Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Berjalan bersama Umat di Tanah yang terluka

Refleksi Pastoral dalam Terang Ajaran Sosial Gereja

January 31, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Admin Jubi
gereja

ilustrasi gereja-ist

Oleh: Digman Amelaman *)

RELATED POSTS

Konferensi Alpha Indonesia di Papua, minta denominasi Gereja bersatu selamatkan generasi

Gereja hadir bukan pertama-tama sebagai lembaga yang menjelaskan kebijakan, melainkan sebagai ibu yang berjalan bersama umatnya. Di tanah Papua, di mana alam, budaya, dan iman tumbuh dalam satu nafas kehidupan, setiap keputusan yang menyentuh tanah dan masa depan masyarakat adat tidak pernah bersifat netral. Ia selalu menyentuh luka sejarah, harapan yang rapuh, dan martabat manusia yang sering kali terpinggirkan.

Paus Fransiskus dalam Laudato Si’ mengingatkan kita bahwa krisis sosial dan krisis lingkungan bukanlah dua persoalan yang terpisah. Tanah bukan sekadar sumber daya ekonomi, melainkan ruang hidup, identitas, dan relasi spiritual. Karena itu, pembangunan yang sejati tidak dapat diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi atau janji kesejahteraan, melainkan dari sejauh mana manusia, terutama yang paling kecil, tetap menjadi subjek, bukan korban, dari perubahan.

Dalam terang iman Katolik, kesejahteraan umum (bonum commune) tidak pernah dicapai dengan mengorbankan suara mereka yang lemah. Sebaliknya, kesejahteraan umum lahir dari keberanian untuk mendengarkan jeritan umat, menghormati kebijaksanaan lokal, dan memberi ruang bagi masyarakat adat untuk terlibat secara penuh dan bermartabat dalam menentukan masa depan mereka sendiri. Gereja dipanggil untuk berdiri di tengah, bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pendamping yang setia dan kritis.

Refleksi pastoral ini mengajak kita untuk memaknai kembali peran Gereja dalam relasi dengan negara dan kekuatan ekonomi. Kerja sama demi kesejahteraan umat memang penting, namun kerja sama itu harus selalu dilandasi oleh kebebasan profetis Gereja. Gereja tidak boleh kehilangan suaranya ketika ketidakadilan struktural, ketimpangan kuasa, atau kerusakan ciptaan mulai mengancam kehidupan umat. Diam yang terlalu cepat demi stabilitas sering kali melukai lebih dalam daripada konflik yang jujur.

Dalam kehidupan internal Gereja, setiap keputusan pastoral, termasuk pengelolaan sumber daya dan penataan pelayanan, dipanggil untuk mencerminkan wajah Kristus yang gembala. Transparansi, dialog, dan kepekaan terhadap perasaan umat bukanlah kelemahan kepemimpinan, melainkan tanda kedewasaan rohani. Umat tidak hanya membutuhkan penjelasan yang benar, tetapi juga pengakuan atas kegelisahan dan ketakutan mereka.

Gereja yang sinodal adalah Gereja yang mau berhenti sejenak, mendengarkan, dan belajar. Kritik yang lahir dari cinta akan Gereja bukan ancaman, melainkan rahmat. Dalam konteks Papua, suara masyarakat adat, para imam, kaum muda, dan perempuan harus dipelihara sebagai bagian dari proses pembedaan roh bersama, agar keputusan-keputusan Gereja sungguh menjadi jalan kehidupan, bukan sumber luka baru.

Akhirnya, refleksi pastoral ini mengajak kita semua, gembala dan umat untuk kembali pada pertanyaan Injil yang sederhana namun menuntut keberanian: Apakah langkah-langkah yang kita ambil sungguh menghadirkan Kristus yang membela kehidupan, menjaga ciptaan, dan mengangkat martabat yang kecil? Bila jawaban itu masih samar, maka Gereja dipanggil bukan untuk membenarkan diri, melainkan untuk terus berjalan, mendengarkan, dan bertobat bersama.

Sebab hanya Gereja yang mau berjalan bersama umat di tanah yang terluka, yang dapat menjadi tanda harapan di tengah dunia. (*)

*) Penulis adalah Pemerhati Gereja Katolik

Tags: Gereja di Papua
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Sarmi
Opini

IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

April 11, 2026
dana abadi
Opini

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

April 8, 2026
Dana
Opini

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026
Leluhur
Opini

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026
freeport Papua
Opini

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026
Damai
Opini

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Polda Papua, Sekolah Jujur Bicara

Bidhumas Polda Papua isi materi Sekolah Jujur Bicara

November 8, 2023
SMPN 1 Jayapura

SMPN 1 Jayapura gelar pameran karya siswa

November 17, 2022
Pemuda Adat Papua

Pemuda adat Papua serukan perlindungan tanah dan hutan adat

September 24, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara