Sorong, Jubi – Ratusan pedagang yang tergabung dalam Pasar Pedagang Mama-mama Papua atau P2MPKS menuntut kejelasan janji modal usaha Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Mereka menegaskan akan melakukan aksi lanjutan besar-besaran pada Rabu mendatang jika Gubernur kembali menghindari pertemuan dan tidak menemui langsung para pedagang ini.
Pendamping sekaligus kuasa hukum pedagang mama-mama Papua, Yohanis Mambrasar menyebut aksi demonstrasi di Kantor Gubernur PBD sebagai puncak kekecewaan.
“Ini bentuk protes karena janji Gubernur tidak ditepati. Kami sudah komitmen sejak April,” kata Yohanis saat di wawancarai usai aksi, Senin (15/12/2025).
Ia juga menyebut telah dua kali bertemu langsung dengan Gubernur Elisa Kambu yang berjanji menyiapkan program modal usaha.
“Saat kami diminta data, dan dikasih waktu dua minggu, kami kerja siang malam, lalu serahkan ke dinas, ujarnya.
Namun, setelah data diserahkan tidak ada tindak lanjut yang jelas dari pemerintah kami tunggu, tunggu, tidak ada hasil.
“Pada pertemuan berikutnya, Gubernur kembali menjanjikan realisasi program dan meminta dinas segera mengeksekusi. Kami ajukan 1.740 data tahap pertama dari total 4.000 pedagang,” unjarnya.
Namun saat program diluncurkan secara simbolis, jumlah penerima justru sangat kecil, sekitar 150 sampai 400 orang dan bukan yang terdata oleh P2MPKS.
“Banyak penerima bantuan bukan pedagang, bahkan bukan OAP. Ada anak-anak muda, ada yang bukan pengusaha, ada indikasi tim sukses Gubernur,” katanya.
Menurut Yohanis, hal ini mengarah pada dugaan penyalahgunaan Dana Otonomi Khusus untuk rakyat Papua, sebab dana Otsus bukan untuk kepentingan politik.
“Hari ini kekecewaan mama mama memuncak ketika massa aksi tidak diterima oleh Gubernur maupun perwakilan Pemprov. Kami datang baik baik, tapi gerbang ditutup dan ini penghinaan bagi mama mama Papua,” ujar Yohanis.
Akibat gerbang yang dikunci, pata pedagan perempuan itu mendorong pagar hingga roboh agar dapat berorasi di halaman kantor Gubernur Papua Barat Daya.
Massa menyatakan akan kembali turun dengan jumlah lebih besar jika tuntutan tidak direspons dan pemerintah terus menutup mata, perjuangan mama-mama Papua.(*)











Discussion about this post