Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Menjemput Fajar Paskah di Pasar Mama-Mama Papua

Lebih 70 anak, sebagian besar anak pedagang di Pasar Mama-Mama Papua, berkumpul mengikuti kegiatan tahunan ‘Easter Camp’ (Perkemahan Paskah). Mereka mendapatkan ruang untuk bermain, belajar, berdoa, dan merayakan Paskah di tempat orang tua mereka sehari-hari mencari nafkah.

April 7, 2026
Waktu Membaca: 5 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi Bachyul Jb
paskah papua

Suasana ‘Easter Camp’ (Perkemahan Paskah) di Pasar Mama-Mama Papua, Kota Jayapura. –Jubi/ Sudjarwo Husain

Jayapura, Jubi – ‘Easter Camp 2026’ tertulis pada spanduk biru yang terbentang di antara tiang-tiang beton besar di lantai tiga Pasar Mama-Mama Papua, Kota Jayapura.

Ruangan luas berlantai beton itu terbiasa dengan kesunyian. Namun saat ada kelas bimbingan belajar atau bimbel gratis yang rutin digelar setiap Selasa siang di sana, kesunyian itu pecah oleh keramaian suara anak-anak.

RELATED POSTS

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

Paskah 2026, Jemaat GKI Paulus hias taman dan libatkan semua rayon

Sengketa lokasi SMP Negeri 1 Depapre, Wabup Jayapura minta para pihak tidak merugikan masa depan anak-anak

Kesunyian itu juga berubah hiruk-pikuk pada Jumat malam, 3 April 2026. Di bawah terang cahaya lampu neon, puluhan anak berlarian dengan tawa yang lepas. Ibu-ibu sibuk menyiapkan makan malam, sedangkan bapak-bapak mendampingi dan memantau anak-anak mereka.

Suasana yang penuh kehangatan seperti itu sudah menjadi tradisi setiap tahun pada malam Paskah. Kegiatan yang diadakan jemaat IFGF (International Full Gospel Fellowship) Jayapura bimbingan Naomi Selan itu, sudah berlangsung selama satu dekade.

​Lebih 70 anak, sebagian besar anak pedagang di Pasar Mama-Mama Papua itu, berkumpul untuk mengikuti kegiatan ‘Easter Camp’ atau Perkemahan Paskah. Lewat momen itu, anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, belajar, berdoa, dan merayakan Paskah di tempat orang tua mereka sehari-hari mencari nafkah.

Naomi Selan mengatakan kegiatan seperti itu sudah menjadi tradisi tahunan bagi anak-anak di Pasar Mama-Mama Papua. Tradisi tersebut menjadi wadah kebersamaan dan mempererat kekeluargaan.

infografis Paskah Papua

“Mereka senang bisa berkumpul bersama, bermain bersama, menonton, berdoa dan tidur beramai-ramai,” kata Gembala IFGF Jayapura itu.

Menumbuhkan iman

​Suasana mendadak senyap ketika sesi ‘Praise & Worship’ (Pujian dan Penyembahan) dimulai. Tiga anak berdiri di barisan depan dengan mata terpejam rapat. Tangan mereka ditangkupkan di depan dada, menunjukkan sikap hormat kepada Sang Pencipta.

Hanya ada kepolosan tanpa paksaan di sana. Di depan mereka, layar proyektor menampilkan lirik lagu pujian dalam Bahasa Indonesia yang sederhana; “Mari semua bernyanyi… dan berseru pada Allah Maha Tinggi… Semua makhluk tunduk pada-Nya.”

​Seorang ibu pengasuh berdiri di depan memegang mikropon. Dentingan suara keyboard terdengar merdu dengan nada-nada yang lembut. Suara anak-anak itu pun pecah. Malam itu, ruangan lantai tiga yang semi terbuka menjadi saksi kekhusyukan anak-anak memanjatkan doa dan memuji Tuhan.

Mereka semua berbaur dan menyatu tanpa ada sekat. Pakaian mereka sangat sederhana. Ada yang mengenakan kaos oblong dan celana pendek, ada pula yang memakai baju tidur, bahkan sarung yang melingkar di dada. Kegembiraan terpancar dari wajah mereka, jauh lebih berharga daripada kemewahan apa pun.

Setelah pujian dan penyembahan, sesi yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pemutaran film ‘The Passion of the Christ’, film yang mengisahkan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib dan kebangkitan-Nya.

Anak-anak duduk berkerumun dengan tenang menghadap layar putih yang dibentangkan di antara dua pilar beton. Sebuah proyektor menyala, menampilkan adegan demi adegan film. Suasana begitu hening, mata mereka terperangah menatap layar.

​Adegan-adegan dan suara ‘sound’ menggugah kesedihan anak-anak dan orang tua yang menonton film itu. Bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata dan berseru menyebut nama Tuhan ketika menyaksikan adegan penyiksaan yang dilakukan tentara Romawi.

Paskah Papua
Anak-anak memanjatkan doa saat acara ‘Easter Camp’ (Perkemahan Paskah)di Pasar Mama-Mama Papua, Kota Jayapura. –Jubi/ Sudjarwo Husain

Agustina, orang tua yang turut mendampingi anaknya mengikuti kemping itu merasa senang ada tradisi yang digelar setiap tahunnya di Pasar Mama-Mama Papua. Menurutnya, dari kegiatan itu, anak-anak bisa bertumbuh dalam iman dan memaknai Hari Kebangkitan Yesus Kristus.

“Kegiatan ini sangat baik buat anak-anak, mereka terbiasa ikut kemping Paskah. Kegiatan ini bisa menjadi tempat bertumbuhnya iman anak-anak dan memaknai hari kebangkitan Tuhan Yesus,” kata Agustina.

​Di kejauhan, beberapa Mama Papua sesekali melintas atau berdiri di pinggir area kemping sehabis berjualan di lantai bawah. Mereka melihat anak-anak mereka dengan senyum tipis. Ada rasa syukur di wajah para Mama ini melihat anak-anak mereka bisa merayakan Paskah dengan cara yang positif dan terjaga di dalam lingkungan pasar.

Pukul 23.00 WIT, suara riuh dan tawa riang anak-anak perlahan menghilang. Mereka tampak tertidur lelap setelah seharian menghabiskan waktu bermain, belajar, memuji Tuhan dan menyaksikan film Tuhan Yesus.

Pembelajaran Alkitab dan Pentas Seni

Kemping Paskah di Pasar Mama-Mama Papua masih berlanjut hingga Sabtu, 4 April 2026. Senam pagi mengawali aktivitas mereka pada hari kedua. Menjelang siang, anak-anak dibimbing dalam sesi pembelajaran Alkitab untuk mengenal dan memahami tentang Firman Tuhan.

Tak disangka, anak-anak yang setiap harinya menghabiskan waktu dengan bermain di lingkungan pasar itu punya pengetahuan kerohanian yang mendalam. Satu per satu menjawab dengan lugas ketika ditanya tentang tokoh-tokoh dan isi Alkitab.

Dani yang kini duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, turut senang bisa terlibat dan bergabung dengan kegiatan itu. Ia mengaku mendapatkan banyak hal positif, termasuk saling belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Paskah Papua
Anak-anak sedang menonton film ‘The Passion of the Christ’. –Jubi/ Sudjarwo Husain

“Saya sudah dua kali ikut dan banyak teman di sini, berkumpul bersama dan belajar tentang Alkitab, sangat senang dan membuat kita bersemangat,” kata Dani.

Kegiatan bertajuk Pentas Seni semakin memeriahkan suasana kemping pada malam kedua. Ada puisi, drama, menari, dan yel-yel. Dengan keberanian dan percaya diri, anak-anak tampil menunjukkan kemampuan mereka di hadapan orang tua dan teman-teman sebaya mereka.

“Anak-anak ini tidak ada yang pernah menyangka mereka punya kelebihan dan kemampuan yang luar biasa. Di usia mereka yang masih anak-anak, mereka sudah berani tampil di depan umum, bahkan melebihi kemampuan anak-anak seusia mereka,” kata Naomi Selan.

Malam Paskah yang sederhana di lantai tiga Pasar Mama-Mama Papua itu tak hanya sekadar kemping, tapi memberikan banyak pengalaman berharga bagi anak-anak. Mereka tidak hanya bermain, berdoa, dan tidur, tapi ada sesi di mana karakter mereka dibentuk, pemahaman akan alkitab, dan menggali kemampuan, agar kelak bisa bermanfaat bagi masa depan mereka.

“Saya tidak bisa bayangkan bagaimana dengan mereka pada beberapa tahun nanti, dengan apa yang mereka punya dan apa yang sudah mereka tampilkan itu bisa menjadi bekal yang baik untuk kehidupan mereka di masa mendatang,” ujar Naomi.

Salah seorang pengasuh, Uria Swabra juga meyakini apa yang didapat anak-anak dalam kemping Paskah itu akan menjadi bekal yang berguna di masa depan.

“Lewat kegiatan ini mereka bisa meresapi makna yang mendalam bagi pertumbuhan iman mereka, sampai ketika mereka dewasa nanti, sehingga kelak mereka bisa bertumbuh dan menjadi orang yang hebat, terutama untuk keluarga, jemaat, dan banyak orang,” kata Uria.

Obor dan nyanyian kemenangan

Malam semakin larut di lantai tiga Pasar Mama-Mama Papua. Satu per satu anak mulai merebahkan diri di atas alas yang telah disediakan. Beberapa masih berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya, menceritakan tentang permainan atau pengalaman yang baru mereka lalui.

Paskah Papua
Anak-anak Pasar Mama-Mama Papua membawa obor menyambut Fajar Paskah. –Jubi/ Sudjarwo Husain

Ada yang sudah tertidur lelap karena kelelahan setelah seharian penuh beraktivitas. Namun tak sedikit pula yang harus dibujuk supaya tidur lebih cepat, sebab mereka harus turun ke jalan mengarak obor mengelilingi jalanan kota sebelum matahari terbit. ​Suara tetesan air sisa-sisa hujan terdengar lamat-lamat di sela kesunyian malam, menemani tidur pulas mereka.

Waktu seakan berjalan lambat. Hingga jarum jam memasuki pukul tiga subuh, para pengasuh mulai membangunkan mereka. Udara yang dingin selepas hujan di Jayapura tidak menyurutkan semangat anak-anak itu.

Dari lantai tiga pasar, mereka turun perlahan, berbekal ratusan potongan bambu yang sudah disiapkan. Satu per satu, ujung bambu yang dibalut kain mulai dinyalakan. ​Inilah puncak dari tradisi malam Paskah itu, Pawai Obor. Mereka melangkah ke jalanan membawa obor yang sudah menyala terang.

Subuh itu, belum terlihat jemaat lain yang turun di jalan, hanya anak-anak itu dan suara nyanyian, sorak sorai, tepuk tangan yang saling bersahutan memecah kesunyian subuh di jalanan Kota Jayapura. Mereka menyambut fajar Paskah dengan hati yang gembira.

Cahaya api obor yang menari-nari ditiup angin subuh menyinari wajah-wajah mungil mereka. Meski sisa kantuk masih menggantung di pelupuk mata, binar semangat yang terpancar dari tatapan mereka jauh lebih terang dibandingkan api yang mereka genggam.

Lantunan pujian terus terdengar lantang, memuji Sang Pencipta, bergema dari satu mulut ke mulut lainnya tanpa rasa lelah. Seolah bagi mereka, membawa obor yang terang bukan sekadar berjalan di kegelapan, tapi menjadi simbol merayakan kemenangan dan harapan baru yang lahir kembali.

Api yang mereka genggam bermakna cahaya akan selalu menemukan jalannya untuk datang setelah malam yang paling gelap sekalipun. Bagi mereka, Paskah tidak hanya tentang tradisi tahunan, tapi tentang menjaga nyala harapan agar terus hidup dalam setiap langkah menuju masa depan. (*)

Tags: Anak-anakCamping PaskahPasar Mama-mama PapuaPaskahPerayaan Paskah
ShareTweetSendShareShare
Syofiardi Bachyul

Syofiardi Bachyul

Related Posts

odong-odong
Indepth Story

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026
Pasukan Non-organik
Indepth Story

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026
Daniel Hanasbey
Indepth Story

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi
Indepth Story

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pasar Lama Sentani
Indepth Story

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Persipura Experience
Indepth Story

Persipura Experience obati kerinduan pencinta Persipura

April 11, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Covid-19, RSUD Abepura

RSUD Abepura diminta percepat pembayaran insentif Covid-19

December 20, 2023
Bendungan Sadawarna

Jokowi resmikan Bendungan Sadawarna di Subang

December 27, 2022
Pelabuhan Jayapura, Pas Masuk Pelabuhan

Pelabuhan Jayapura uji coba pembayaran pas masuk pelabuhan dengan e-money 

December 10, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara