Sentani, Jubi – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Distrik (Musrenbangdis) bagi 19 distrik di Kabupaten Jayapura sebagian besar telah selesai digelar. Musrenbangdis itu dilaksanakan berdasarkan pembagian 4 wilayah pembangunan bagi 19 distrik di Kabupaten Jayapura.
Distrik Yokari, termasuk dalam Wilayah Pembangunan II bersama 4 distrik lainnya seperti Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, Distrik Depapre, dan Distrik Demta.
Pelaksanaan Musrenbang wilayah II di Distrik Yokari diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRK Jayapura dan masyarakat setempat. Usulan dari setiap kampung diajukan melalui verifikasi program yang termasuk dalam prioritas.
Musrenbang yang sama dilaksanakan untuk wilayah pembangunan III di Distrik Kemtuk pada 26 Februari lalu yang diikuti oleh Distrik Kemtuk, Kemtuk Gresik, Nimbokrang, Nimbokrang dan Distrik Namblong.
Sementara Musrenbang pada wilayah pembangunan IV dilaksanakan di Distrik Unurumguay pada 28 Februari diikuti Distrik Unurumguay, Yapsi, Kaureh, dan Distrik Gresi Selatan.
Dalam Musrenbang wilayah III seluruh perwakilan atau peserta yang terlibat dibagi dalam tiga komisi atau tiga kelompok diskusi meliputi kelompok bidang ekonomi, infrastruktur, dan sosial budaya. Sementara buntuk Musrenbang Wilayah IV, kelompok diskusi dibagi berdasarkan masing-masing distrik.
Pj. Bupati Jayapura, Semuel Siriwa menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat distrik sudah sebagian besar terlaksana, tersisa hanya Wilayah Pembangunan I yang akan dilaksanakan pada 3 Maret mendatang di Kantor Distrik Sentani.

Dikatakan, seluruh usulan yang disampaikan dalam musrenbang akan diinput kedalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah yang berafiliasi langsung ke Pusat sehingga nantinya juga akan di lihat apa saja yang menjadi prioritas utama bagi daerah ini.
“Tersisah satu wilayah pembangunan lagi yang diharapkan bisa terlaksana dengan baik, sebab dalam waktu dekat sudah ada pimpinan daerah yang devinitif,” ujar Semuel di Sentani, Sabtu (1/3/2025)
Semuel juga mengatakan, hampir sebagian besar usulan yang di sampaikan dalam Musrenbang ditingkat Distrik telah mewakili wilayah Distrik masing-masing berdasarkan kebutuhan masyarakat di setiap Kampung.

Menurutnya, sambil menunggu petunjuk teknis dari pusat terkait pemangkasan program dan kegiatan yang terakomodir dari anggaran atau dana transfer pusat maka setiap perangkat daerah diharapkan mampu melaksanakan perannya dengan baik dan tetap berada pada jalur pelayanan kepada masyarakat.
“Kondisi seperti ini memang nanti kita tidak berharap banyak, tetapi sebagai aparatur sipil negara diharapkan mampu berinovasi dan kreatif dalam merancang seluruh program dan kegiatan. Memang ada pemangkasan program dan kegiatan tetapi tugas fungsi pelayanan kita tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Parson Horota menjelaskan bahwa dalam setiap diskusi kelompok diarahkan untuk melengkapi bagian yang bersifat teknis dari setiap usulan yang di sampaikan melalui Musrenbang Kampung.

Menurutnya, usulan dari bawah memang sangat banyak dan berfariasi. Tetapi dari setiap usulan itu juga diferi ukasi berdasarkan tingkat kebutuhan nya.
“Sesuai dengan sistem dan alur yang sudah ditetapkan, kita juga mengakui pasti ada bagian usulan yang dianggap urgen tetapi tidak diakomodir didalam aplikasi atau sistem. Dan hal ini tidak serta merta digugurkan, pasti diakomodir dengan melihat kebutuhan yang ada,” ujar Parson.
Kepala Distrik Unurumguay, Menase Jek mengatakan, ada puluhan usulan yang di sampaikan masyarakat dari kampung – kampung di bawah Distrik yang dipimpinnya ini. Dan semua usulan yang disampaikan ini memang sejalan dengan kebutuhan dan karakteristik di wilayah pembangunan IV.
Menurutnya, proses pembangunan yang selama ini berjalan di Kabupaten Jayapura, Distrik Unurumguay adalah Distrik yang tertua sejak administrasi Pemerintah Kabupaten Jayapura terbentuk.

“Secara kewilayahan distrik, Unurumguay bukan hanya tertua tetapi juga terluas dan memiliki sumbangsi pendapatan asli daerah terbesar bagi kabupaten jayapura,” ujarnya.
Kebutuhan mendasar, kata Menase, bagi masyarakat yang mendiami enam Kampung ini adalah peningkatan perekonomian, akses infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang layanan publik.
“Transportasi bagi anak-anak sekolah, termasuk bangunan sekolah untuk tingkat SMA,” katanya.
Menase juga bilang secara umum bagi Wilayah Pembangunan IV, dari Unurumguay hingga Distrik Airu adalah wilayah yang sangat luas. 80 persen luas wilayah Kabupaten Jayapura ada di Wilayah Pembangunan IV dan penentuan Alokasi Dana Umum (DAU) Kabupaten Jayapura adalah luas wilayah dan jumlah penduduk.
“Distrik tertua, tetapi sampai hari ini kantor distrik tidak memiliki ruang serbaguna yang bisa digunakan untuk pertemuan dengan masyarakat. Semoga usulan yang sudah kami sampaikan ini bisa terjawab dan terealisasi sebagaimana mestinya berdasarkan kebutuhan masyarakat kita di distrik Unurumguay tetapi juga distrik lainnya,” katanya. (*)











Discussion about this post