Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Transportasi, lapak dan modal usaha jadi masalah pedagang asli Papua

April 9, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: admin - Editor: Angela Flassy
pedagang

Mama-Mama Pedagang Papua Kabupaten Sorong, anggota P2MPKS melakukan pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Sorong, Rabu (8/4/2026). - Jubi/P2MPKS

Sorong, Jubi – Mama-Mama Pedagang Papua Kabupaten Sorong, anggota P2MPKS melakukan pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (8/4/2026). Dalam pertemuan ini para Perempuan asli Papua ini menyampaikan tingginya biaya transportasi, tempat berjualan dan modal usaha untuk menghidupi keluarga mereka.

Lebih dari 100 orang Mama-Mama Pedagang Papua perwakilan kelompok (kampung), Ketua P2MPKS, Levina Duwith dan pendamping, Yohanis Mambrasar menghadiri pertemuan ini. Mereka berbicara kepada perwakilan pemerintah Kabupaten Sorong yang diwakili oleh Asisten 2 Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bupati bidang perekonomian, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Sorong, Kabid Perencanaan Bappeda Kabupaten Sorong, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Kepala Satpol PP.

RELATED POSTS

P2MPKS desak transparansi bantuan modal usaha mikro senilai Rp10 Miliar

Tak ditemu Gubernur, P2MPKS akan kembali demo Rabu ini

Penerima bantuan bukan pedagang, P2MPKS demo ke Kantor Gubernur PBD

Membuka pertemuan ini, kepada perwakilan pemerintah, pendamping, Yohanis Mambrasar menjelaskan kondisi buruk mama-mama Pedagang Papua saat ini, perjuangan pemenuhan hak-hak mama-mama yang telah dilakukan selama setahun pada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atau PBD, serta pewadahan mama-mama pedagang Papua dalam P2MPKS. Pendamping juga menyoroti Dana Otsus yang tidak dirasakan oleh mama-mama pedagang Papua.

Selanjutnya, tujuh orang koordinator kelompok pedagang mama-mama diberikan kesempatan untuk menjelaskan masalah-masalah mama-mama Pedagang Papua dan apa kebutuhan kelompoknya. Ketujuh perwakilan mama-mama ini secara langsung menjelaskan masalah-masalah yang selama ini mereka hadapi.

Mama Kesya Asrima menjelaskan masalah yang dihadapi oleh mama-mama di wilayah Slakma, Sayosa hingga Snook dan Maudus, ia mengatakan masalah utama mereka adalah transportasi yang sangat mahal dan juga minimnya tempat jualan di pasar.

“Kami membayar Rp3 juta untuk kendaraan untuk sampai ke pasar. Padahal kami hanya membawa sedikit jualan, dan pendapatan hasil jualnya hanya 200 -300 ribu rupiah sekali jual,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah telah membangun Pasar Mariat di wilayahnya, tetapi karena letaknya tidak strategis, minim pembeli dan sepi. “Kami mama-mama tidak bisa berjualan di pasar yang sepi pembeli,” katanya.

Mama Mince Malibela mewakili mama-mama dari Distrik Klayili juga mengatakan hal yang serupa. Transportasi yang mahal membuat para mama-mama ini kesulitan menjual hasil kebun mereka. “Kami minta pemerintah bantu untuk menyediakan transportasi, juga modal usaha. Dalam bentuk koperasi simpan pinjam juga bisa,” katanya. Ia juga mendorong pemerintah untuk membangun pasar bagi mama-mama Papua di tempat strategis agar mereka tidak harus ke kota untuk memasarkan hasil kebun mereka.

Mama Matseba Yadanfi mewakili mama-mama dari Distrik Klamono mengungkap situasinya bersama para pedagang Klamono di Pasar Remu.

“Kami mama pedagang dari Klamono datang jualan di Pasar Remu, kami saling berebut tempat jualan dengan pedagang lainnya, hingga terkadang kami sering berkelahi berebut tempat antar kami sesama pedagang Papua.”

“Kami jualan sampai malam kami tidur di meja-meja jualan, kami harus bayar tempat jualan pada pedagang Nusantara, pemilik toko dan juga lampu yang kami gunakan.”

“Wilayah kami Klamono menjadi tempat pengambilan minyak oleh perusahaan Petrochina/ petrogas, kami memberikan sumbangsih besar bagi APBD Kabupaten, tapi tidak ada transportasi pedagang untuk antar kami mama-mama ke Pasar, kami harus bayar mobil jalur dengan harga mahal.”

Mama Matseba pun meminta pemerintah membangun tempat jualan atau lapak yang bagi mereka di Pasar Remu.

Mama Dili Momot dari Distrik Buk, distrik di pedalaman Kabupaten Sorong yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sorong Selatan menyampaikan kesulitan transportasi. Mereka harus membayar transportasi yang dikelola swasta denga tarif Rp3-4 Juta pulang-pergi perjalanan ke pasar ke kampung. Dengan hasil kebun pisang dan sayur, pendapatannya sangat minim jika dibandingkan dengan biaya kendaraan yang mahal. Padahal hasil berjualan ini adalah satu-satunya pendapatannya untuk hidup sehari-hari dan untuk membiayai sekolah anaknya. Mama Dolly meminta pemerintah membantu menyediakan transportasi pedagang dan juga modal usaha simpan pinjam yang dikelola koperasi.

Menanggapi berbagai persoalan mama-mama pasar dan juga masukan-masukan yang disampaikan, kepala bidang atau Kabid Perencanaan Bappeda Kabupaten Sorong, Agata F. Tenau mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Sorong akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Sorong untuk penyediaan tempat jualan yang baik bagi mama-mama pedagang di Pasar Remu, yang terletak di Kota Sorong. Ia juga mengatakan akan mendorong pemerintah provinsi untuk menyediakan kendaraan umum untuk pedagang.

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Sorong, Marthen Pajala mengatakan pemerintah Kabupaten Sorong selama ini telah menggunakan dana Otsus untuk menyediakan fasilitas usaha seperti tenda atau kontainer dan sudah dibagikan bagi pedagang Papua. Ia pun mengatakan untuk bantuan modal usaha bagi mama- mama pedagang dapat diusulkan, sesuai mekanisme maka data-data pedagang anggota P2MPKS bisa diajukan pada program tahun berikutnya, Tahun 2027.

Menanggapi penjelasan Kepala Dinas Koperindag dan Kepala Bidang Perencanaan, pendamping P2MPKS, Yohanis Mambrasar mendorong Dinas Koperindag untuk lebih progres menanggapi aspirasi mama-mama dengan menyiapkan program yang lebih konkret, sehingga mama tidak menunggu hingga setahun lagi.

“Seandainya Dinas Koperindag untuk dapat menyiapkan program bantuan modal usaha yang dapat dimasukkan dalam sidang perubahan nanti, saya rasa itu sangat baik,” katanya.

Di akhir pertemuan, ketua P2MPKS mewakili semua mama-mama pedagang membacakan aspirasi dan menyerahkan dokumennya kepala dinas Koperindag yang memuat aspirasi,

Pemerintah memberikan modal usaha dalam bentuk bantuan modal usaha tunai dan bantuan modal usaha berbentuk modal simpan pinjam yang dikelola oleh koperasi;

Pemerintah menyediakan tempat jualan yang layak di Pasar Remu;

Pemerintah menyediakan fasilitas jualan berupa pondok jualan di kompleks-komples, meja dan tenda jualan untuk pedagang pinang dan minyak diemperan jalan;

Pemerintah menyediakan tranaportasi pedagang sesuai rute pedagang pada distrik masing-masing.

Pertemuan ini dilaksanakan atas undangan pemerintah Kabupaten Sorong merespon surat permohonan audiensi yang diajukan sebelumnya oleh Perkumpulan Perempuan Mama-Mama Pedagang Kota Sorong (P2MPKS) pada Januari 2026. P2MPKS adalah wadah yang dibentuk para Perempuan Pedagang Asli Papua untuk seluruh pedagang di Provinsi Papua Barat Daya. (*)

Tags: Koperasi Mama-Mama Pedagang Asli PapuaP2MPKS
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara