Jayapura, Jubi – PT Pelni Cabang Jayapura, Papua memprediksi terjadi lonjakan penumpang saat arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.
Lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada pekan kedua, Desember 2025. Mengantisipasi hal itu, PT Pelni Jayapura menambah armada angkutan atau kapal.
Pelaksana tugas atau Plt Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Faizal Damrin mengatakan, diprediksi lonjakan penumpang akan mencapai 23 ribu penumpang saat Natal 2025 dan 11 ribu penumpang pada tahun baru 2026.
“Tahun ini, kami perkirakan penumpang meningkat hingga 23 ribu penumpang pada Desember, dan sekitar 11.000 penumpang pada Januari,” kata Faizal saat jumpa pers di Kantor Pelni Kota Jayapura, Papua, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, PT Pelni akan menyediakan sembilan kapal untuk mendukung kelancaran arus mudik penumpang, terdiri dari KM Gunung Dempo, KM Labobar, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Dorolonda, dan KM Sinabung. Tiga lainnya adalah kapal perintis, yaitu Sabuk Nusantara 58, Sabuk Nusantara 81, dan Sabuk Nusantara 100.
“Jadi penambahan KM Labobar sebagai langkah untuk antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur akhir tahun,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Pelni Cabang Jayapura, Ahmad Rizal Fahmi mengatakan PT Pelni Jayapura sudah mulai melakukan persiapan intensif menghadapi masa peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Katanya, masa angkutan akan berlangsung pada 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, dan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 19 Desember 2025 hingga 24 Desember 2025.
Menurutnya, mengenai kuota mudik gratis yang merupakan bagian dari Kementerian Perhubungan, untuk saat ini masih menunggu keputusan resmi dari PT Pelni pusat dan kementerian terkait.
“Kalau ada, nanti diinformasikan, termasuk terkait kuota tiket gratis. Biasanya keputusan akan dikeluarkan mendekati hari H sebelum puncak arus mudik,” kata Ahmad Rizal Fahmi.
Ia mengatakan, untuk menghindari antrean panjang saat pembelian tiket di Kantor PT Pelni Cabang Jayapura, para penumpang bisa membeli tiket jauh hari sebelumnya, atau melakukan pembelian melalui aplikasi Pelni mobile.
Ia juga mengingatkan kepada penumpang agar tidak membawa hewan peliharaan, atau barang-batang dilarang lainnya pada saat mudik. (*)











Discussion about this post