Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Samdhana Institute dan DAS kerjasama untuk peningkatan kapasitas Suku Klisi

May 2, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Samdhana Institute

Masyakarat adat suku Klisi Lemba Grime bersama Samdhana Institute dan Ketua Dewan Adat Klisi saat foto bersama usai kegiatan pelatihan di Kampung Yansu, distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura pada Rabu (30/4/2025) - Jubi/Silpester Kasipka

Jayapura, Jubi – Samdhana Institute bekerjasama dengan Dewan Adat Suku atau DAS Klisi di Lembah Grime, Kabupaten Jayapura, Papua melakukan pelatihan peningkatan kapasitas untuk membangun sebuah organisasi dengan pendekatan aspek kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial atau GEDSI.

Capacity Development Coordinator Samdhana Institute Indonesia, Nurul Hidayah mengatakan, pelatihan itu berlangsung pada 29 April 2025 hingga 1 Mei 2025.

RELATED POSTS

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

Kampung Yobeh masuk dalam pengembangan sanggar budaya di Kabupaten Jayapura

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

Katanya, tujuan utama pelatihan tersebut sebagai upaya membangun fondasi organisasi yang kuat dan relevan dengan konteks masyarakat adat Papua, khususnya suku Klisi di lemba Grime, Kabupaten Jayapura melalui pendekatan partisipatif dan berbasis nilai budaya lokal, dengan memasukkan nilai kesetaraan gender, disabilitas dan sosial inklusi.

Capaian yang diharapkan dari pelatihan ini adalah tersusunnya struktur organisasi komunitas yang fungsional dan partisipatif, serta terbangunnya program kerja kolektif yang relevan dan terukur.

“[Kami juga berharap] terlaksananya simulasi implementasi program dengan pendekatan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial atau GEDSI di Suku Klisi Lembah Grime, khususnya masyarakat adat Kampung Bring, Pupehabu, Hyansip dan Jagrang di Distrik Kemtuk Gresi,” kata Nurul Hidayah di Jayapura, Papua pada Rabu (30/4/2025).

Nurul mengatakan, Suku Klisi harus menjadi pelaku utama semua proses pembangunan di wilayah adatnya. Mulai dari analisa masalah, potensi dan bagaimana mengelola semua kegiatan yang diputuskan secara bersama oleh masyarakat adat Duku Klisi.

Untuk itulah pihaknya memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan, agar masyarakat adat benar-benar merasakan manfaat dari hasil hutan dan kekayaan alam mereka.

“Pendekatan berbasis masyarakat adat tentu saja tidak mudah juga dalam sisi pengelolaan baik proses maupun hasil-hasil produksi komunal. Maka dari itu diperlukan adanya kelembagaan yang mampu mengelola semua aspek secara adil, transparan dan berkelanjutan agar mampu memproteksi hak-hak mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat suku Klisi, Dortheys Udam mengatakan masyarakat adat Syuglue Woi Yansu memiliki luas wilayah adat kurang lebih 17 ribu hektare.

Ketua DAS, Dorteis Udam saat diwawancarai Jubi di Kampung Yonsu, distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Papua pada Rabu (30/4/2025).-Jubi/Silpester Kasipka

Wilayah hutan adat itu telah menerima surat keputusan atau SK pengakuan satu wilayah adat di Kabupaten Jayapura dan SK Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia sejak 2022 lalu.

“Selanjutnya, kami menyusun rencana kegiatan usaha sosial di wilayah adat dan juga bagaimana kami mengelola hutan adat itu semua dalam RKPS yang sudah kami susun,” kata Dortheys Udam.

Katanya, latar belakang pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat adat itu bisa berlangsung, karena sejak dua bulan lalu pihaknya membentuk yayasan di wilayah Syuglue Woi Yansu, dan sementara dalam proses pengajuan dokumen kepada kementerian atau ke notaris.

“Sementara kami menunggu penerbitan akta notaris, kami melakukan pelatihan penguatan kapasitas bagi pengurus yayasan, dan badan usaha milik kampung, di Syuglue Woi Yansu,”ujarnya.

Udam berharap, dengan pelatihan itu pengurus yayasan dapat memiliki kapasitas atau mampu mendorong masyarakat untuk dapat mengolah semua potensi di wilayah adatnya, agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat adat.

Sebab menurutnya, meski berada di kampung masyarakat di wilayah tersebut bisa memiliki cara pandang yang luas untuk menjaga dan mengelolah potensi sumber daya alam di sekitar mereka.

“Wilayah adat Syuglue Woi Yansu itu telah memperoleh legal standing. Dengan dasar itu, kami membuka diri untuk para pihak bisa membangun kerjasama dengan kami. Pada prinsipnya, kami tidak menutup diri tetapi kami terbuka guna memanfaatkan potensi yang ada di sini untuk dikelola,” ucapnya.

Dortheis Udam mengatakan, di wilayah  adat Syuglue Woi Yansu terdapat 15,900.0000 hektare hutan adat dan sekitar 2.000.000 hektar kawasan permukiman, dan kawasan hutannya bisa dikelolah.

Masyarakat adat setempat pun menyambut positif dan antusias dengan adanya pelatihan itu, karena bagi mereka hutan adat adalah salah satu instrumen  untuk melindungi masyarakat adat, dan berbagai memiliki potensi.

“Karena sebelum ada instrumen itu, memang ada pihak ketiga masuk tanpa mengindahkan hak-hak masyarakat adat. Oleh sebab itu, pengakuan negara terhadap keberadaan masyarakat hukum adat ini akan menjadi satu instrumen untuk melindungi, atau memproteksi masyarakat adat terhadap gangguan-gangguan dari luar,” kata Udam. (*)

Tags: Dewan Adat SukuKabupaten JayapuraLembah GrimeSamdhana InstituteSuku Klisi
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara