Jayapura, Jubi – Pada 2025, Kota Nice yang megah di French Riviera, kawasan wisata pantai terkenal di Prancis, menjadi tuan rumah sebuah acara global yang sangat penting: Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOC). Konferensi ini menarik perhatian, sekaligus kritik, dari 49 LSM di Pasifik. Diselenggarakan pada 9–13 Juni 2025, pertemuan besar ini mempertemukan para pemimpin, pakar, ilmuwan, dan aktivis dari seluruh dunia untuk mengatasi tantangan mendesak yang dihadapi lautan.
“Konferensi ini menjanjikan akan menjadi momen penting dalam pencarian solusi berkelanjutan untuk melindungi ekosistem laut kita,” demikian dikutip test.jubi.id dari laman resmi engagedforocean.org, Selasa (10/6/2025).
Konferensi ini telah menetapkan tujuan ambisius untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi lautan dunia, antara lain:
- Melindungi Keanekaragaman Hayati Laut: Fokus pada penguatan langkah-langkah perlindungan spesies laut terancam punah dan promosi strategi pelestarian ekosistem laut yang rapuh.
- Memerangi Polusi Laut: Menghadapi ancaman seperti polusi plastik, tumpahan minyak, dan bentuk polusi lainnya. Para peserta akan mengeksplorasi solusi inovatif untuk mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap lautan.
- Perubahan Iklim dan Pengasaman Laut: Membahas hubungan antara perubahan iklim dan dampaknya terhadap laut, termasuk pengasaman, dengan eksplorasi langkah mitigasi dan adaptasi.
- Pembangunan Berkelanjutan di Sektor Maritim: Diskusi difokuskan pada promosi praktik berkelanjutan di sektor perikanan, akuakultur, transportasi maritim, dan pariwisata pesisir.
Para peserta dan pembicara dalam Konferensi Kelautan 2025 sangat beragam, mulai dari kepala negara, peneliti terkenal, perwakilan organisasi nonpemerintah, hingga pelaku industri maritim. Keberagaman ini memungkinkan terciptanya diskusi holistik yang kaya perspektif dalam merespons isu-isu kelautan.
Sesi dan Tema Utama
Konferensi akan dibagi dalam sesi interaktif, meja bundar, dan presentasi dengan berbagai tema utama, antara lain:
- Konservasi Laut dan Kawasan Lindung: Membangun dan memelihara kawasan lindung laut untuk pelestarian keanekaragaman hayati.
- Inovasi Teknologi untuk Keberlanjutan: Pemanfaatan teknologi bersih, pemantauan satelit, dan perangkat digital untuk perlindungan laut.
- Keterlibatan dan Kesadaran Masyarakat: Mendorong keterlibatan masyarakat lokal dan publik dalam perubahan perilaku demi keberlanjutan laut.
- Pembiayaan Konservasi Laut: Mengembangkan mekanisme keuangan inovatif bagi inisiatif riset, konservasi, dan restorasi.
Dampak yang Diharapkan
UNOC 2025 bukan hanya forum diskusi, tetapi juga batu loncatan menuju aksi nyata. Beberapa hasil yang diharapkan meliputi:
- Penguatan Perjanjian Internasional: Peneguhan Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan eksplorasi perjanjian baru yang mengikat.
- Mobilisasi Pendanaan: Upaya menggalang dana dari sektor publik dan swasta guna mendukung proyek pelestarian laut.
- Kemitraan Multipihak: Pembentukan kemitraan kuat antara pemerintah, sektor bisnis, LSM, dan masyarakat sipil untuk tindakan bersama yang terkoordinasi.
Mengapa Engaged for Ocean Relevan untuk UNOC 2025?
Komitmen keuangan sektor swasta dalam pelestarian laut dinilai krusial, mengingat dampak signifikan aktivitas bisnis terhadap ekosistem laut. Beberapa alasannya:
- Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Semakin banyak konsumen menuntut perusahaan menunjukkan tanggung jawab lingkungan.
- Mengurangi Dampak Negatif: Investasi pada teknologi bersih dan praktik berkelanjutan membantu meminimalkan dampak negatif industri terhadap laut.
- Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan: Dorongan bagi munculnya solusi kreatif di sektor ekonomi biru.
- Manajemen Risiko Jangka Panjang: Mengantisipasi gangguan rantai pasok, regulasi lingkungan, dan stabilitas ekonomi.
- Peluang Ekonomi Berkelanjutan: Sektor akuakultur, energi laut terbarukan, dan pariwisata bertanggung jawab menawarkan potensi pertumbuhan.
- Menjawab Ekspektasi Investor: Perusahaan yang aktif dalam isu keberlanjutan laut cenderung lebih menarik bagi investor yang menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Kesimpulannya, komitmen finansial sektor swasta terhadap pelestarian laut bukan hanya pilihan moral, melainkan juga strategi ekonomi yang bijak. Investasi ini berkontribusi pada masa depan yang lebih lestari bagi planet dan generasi yang akan datang. (*)











Discussion about this post