Jayapura, Jubi – Kawasan Hamadi Angkatan Laut terlihat jauh berbeda dan lebih hidup dari biasanya pada Jumat (10/4/2026) siang. Saat ketika Persipura meluncurkan ‘produk baru’ yang bersejarah.
Tenda sepanjang 30 meter dengan ratusan kursi berjejer rapi di halaman sebuah bangunan baru yang nampak segar. Bangunan itu adalah fasilitas anyar yang dihadirkan Cenderawasih Karsa berkolaborasi dengan Kodaeral X.
Cenderawasih Karsa adalah perusahaan sport dan entertainment milik Manajer Persipura Owen Rahadiyan yang fokus membangun ekosistem kreatif berbasis olahraga dan komunitas di Papua.
Bangunan baru yang berada di lahan milik Kodaeral X itu menandai lahirnya sejarah baru bagi klub Persipura Jayapura yang akhirnya resmi membuka pintu Persipura Experience Store dan fasilitas lapangan Mini Soccer.
Ini adalah momen yang sudah lama dinanti oleh publik sepak bola Jayapura. Sebuah langkah nyata untuk membawa klub kebanggaan Papua, Persipura Jayapura, menuju tata kelola yang lebih profesional dan mandiri.
Keberadaan Persipura experience store tidak hanya sebagai toko yang menjual merchandise resmi Persipura, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi seluruh elemen yang mencintai tim Mutiara Hitam.
Rumah baru untuk sejarah dan kebanggaan
Begitu melangkah masuk ke area toko, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh deretan jersey Persipura, merah-hitam, putih, merah muda, hijau, dan hitam yang sudah tertata rapi di etalase.

Tak hanya itu, ruangan yang didominasi warna merah hitam itu juga menawarkan suasana yang langka bagi pencinta Persipura. Sesuatu yang baru pertama kali terlihat di Kota Jayapura.
Di dinding-dindingnya, sejarah tim seolah hidup kembali. Foto-foto momen kejayaan, trofi, dan memorabilia masa lalu dipajang dengan apik, membuat siapa pun yang datang akan berhenti sejenak, mengenang kembali jejak langkah Persipura yang telah mengoleksi empat bintang di dada mereka. Kehadiran galeri ini sangat penting bagi identitas klub yang sudah berdiri puluhan tahun dengan segudang prestasi.
Legenda sepak bola Papua, Rully Nere, yang turut hadir mengaku sangat bangga melihat sejarah Persipura kini dihargai dengan cara yang modern.
“Zaman sekarang sudah berubah, sudah lebih maju. Dengan adanya begini, biar anak-anak sekarang bisa tahu bahwa sejarah yang lalu, orang bilang ‘Bintang Empat’, itu mereka bisa datang kemari dan melihat sendiri. Di tempat ini mereka bisa melihat foto-foto, ini adalah suatu sejarah untuk Persipura,” ujarnya.
Rully, yang mengawali kariernya di Persipura Junior sebelum melanglang buana ke klub nasional dan Persija Jakarta, mengungkapkan sarana seperti ini sangat krusial untuk memotivasi anak muda Papua. Menurutnya, tanpa sarana yang layak, sesulit apa pun usaha yang dilakukan, hasilnya tidak akan maksimal.
Senada, musisi Papua, Epo Urbinas, melihat langkah ini sebagai lompatan besar dalam industri kreatif dan olahraga. Sebagai seorang Milanisti, ia membandingkan konsep ini dengan “Casa Milan” di Italia.

“Ini sebenarnya satu ekspektasi yang sudah lama sekali kita khayalkan. Kapan Persipura punya seperti begini, ada official store, kemudian ada trigger-trigger dari manajemen yang kreatif, kemudian mengajak interaksi masyarakat,” ujar cucu dari mantan manajer Persipura, Koos Urbinas itu.
Epo berharap tempat ini juga bisa menjadi wadah football tourism yang membuka lapangan kerja bagi komunitas suporter yang memiliki literasi kuat tentang sejarah klub untuk menjadi pemandu cerita bagi pengunjung.
”Jalau bisa jadi lapangan pekerjaan juga buat yang punya literasi Persipura, ya mungkin untuk komunitas suporterlah. Jadi dong (mereka) bisa cerita-cerita foto-foto lama,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, kalau ada home base berupa next stadion sendiri. “Wah, itu keren sih. Jadi kita langsung apa istilahnya, kayak football tourism juga begitu. Jadi kita bisa hunting di stadion, terus ada dia punya guide juga,” katanya.
Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano menyampaikan rasa terima kasih kepada Kodaeral X dan TNI Angkatan Laut atas sinergi tersebut. Ia melihat fasilitas ini sebagai paket lengkap untuk warga.
“Tempat ini menjadi hiburan bagi warga Kota Jayapura, tempat untuk bermain, makan, minum, dan juga ada jersey-jersey yang disiapkan oleh store Persipura Jayapura. Marilah kita sama-sama memberikan sumbangsih buat Persipura melalui tempat ini,” kata Tomi Mano.

Sinergi industri modern dan ekonomi lokal
Di sudut ruangan, aroma kopi mulai tercium, mengundang siapa saja untuk mampir. Ada kafe kecil dan ruangan khusus podcast yang sengaja disediakan agar tempat ini menjadi ruang interaksi sosial yang dinamis.
Owen Rahadiyan, founder Cenderawasih Karsa sekaligus manajer Persipura, menjelaskan tempat ini dirancang untuk menjawab kerinduan masyarakat akan akses merchandise resmi yang strategis. Owen ingin mengubah paradigma manajemen dari konvensional menjadi lebih profesional dan berbasis industri.
“Jadi di sini ada kafe, lapangan mini soccer yang nantinya akan dipakai untuk akademi dan juga ada Persipura Store. Kami harap ini akan menjadi kebanggaan masyarakat pencinta Persipura,” kata Owen.
Manajemen menyediakan tiga kategori produk yang disesuaikan dengan konsumen atau pencinta Persipura, mulai player issued yang dibanderol seharga Rp850.000 lengkap dengan boks eksklusif, untuk yang replika (Middle) dengan kualitas menengah berkisar antara Rp350.000 hingga Rp450.000. Lalu ada versi community yang merupakan versi yang sangat terjangkau seharga Rp165.000.
Versi itu nantinya akan ditujukan untuk menghidupkan UMKM dan pedagang kecil di jalanan, sehingga mereka tetap mendapatkan keuntungan dari ekosistem Persipura.
Dukungan terhadap produk orisinal ini diamini oleh penggemar setia, Yosep Nehemia Pariaribo. Sebagai salah satu top spender yang memborong berbagai koleksi mulai dari jersey merah-hitam hingga jersi kiper, Yosep merasa bangga bisa berkontribusi langsung.
“Persipura ini merupakan kita orang Papua punya semangat. Sehingga apa pun untuk Persipura, kita selalu dukung. Saya cukup senang bisa terlibat di dalam lima top spender. Bagi saya, itu merupakan satu penghargaan,” ujarnya.

Yosep, yang selalu menonton di tribun VIP, berharap ke depan produk lokal seperti noken mama-mama Papua bisa diberi label Persipura sebagai jalur pengembangan ekonomi lokal.
Dari kalangan suporter, Sekretaris Persipura Mania,Aci Waimuri, juga memberikan testimoni positif. Ia mengimbau seluruh pendukung dari Jayapura hingga Sarmi untuk meninggalkan barang KW agar dapat berkontribusi untuk tim kesayangan mereka.
“Kami sangat bangga. Saya salut sama manajemen terbaru yang berani membuka Sport Center ini. Masyarakat jadi tidak susah lagi mendapatkan pernak-pernik. Tolong kita dukung Persipura, jangan buat jersi-jersi KW. Datang semua ke sini, karena akan ada diskon bagus dan harga khusus bagi anggota komunitas di bawah Rp200.000,” kata Aci.
Wadah pembinaan dan harapan masa depan
Beralih ke sisi luar bangunan, lapangan mini soccer dengan rumput hijau yang segar sudah siap digunakan. Lapangan itu tidak hanya akan dibuka untuk umum, tapi juga menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak Akademi Persipura.
Kehadiran fasilitas ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksdya TNI Edwin, yang hadir mewakili komitmen TNI AL dalam memajukan potensi daerah.
”Kita harapkan fasilitas ini menjadi tempat pelatihan, tempat adu keahlian anak-anak yang ada di Jayapura. Sehingga di sini akan dapat dilahirkan bibit-bibit pemain sepak bola bertaraf nasional maupun internasional. Ini wujud nyata kepedulian dari Kodaeral X yang dirintis dari masa ke masa, agar fasilitas ini tidak diam percuma, tetapi bisa mendorong dan menyiapkan ruang bagi anak-anak kita,” ujar Laksdya TNI Edwin.

Ia melihat sepak bola sebagai potensi terbesar daerah yang harus didukung secara nyata.
Owen Rahadiyan menambahkan bahwa pengembangan ini juga bertujuan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi anak muda Papua.
“Paling penting saat ini, saya sangat bangga tim di sini 100 persen adalah orang asli Papua. Saya harap ini akan menjadi kebanggaan tersendiri. Lapangan kerja terbuka, dan semoga ekspansi ini menjadi inspirasi buat anak-anak Papua untuk belajar manajemen kafe, ritel, hingga olahraga,” katanya.
Owen juga memiliki rencana ekspansi store ke Bandara Sentani dan merangkul klub Papua lainnya seperti Persewar Waropen dan Persiker Keerom agar produk mereka bisa dikenal lebih luas.
”Tentunya saat ini hanya produk Persipura, tapi ke depan tidak menutup kemungkinan di Papua ini kan banyak klub-klub daerah juga. Ada Persewar Waropen, dan juga pemenang Liga 4 di Papua, Persiker Keerom,” sebutnya.
Bahkan, ke depannya, Owen dan Cenderawasih Karsa juga sudah berencana menggandeng UMKM lokal untuk menyediakan merchandise lainnya, seperti noken yang punya nilai seni tinggi.
“Oh pasti! Pasti, ya. Saya belum sampai setahun di Persipura, dan store pun baru berdiri. Saya yakin juga tidak ada yang sempurna untuk permulaan ini. Daripada saya terlalu banyak janji semua saya laksanakan dalam waktu yang sama dan nantinya banyak yang kecewa, saya rasa lebih baik pelan tapi pasti. Seperti store ini,” ujarnya. (*)











Discussion about this post