Sentani, Jubi – Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Papua, Yunus Wonda-Haris Richard Yocku berkomitmen kembali menghidupkan klub sepak bola asal Kabupaten Jayapura, Persidafon.
Yunus Wonda mengatakan, membangkitkan kembali Persidafon merupakan bagian dari visi dan misinya bersama wakil Bupati Jayapura, juga janji mereka saat kampanye pemilihan kepala daerah pada 2024 lalu.
“[Menghidupkan kembali Persidafon] itu komitmen dalam visi dan misi kami. Kami sudah memita pak wakil untuk menangangi Persidafon,” kata Yunus Wonda dalam keterangan pers di Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Distrik Sentani, Selasa (17/3/2026).
“Hari ini kami kembali menghidupkan Persidafon sesuai janji kampanye kami. Ini sesuai dengan apa yang kami bicara dan sampaikan saat kampanye. Bukan sekadar untuk mencari suara, tapi kami sudah perhitungkan,” ujarnya lagi.
Akan tetapi menurut Wonda, Persidafon ada mengalami perubahan nama dan logo. Jika sebelumnya tim yang dijuluki Gabus Sentani itu bernama Persidafon Dafonsoro, kini berganti menjadi Persidafon Jayapura Papua.
Selain itu, logo Persidafon yang sebelumnya ikan ‘gergaji’ dengan kepala mengarah ke bawah, diubah menjadi ikan yang sama dengan kepala mengarah ke atas.
“Kalau nama yang lama itu Persidafon Dafonsoro. Kami sudah ubah. Pak wakil sudah ubah di notaris. Jadi namanya tidak lagi Persidafon Dafonsoro tapi Persidafon Jayapura Papua. Kita tidak pakai lagi Daforonsoro tapi Persidafon Jayapura Papua,” ujarnya.
Selain itu kata Yunus Wonda, pihaknya juga tidak ada kaitan dengan kepengurusan Persidafon sebelumnya, termasuk apabila klub sepak bola tersebut masih memiliki utang.
“Kami tidak ada kaitan dengan Pesidafon yang lama, itu sudah selesai. Jadi kalau masih ada Persiafon yang lama punya utang sana sini, itu tidak menjadi tanggung jawab pemerintah sekarang. Kami baru mulai dengan Persidafon Jayapura Papua. Ini harus dipertegas. Kami tidak dalam posisi itu [menanggung utang Pesidafon sebelumnya],” ucapnya.
Persidafon Dafonsoro pernah menjadi satu di antara beberapa tim asal Tanah Papua yang berlaga di kompetisi tertinggi Indonesia ketika masih bernama Indonesia Super League (ISL).
Persidafon promosi ke ISL pada musim 2011/2012 setelah mengalahkan Bontang FC 3-2 dalam laga playoff Divisi Utama di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 23 Juni 2011.
Ketika itu ‘Gabus Sentani’ dilatih oleh Agus Yuwono dan diperkuat legenda hidup Persipura, Eduard Ivakdalam, Christian Warobay, Patrick Wanggai, Izac Wanggai, Andri Ibo, Lukas Rumkabu, pemain asal Argentina Marcelo Chirelli dan beberapa nama lainnya.
Sayangnya, Persidafon tidak bertahan lama di kompetisi tertinggi Indonesia ketika itu. Krisis finansial menjadi salah satu penyebab Persidafon kembali turun kasta ke Divisi Utama pada kompetisi ISL musim 2013, setelah finis di papan bawah klasemen dengan 27 poin.
Sejak saat itu Persidafon seakan ‘hidup segan, mati tak mau’. Situasi itu membuat Pesidafon ditinggal para pemain pilarnya. Geliat Laskar Gunung Cycloop, julukan lain Persidafon di sepakbola tanah air pun terus merosot hingga akhirnya turun ke Liga 4. (*)











Discussion about this post