Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur atau Wagub Papua, Aryoko Rumaropen melepas 7.690 pemudik gratis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) ke berbagai daerah tujuan, di pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (17/12/2025).
Pelepasan ribuan pemudik gratis ini ditandai dengan penyerahan kartu mudik gratis oleh Aryoko Rumaropen kepada penumpang.
Peserta mudik gratis yang dilepas dari Pelabuh Jayapura adalah tujuan Kasanoweja, Kabupaten Mamberamo Raya menggunakan Kapal Motor atau KM. Cantika Lestari 77 dan KM Cantika Lestari 88.
Begitu pula mereka dari Pebuhan Jayapura tujuan Biak, Kabupaten Biak Numfor atau sebaliknya. Total tiket yang disediakan hingga Januari 2026 adalah 16 ribu.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen mengatakan, pelepasan pemudik gratis tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Papua dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebagai wujud nyata kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
“Momentum Natal dan Tahun Baru memiliki makna yang sangat mendalam, saat kembali kerumah berkumpul bersama keluarga,” kata Aryoko Rumaropen saat melepas ribuan pemudik gratis.
Menurut Rumaropen, pihaknya hadir dalam pelepasan pemudik gratis itu untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, tertib dan lancar.
“Tidak hanya dari pelabuhan Jayapura ke Biak, tetapi itu termasuk rute antarwilayah seperti Biak, Waropen, Serui, dan Nabire [Papua Tengah],” ujarnya.
Selain melalui moda transportasi laut, Pemprov Papua juga menyediakan transportasi darat menggunakan bus Damri untuk melayani masyarakat pada periode 20-31 Desember 2025 dan 3 -12 Januari 2026.
Untuk moda transporasi darat menggunakan bus DAMRI, Pemprov Papua menyiapkan sekitar 3.000 kuota dengan empat rute utama, yakni Sarmi, Taja, Senggi, serta Biak–Supiori.
“Seluruh layanan itu dirancang untuk dijangkau masyarakat secara merata, khususnya di wilayah kepulauan dan pesisir Papua. Inilah bagian dari upaya kita bersama dalam mewujudkan Papua yang lebih aman, sehat dan harmonis,” ucapnya. (*)











Discussion about this post