tapi memang sudah harus. Kita kan sebagai generasi Papua, kalau di sini ada beberapa suku bilang ‘gadis-gadis yang sudah bisa untuk belajar noken itu berarti mereka sudah siap untuk menjadi perempuan dewasa’,” katanya. (*)

Tags: Budayanokenpariwisata
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara