Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Bantuan mulai berdatangan untuk korban bencana tanah longsor di PNG

Lebih dari 40 persen yang terkena dampak adalah anak-anak di bawah usia 16 tahun, yang alami trauma karena kehilangan keluarga, rumah dan mata pencaharian mereka.

June 6, 2024
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Zely Ariane
Tanah Longsor

Pada gambar yang disediakan oleh IOM, penduduk kampung mencari jasad korban di antara puing-puing tanah longsor di Kampung Yambali di Dataran Tinggi Papua Nugini, Senin, 27 Mei 2024.- Jubi/RNZ.com/ Foto: Mohamud Omer/Organisasi Internasional untuk Migrasi melalui AP

Jayapura, Jubi- Beberapa korban bencana tanah longsor di Provinsi Enga Papua Nugini menerima pasokan makanan dari lembaga bantuan pada Selasa (4/6/2024). Dilaporkan bantuan akan lebih banyak lagi diberikan hari ini, Kamis (6/6/2024).

“Hal ini terjadi ketika Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB melaporkan lebih banyak batu yang jatuh di wilayah tersebut,” kata laporan yang dikutip test.jubi.id dari rnz.co.nz, Kamis (6/6/2024)

RELATED POSTS

Tanah longsor di Provinsi East New Britain, Papua Nugini 10 orang tewas

PELNI Group Gratiskan Angkut Barang Bantuan untuk Bencana di Aceh-Sumut dari Seluruh Wilayah Indonesia

Indosat Ooredoo Hutchison Percepat Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Sumatera

Mohamud Omer, yang bekerja untuk IOM di lapangan, mengatakan 7.847 orang di daerah tersebut terkena dampak tanah longsor sementara sekitar 1.650 orang mengungsi dari rumah mereka.

Pusat Bencana Nasional PNG mengatakan lebih dari 2.000 orang tertimbun tanah longsor, namun jumlah sebenarnya tidak diketahui.

“Masih belum ada informasi lebih lanjut dari pemerintah [mengenai jumlah korban tersebut],” kata Omer.

Dia berharap akan ada gambaran yang lebih jelas karena semakin banyak jenazah yang ditemukan.

National melaporkan 11 jenazah kini telah ditemukan. Di antara korban tewas terdapat dua anak berusia delapan dan 12 tahun.

Sejak awal bencana – yang melanda desa Yambali pada pukul 03.00, 24 Mei 2024– penduduk kampung setempat telah menggunakan tangan dan sekop untuk menggali jenazah.

“Orang-orang masih menggali, mencari keluarga mereka di bawah puing-puing. Batu-batu besar itu sangat, sangat besar dan melampaui kapasitas orang-orang.” katanya.

Omer mengatakan jalan raya utama yang menyediakan akses termudah ke desa Yambali masih tertutup puing-puing.

“Informasi yang kami dengar dari pemerintah masih menunggu update dari tim penilai geoteknik.”

Para insinyur telah dikerahkan oleh Angkatan Pertahanan PNG dan tim dari Selandia Baru yang memberikan bantuan. Sementara itu, perbekalan disalurkan melalui jalur alternatif, lanjutnya.

Laporan IOM mengatakan tim Bencana dan Respons Australia di lapangan sedang mengawasi pendirian tenda.

Dua unit alat berat sedang meratakan tanah untuk menampung tambahan tenda pengungsian bagi warga yang mengungsi dari rumahnya.

Hingga Senin, jumlah ekskavator di lokasi tersebut berjumlah empat unit.

Bahan pangan yang dibagikan antara lain beras, ikan kaleng, minyak goreng, gula pasir, dan garam beryodium. IOM memperbarui catatan untuk memastikan distribusi bantuan antar keluarga berjalan adil.

Sedangkan Pasukan Bencana Papua Nugini membantu pendistribusian dan juga menjaga ketertiban.

IOM dan World Vision kini bersiap untuk mendistribusikan barang-barang non-makanan.

Laporan lain dari IOM mengatakan kekhawatiran keamanan dilaporkan di lokasi di mana para pengungsi sedang membangun tempat penampungan, sehingga “memerlukan pengelolaan situasi yang hati-hati”.

Koresponden RNZ Pasifik Scott Waide mengatakan para politisi di negara tersebut kini memberikan perhatian lebih kepada Enga.

Hanya ada sedikit tanggapan politik pada tahap awal krisis ini hingga sidang parlemen dimulai minggu lalu. Para anggota parlemen telah terganggu oleh rencana mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri James Marape yang kemungkinan akan terjadi minggu ini.

“Selama sidang parlemen, ketua parlemen pada dasarnya memarahi semua politisi dengan mengatakan bahwa fokus kami telah beralih dari Enga ke mosi tidak percaya,” kata Waide.

“Kemudian beberapa anggota parlemen lainnya berdiri dan menyampaikan belasungkawa,” tambahnya.

“Saya rasa orang-orang di tingkat politik sekarang lebih berhati-hati dalam memberikan perhatian mereka.” katanya.

UNICEF tingkatkan respon bencana

Sementara itu menurut postcourier.com.pg sekitar 40 persen korban bencana di Kampung Mulitaka, Provinsi Enga adalah anak-anak berusia di bawah 16 tahun.

Hal ini menyebabkan United Nations Children’s Fund atau UNICEF mengintensifkan tanggap daruratnya.

Upaya pencarian dan pemulihan dipimpin pasukan pertahanan PNG dalam kondisi alam yang menantang, dengan medan yang belum stabil dan jalan-jalan rusak membatasi akses ke zona bencana longsor. “Kami bekerja sama dengan pihak berwenang Papua Nugini dan organisasi masyarakat untuk memberikan dukungan penting kepada para penyintas bencana mengerikan ini,” kata Perwakilan UNICEF di PNG Angela Kearney.

“Sekarang jelas bahwa lebih dari 40 persen dari mereka yang terkena dampak adalah anak-anak di bawah usia 16 tahun yang sangat trauma karena telah kehilangan keluarga, rumah dan mata pencaharian mereka,“ kata Kearney seraya menambahkan sebagai respon awal UNICEF telah mendistribusikan sejumlah perlengkapan kebersihan yang berisi ember, jerigen dan sabun serta pembalut wanita yang dapat digunakan kembali, kain serba guna dan barang-barang lainnya yang telah diserahkan kepada Otoritas Kesehatan di Provinsi Enga, PNG. (*)

Tags: bantuan bencanabantuan korban bencanabencana tanah longsorbencana tanah longsor di PNG
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara