Jayapura, Jubi – Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif di Tanah Papua. Tingkat kontribusinya berada pada peringkat III di Indonesia timur, dan ke-15 secara nasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Faturachman menyatakan tren tersebut sejalan dengan meningkatnya optimisme masyarakat dan realisasi investasi di Tanah Papua. Selain itu, ditopang sistem keuangan yang kuat, di antaranya peningkatan pertumbuhan kredit perbankan.
“Inflasi tahunan juga menunjukan tren yang makin terkendali sehingga mendekati target inflasi nasional, yakni 2,5 persen. Namun, tekanan inflasi, terutama dari komoditas pangan perlu diwaspadai saat menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Faturachman dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Papua, Selasa (3/12/2024).
Dia memastikan BI tetap berkomitmen dalam memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi gejolak harga pangan di Tanah Papua. Berbagai upaya pun telah mereka lakukan, di antaranya pembentukan Jaringan Petani Papua Berdaya (Janipa), gerakan pangan murah, dan kerja sama antardaerah dalam mengendalikan inflasi.
“Perekonomian [Tanah] Papua masih menghadapi tantangan pada 2025. Produksi tambang diperkirakan menurun 3,50–4,5 persen. Maka, sinergitas lintas sektoral mesti diperkuat agar perekonomian tumbuh lebih tinggi,” kata Faturachman.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Papua Setyo Wahyudi menyatakan sinergitas antarlembaga menjadi kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berdaya tahan tinggi. Sinergitas tersebut telah berjalan baik di Papua.
“Kerja sama itu membuahkan hasil yang manis. Ekonomi Papua mencatatkan pertumbuhan positif, hingga triwulan III tahun 2024. Pencapaian itu tentu berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Setyo.
Setyo menilai sinergitas lintas sektoral makin penting untuk meningkatkan pencapaian pada tahun depan. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu pemerintahan daerah dalam mengendalikan inflasi, mempercepat digitalisasi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
“Capaian pertumbuhan ekonomi diwujudkan melalui pengembangan sektor UMKM [Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah]. Semua upaya ini untuk memperkuat stabilitas perekonomian demi wujudkan Indonesia Maju, serta Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera,” kata Setyo. (*)











Discussion about this post