Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

UNOC 2025 di Prancis: Kolaborasi Global Atasi Krisis Laut

June 10, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
UNOC

Konferensi Kelautan PBB di Kota Nice, French Riviera, Prancis, menjadi tuan rumah acara global penting. Konferensi ini mendapat perhatian dan kritik dari 49 LSM di Pasifik. Diselenggarakan pada 9–13 Juni 2025, konferensi ini mempertemukan pemimpin dunia, ilmuwan, dan aktivis untuk mencari solusi atas tantangan kelautan global. – Jubi/Kedutaan Besar Prancis di Amerika Serikat

Jayapura, Jubi – Pada 2025, Kota Nice yang megah di French Riviera, kawasan wisata pantai terkenal di Prancis, menjadi tuan rumah sebuah acara global yang sangat penting: Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOC). Konferensi ini menarik perhatian, sekaligus kritik, dari 49 LSM di Pasifik. Diselenggarakan pada 9–13 Juni 2025, pertemuan besar ini mempertemukan para pemimpin, pakar, ilmuwan, dan aktivis dari seluruh dunia untuk mengatasi tantangan mendesak yang dihadapi lautan.

“Konferensi ini menjanjikan akan menjadi momen penting dalam pencarian solusi berkelanjutan untuk melindungi ekosistem laut kita,” demikian dikutip test.jubi.id dari laman resmi engagedforocean.org, Selasa (10/6/2025).

RELATED POSTS

Presiden Polinesia Prancis Umumkan Kawasan Laut yang Sangat Dilindungi

Konferensi ini telah menetapkan tujuan ambisius untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi lautan dunia, antara lain:

  1. Melindungi Keanekaragaman Hayati Laut: Fokus pada penguatan langkah-langkah perlindungan spesies laut terancam punah dan promosi strategi pelestarian ekosistem laut yang rapuh.
  2. Memerangi Polusi Laut: Menghadapi ancaman seperti polusi plastik, tumpahan minyak, dan bentuk polusi lainnya. Para peserta akan mengeksplorasi solusi inovatif untuk mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lautan.
  3. Perubahan Iklim dan Pengasaman Laut: Membahas hubungan antara perubahan iklim dan dampaknya terhadap laut, termasuk pengasaman, dengan eksplorasi langkah mitigasi dan adaptasi.
  4. Pembangunan Berkelanjutan di Sektor Maritim: Diskusi difokuskan pada promosi praktik berkelanjutan di sektor perikanan, akuakultur, transportasi maritim, dan pariwisata pesisir.

Para peserta dan pembicara dalam Konferensi Kelautan 2025 sangat beragam, mulai dari kepala negara, peneliti terkenal, perwakilan organisasi nonpemerintah, hingga pelaku industri maritim. Keberagaman ini memungkinkan terciptanya diskusi holistik yang kaya perspektif dalam merespons isu-isu kelautan.

Sesi dan Tema Utama

Konferensi akan dibagi dalam sesi interaktif, meja bundar, dan presentasi dengan berbagai tema utama, antara lain:

  • Konservasi Laut dan Kawasan Lindung: Membangun dan memelihara kawasan lindung laut untuk pelestarian keanekaragaman hayati.
  • Inovasi Teknologi untuk Keberlanjutan: Pemanfaatan teknologi bersih, pemantauan satelit, dan perangkat digital untuk perlindungan laut.
  • Keterlibatan dan Kesadaran Masyarakat: Mendorong keterlibatan masyarakat lokal dan publik dalam perubahan perilaku demi keberlanjutan laut.
  • Pembiayaan Konservasi Laut: Mengembangkan mekanisme keuangan inovatif bagi inisiatif riset, konservasi, dan restorasi.

Dampak yang Diharapkan

UNOC 2025 bukan hanya forum diskusi, tetapi juga batu loncatan menuju aksi nyata. Beberapa hasil yang diharapkan meliputi:

  • Penguatan Perjanjian Internasional: Peneguhan Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan eksplorasi perjanjian baru yang mengikat.
  • Mobilisasi Pendanaan: Upaya menggalang dana dari sektor publik dan swasta guna mendukung proyek pelestarian laut.
  • Kemitraan Multipihak: Pembentukan kemitraan kuat antara pemerintah, sektor bisnis, LSM, dan masyarakat sipil untuk tindakan bersama yang terkoordinasi.

Mengapa Engaged for Ocean Relevan untuk UNOC 2025?

Komitmen keuangan sektor swasta dalam pelestarian laut dinilai krusial, mengingat dampak signifikan aktivitas bisnis terhadap ekosistem laut. Beberapa alasannya:

  • Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Semakin banyak konsumen menuntut perusahaan menunjukkan tanggung jawab lingkungan.
  • Mengurangi Dampak Negatif: Investasi pada teknologi bersih dan praktik berkelanjutan membantu meminimalkan dampak negatif industri terhadap laut.
  • Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan: Dorongan bagi munculnya solusi kreatif di sektor ekonomi biru.
  • Manajemen Risiko Jangka Panjang: Mengantisipasi gangguan rantai pasok, regulasi lingkungan, dan stabilitas ekonomi.
  • Peluang Ekonomi Berkelanjutan: Sektor akuakultur, energi laut terbarukan, dan pariwisata bertanggung jawab menawarkan potensi pertumbuhan.
  • Menjawab Ekspektasi Investor: Perusahaan yang aktif dalam isu keberlanjutan laut cenderung lebih menarik bagi investor yang menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

Kesimpulannya, komitmen finansial sektor swasta terhadap pelestarian laut bukan hanya pilihan moral, melainkan juga strategi ekonomi yang bijak. Investasi ini berkontribusi pada masa depan yang lebih lestari bagi planet dan generasi yang akan datang. (*)

Tags: Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-BangsaKrisis LautUNOC 2025
ShareTweetSendShareShare
Admin2

Admin2

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara