Dekai, Jubi – Penasihat klasis Gereja Gidi Klasis Holuwon, Pdt. Budi Bahabol atas nama keluarga besar Distrik Holuwon menyampaikan dukacita dan sangat menyesal atas pembunuhan Melani Wamea (31), tenaga pendidik di Sekolah Jhon D. Wilson Holuwon Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (10/10/2025).
“Kami turut berdukacita sampaikan kepada Bapak Paska sebagai suami, Keluarga Besar Biak, Serui dan di Jayapura. Kami turut berduka. Turut berbelasungkawa kepada Jhon Wilson, Jonathan, Malkom Wilson, Mama Gloria, terima kasih kalian baik untuk daerah ini,” katanya dalam pertemuan yang digelar di Aula Gereja GIDI Filadelfia klasis Holuwon, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, ibu guru Melani Wamea tidak hanya memberikan hati dan jiwa buat anak-anak, tetapi juga untuk seluruh masyarakat di wilayah ini. “Melalui Yayasan Yapenda sudah banyak melayani kami, sudah buka sekolah dan tanam pohon penghijauan yang teman-teman lakukan baru hal ini terjadi, maka kami turut berduka,” kata Pdt. Budi dengan mencucurkan air mata.
Baginya kejadian ini cukup mengagetkan mereka. Sebab sudah cukup lama misionaris dan guru masuk ke wilayah ini, namun pembunuhan ibu guru Melani ini merupakan kejadian pertama.
“Kami pengalaman orang Holuwon. Guru-guru dari Paniai datang, orang Genyem datang, orang Lani datang dari dulu. Jemaat ini benar-benar jaga guru dari dulu. Tidak pernah terjadi tetapi ini baru pertama kali terjadi,” katanya.
Untuk itu ia mengutuk tindakan pembunuhan ini dan meminta kepada aparat keamanan untuk segera menangkap pelaku dan menghukum pelaku sesuai perbuatannya.
“Kami semua tua-tua dan kami semua yang ada di sini kami tolak. Kami kutuk!” katanya.
Sementara itu Kepala Distrik Holuwon, Natan Esanggoet menyatakan kesedihannya, dan kehilangan yang besar bagi masyarakat di Distrik Holuwon atas kematian salah satu guru terbaik ini.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada bapak kepala sekolah, atas kejadian pembunuhan kepada ibu Melani,” katanya.
Untuk itu Gereja Gidi Klasis Holuwon, Kepala Distrik Holuwon dan masyarakat membentuk tim investigasi untuk menelusuri sebab pembunuhan Ibu Guru Melani Wamea di Distrik Holuwon.
Almarhumah Melani Wamea (31), meninggal dunia usai ditikam orang tak dikenal (OTK), Jumat (10/10/2025). Saat itu almarhumah bersama guru lainnya dan para siswa sedang berjalan menuju lokasi penghijauan untuk melakukan penanaman pohon. Mereka dihadang OTK yang membawa senjata tajam dan almarhumah diserang hingga terluka dan meninggal dunia. (*)











Discussion about this post