Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Massa desak Kapolda PBD tetapkan tersangka penyiksa Ortisan dan penembak Maikel

October 16, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M Kaliele - Editor: Angela Flassy
Massa aksimemberikan tuntunnya yang di terima langsung oleh Kapolres Sorong Kota, Rabu (15/10/2025). - Jubi / Gamaliel

Massa aksimemberikan tuntunnya yang di terima langsung oleh Kapolres Sorong Kota, Rabu (15/10/2025). - Jubi / Gamaliel

Sorong, Jubi – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Sorong Raya untuk Pembebasan Tahanan Politik se-Indonesia turun ke jalan pada Rabu (15/10/2025), menuntut aparat Kapolda Papua Barat Daya dan Kapolresta Sorong Kota  mengusut tuntas dua kasus kekerasan yang menimpa warga Kota Soronggm Ortisan Tarage dan Maikel Welerubun.

Koordinator aksi, menegaskan bahwa masyarakat Papua sudah muak dengan kekerasan aparat yang berulang dan impunitas tanpa keadilan.

RELATED POSTS

10 bulan berlalu, dugaan penyiksaan seorang warga baru tahap klarifikasi

Serangan bom media Jubi dan PSN jadi sorotan peringatan hari HAM di Sorong

Abraham Gaman: Perjuangan Damai Papua sesuai hukum internasional

“Kami tidak akan berhenti bicara sampai pelaku penyiksaan terhadap saudara Ortisan Tarage ditetapkan sebagai tersangka. Ini soal nyawa dan martabat manusia Papua,” ujarnya di depan barikade polisi.

Menurut Jenner, kasus penyiksaan terhadap Ortisan Tarage bukan peristiwa tunggal. Ia menilai kekerasan aparat telah menjadi pola yang dibiarkan terus berlangsung.

“Sudah terlalu banyak tubuh anak muda Papua yang disiksa, dipukul, disetrum, lalu dibunuh. Pelakunya dilindungi oleh institusi. Itu bukan penegakan hukum—itu kejahatan negara,” tegasnya.

Jenner juga menuding pihak kepolisian tidak memiliki hati nurani. “Jangan cuma klarifikasi di media. Kalau Kapolda punya hati nurani, tetapkan tersangka dan buka penyidikan secara terbuka,” katanya lantang.

Ia menilai tindakan penyiksaan terhadap Ortisan Tarage mencoreng nama kepolisian di Tanah Papua. “Polisi seharusnya melindungi, bukan menyiksa. Tapi di sini mereka bertindak seperti algojo. Kalau hukum tidak bekerja, jangan salahkan rakyat kehilangan kepercayaan,” tambahnya.

Sementara itu, Rizald David Kinho, aktivis HAM di Sorong, menyoroti kasus penembakan Maikel Welerubun pada 27 Agustus 2025. Ia menyebut peristiwa itu sebagai pelanggaran serius terhadap hak hidup warga sipil.

“Itu bukan penembakan spontan, tapi dilakukan terang-terangan di depan publik. Sampai hari ini pelakunya belum diproses. Ini penghinaan terhadap rasa keadilan,” ujar Rizald.

Rizald menuturkan, keluarga korban, pendamping hukum, dan Komnas HAM Perwakilan Papua sudah berulang kali meminta penjelasan ke Kepolisian, namun tanpa hasil.

“Sudah hampir dua bulan, tapi tak ada kemajuan penyelidikan. Polisi hanya diam, seolah nyawa anak Papua tak berharga. Ini bukti sistem hukum lumpuh total,” katanya.

Ia menduga ada upaya sistematis untuk melindungi pelaku.“Kalau serius, pelakunya sudah ditangkap sejak lama. Tapi kalau sampai hari ini belum ada tersangka, berarti sistemnya memang sengaja dibuat untuk menutupi kebenaran,” ujarnya.

Rizald juga memperingatkan Kapolda Papua Barat Daya agar tidak mempermainkan rasa keadilan publik.
“Kalau Kapolda tak mampu, lebih baik mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Di hadapan massa, Jenner menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk perlawanan terhadap negara, melainkan tuntutan agar negara hadir secara benar.

“Kami turun ke jalan karena keadilan tak pernah turun ke bumi Papua. Setiap kali rakyat bicara, negara jawab dengan gas air mata. Setiap kali rakyat minta keadilan, polisi jawab dengan pentungan. Ini negara hukum atau negara kekerasan?” ujarnya.

Jenner menambahkan, masyarakat Papua Barat Daya tak akan diam.

“Kami akan terus bersuara sampai pelaku penyiksaan Ortisan Tarage dan penembak Maikel Welerubun diadili terbuka. Jangan kira rakyat tidak tahu siapa pelakunya—kami tahu, kami pantau,” katanya.

Rizald menilai tindakan brutal aparat sudah menjadi penyakit institusional yang dibiarkan.

“Kasus demi kasus terjadi di Sorong, tapi tak pernah ada satu pun polisi yang benar-benar dihukum. Kalau negara tak berani bersihkan aparatnya sendiri, berarti negara ikut bersalah,” ujarnya tajam.

Ia juga mengkritik diamnya pejabat daerah dan DPR Papua Barat Daya. “Di mana suara pejabat-pejabat daerah itu? Di mana anggota dewan yang katanya wakil rakyat? Kenapa mereka diam ketika rakyatnya disiksa dan dibunuh?” seru Rizald.

Keduanya menyebut aksi di Sorong merupakan bagian dari gerakan nasional solidaritas rakyat di berbagai daerah, mulai dari Jayapura, Manokwari, Fakfak, hingga Jakarta.

“Negara jangan anggap ini gerakan kecil. Kalau keadilan terus diabaikan, jangan salahkan kami kalau rakyat turun dengan jumlah lebih besar,” kata Jenner.

Rizald menegaskan, penyelesaian dua kasus tersebut menjadi ujian moral bagi Kapolda Papua Barat Daya.“Apakah beliau berpihak pada rakyat atau pada pelaku? Kalau Kapolda berani tetapkan tersangka, rakyat akan hormat. Tapi kalau tidak, rakyat akan terus lawan,” ujarnya.

Jenner menegaskan perjuangan rakyat ini tidak akan berhenti. “Suara rakyat tidak bisa dibungkam. Tegakkan hukum bagi pelaku penyiksaan dan penembakan—itu harga mati,” ujarnya.(*)

Tags: Aksi SolidaritasKapolda Papua Barat DayaKota Sorong
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara