Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota atau Pemkot Jayapura, Papua berharap Dewan Kerajinan Daerah Nasional (Dekranasda) Kota Jayapura Papua dalam evaluasinya menghasilkan keputusan yang berdampak positif terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di ibu kota Provinsi Papua.
Harapan itu disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru kepada Jubi di sela-sela pelaksanaan rapat kerja daerah atau rakerda Dekranasda Kota Jayapura, Selasa (18/11/2025).
Rustan mengatakan, rakerda Dekranasda sesuai program yang sudah dilakukan pada 2025 atau menjelang 2026. Rapat itupun diharapkan memberikan dampak positif.
“Kami pemerintah Kota Jayapura berharap hasil rapat ini bisa memberikan dampak terhadap kemajuan kerajinan UMKM,” kata Rustan Saru.
Menurutnya, dalam rapat yang dihadiri beberapa organisasi perangkat atau Daerah OPD, merupakan kunci utama, agar para pihak bersinergi dan berkolaborasi bersama mengevaluasa usaha kerajinan mana saja yang akan dibina.
“Akan tetapi, hasil evaluasi kalau ada usaha yang tidak sukses tanyakan dan apa saja masalahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Dekranasda Kota Jayapura, Achmad Saichul mengatakan pihaknya berkomitmen mengevaluasi program yang dibina lembaganya.
“Di gedung Dekranasda, setiap hari Jumat ada kegiatan kerajinan noken ciri khas Port Numbay. Kami sudah temukan dalam sorobu itu ratusan motif salah satunya baju batik matahari,” kata Achmad Saichul.
Untuk itu menurutnya, evaluasi kali ini untuk mensinkronisasikan program kerja dengan visi dan misi Wali Kota Jayapura, sebab Dekranasda meliputi belasan bidang dan produk.
“Mulai dari promosi, wisata, dan produk, yaitu kripik untuk kualitasnya kami memberikan pelatihan, supaya belasan prodak benar-benar berkualitas agar bersaing di pasar lokal,” ujarnya.
Adapun produk yang berada dibawah binaan Dekranasda seperti mahkota, batik, dan turunannya, gantungan kunci serta beberapa jenis lainnya.
Katanya, untuk mengenal wajah Kota Jayapura dengan batik, Dekranasda terus berupaya melakukan pelatihan di lembaganya dengan melibatkan belasan pelaku UMKM. (*)











Discussion about this post