Washington, Jubi – Badai Helene berdampak parah di Carolina Utara, Amerika Serikat. Ribuan penduduk mengungsi, dan berjuang di tempat-tempat penampungan di tengah puing-puing, pemadaman listrik, serta kekurangan bahan bakar.
Direktur Eksekutif kelompok advokasi Democracy Green Sanja Whittington mengatakan puing-puing besar bangunan dan pepohonan tumbang telah memblokade jalan serta merusak rumah warga. Banyak warga juga terjebak di rumah dan kehilangan tempat tinggal akibat Badai Helene.
“Listrik tidak tersedia di sekitar 37 kabupaten, dan krisis bahan bakar terjadi McDowell, Rutherford, Burke, Hendersonville, Canton, serta kabupaten lain. Selain itu, kelangkaan air minum karena toko-toko membatasi penjualan di bagian barat Carolina Utara,” kata Whittington kepada Sputnik, Rabu, waktu setempat.
Menurut Whittington, Democracy Green menjadi satu-satunya kelompok sukarelawan yang melayani setiap kabupaten terdampak Badai Helene di bagian barat Carolina Utara. Mereka menggalang dana dan memberi bantuan bagi warga setempat dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami akan membutuhkan banyak sukarelawan dan bantuan dalam satu hingga tiga bulan [ke depan] ketika liputan media mulai mereda. Saat itulah orang-orang [penyintas] akan dilupakan meskipun mereka sebenarnya masih sangat membutuhkan bantuan,” kata Whittington.
Badai Helene menyebabkan kerusakan luas di Florida, Georgia, Alabama, Tennessee, Carolina Utara, dan Carolina Selatan. Korban jiwa akibat Badai Helene mencapai setidak 166 orang, hingga Senin malam. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan mengingat operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Carolina Utara menjadi daerah dengan lokasi terparah. CNN dan CBS News, mengutip keterangan pejabat setempat, melaporkan terdapat sedikitnya 56 kematian akibat Badai Helene di California Utara.
Sebanyak 35 kematian, di antaranya terjadi di Buncombe County, di wilayah pegunungan dekat Kota Asheville. Banjir bandang dan tanah longsor mengubur rumah serta bangunan lain.
“Kami melihat tumpukan rumah yang hancur, gedung yang rusak, dan mobil-mobil terbalik. Kabel listrik terlihat seperti spageti. Sulit menggambarkan kekacauan itu. Rasanya benar-benar seperti adegan pasca-apokaliptik,” kata Walikota Asheville Esther Manheimer dalam konferensi pers.
Upaya pencarian, dan penyelamatan terhadap para korban, terhambat banjir, yang menutup akses ratusan jalan. Banyak warga juga terjebak di atap rumah mereka selama berhari-hari akibat banjir.
“Ini adalah tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memerlukan respons cepat. [Data] korban jiwa diperkirakan bertambah saat tim penyelamat mencapai daerah terpencil yang terisolasi banjir,” kata Gubernur North Carolina Roy Cooper dalam konferensi pers.

Kerahkan 1.000 tentara
Badai Helene mencapai daratan di Pantai Teluk Florida pada Kamis malam, pekan lalu. Terjangan badai menciptakan jalur kehancuran sekitar 1.000 kilometer hingga ke negara bagian pesisir Atlantik di Carolina.
Presiden Joe Biden telah memerintahkan pengerahan 1.000 tentara untuk membantu upaya tanggap darurat dan pemulihan di Carolina Utara. Pengumuman itu disampaikan menjelang kunjungannya ke Carolina Utara dan Carolina Selatan pada Rabu, waktu setempat.
“Presiden Biden telah memerintahkan Departemen Pertahanan mengerahkan hingga 1.000 tentara guna mendukung pengiriman makanan, air, dan kebutuhan penting lain [ke lokasi terdampak badai]. Mereka juga akan menyediakan tenaga tambahan serta logistik sehingga Badan Manajemen Darurat Federal dan lembaga lain dapat menjangkau secepat mungkin area paling parah.” Demikian pernyataan resmi Gedung Putih yang dikutip Sputnik.
Menurut Biden, para tentara memiliki kekuatan dan kemampuan logistik untuk menyelesaikan tugas vital tersebut. Mereka dapat mempercepat pengiriman makanan, air minum, dan obat-obatan kepada para penyintas Badai Helene.
Badai Helene meluluhlantakkan wilayah Florida, Georgia, dan Carolina. Badai Helene menjadi badai terdahsyat kedua, setelah Badai Katrina pada 2005 yang melanda Amerika Serikat dalam setengah abad terakhir. Presiden Biden telah menetapkan status darurat bagi Florida, Georgia, Alabama, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Tennessee. (*)











Discussion about this post