Jayapura, Jubi – Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Provinsi Papua terus berupaya mengatasi kesenjangan digital di wilayah terpencil, dengan program pengadaan dan pendistribusian perangkat internet satelit ke sejumlah kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri A Yunanto mengatakan langkah pengadaan perangkat internet satelit itu, bertujuan memperkuat konektivitas digital yang merata dan inklusif, mendukung layanan publik, menunjang berbagai sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan kampung.
“Teknologi satelit Starlink dipilih karena kemampuannya menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi bahkan di daerah terpencil dan kepulauan,”kata Jeri A Yunanto kepada Jubi melalui panggilan telepon aplikasi, Jumat (25/10/2025).
Menurutnya, sejumlah wilayah di delapan kabupaten dan satu kota telah menjadi fokus penerima manfaat dari program ini. Namun, fokus utama juga disasarkan kepada wilayah terpencil yang belum menerima pelayanan akses internet secara maksimal.
Katanya, pengadaan ke Kabupaten Jayapura, pihaknya menyerahkan dan memasang sebanyak 49 unit Starlink. Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Diskominfo setempat, bahkan berencana menambahkan pengadaan perangkat Starlink lagi. Dengan memanfaatkan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Otonomi Khusus (Otsus).
“Dikhususkan untuk memastikan seluruh sekolah, Puskesmas, dan kantor-kantor kampung di wilayahnya terkoneksi, terutama untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan layanan kesehatan,” ujarnya.
Kemudian, di Kabupaten Waropen, Kominfo juga menyerahkan puluhan unit Very Small Aperture Terminal (VSAT) Starlink sebanyak 44 unit, untuk memastikan kelancaran koneksi internet.
“Kami juga sasarkan pemasangannya di fasilitas pendidikan seperti sekolah, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, dan fasilitas pemerintahan seperti kantor kepala kampung setempat,” ucapya.
Kabupaten/Kota Lain juga, katanya, program pemasangan Starlink juga ditargetkan di total 250 titik di berbagai lokasi di Provinsi Papua, menandakan bahwa upaya pemerataan akses internet ini menyasar banyak desa dan distrik.
“Atau wilayah-wilayah terpencil di kabupaten/kota yang selama ini terisolasi dari konektivitas digital,” katanya.
Jeri menuturkan, perangkat Starlink yang dipasang itu, semua dilengkapi dengan access point berjangkauan luas dan kecepatan yang memadai sebesar 200–350 Mbps).
Program ini sangat disambut baik oleh penerima manfaat yaitu masyarakat, karena menunjang mereka dalam sektor pendidikan, karena, membantu para guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Kepala Bidang Fisik dan Infrastruktur, Badan Perencanaan Riset dan Pembangunan Daerah Provinsi Papua, Alva Kapisa mengatakan, pihaknya mengalokasikan DTI Otsus kepada Dinas Kominfo sebesar Rp77 miliar untuk membiayai pemeliharaan dan pengadaan jaringan, terutama pengadaan starlink untuk daerah-daerah yang kesulitan akses jaringan internet.
Kapisa menegaskan, langkah masif melalui program pengadaan Starlink ini, Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan keseriusannya dalam membangun Papua dari pinggiran, menyatukan wilayah yang jauh, dan memperkuat layanan publik serta proses demokrasi melalui keterbukaan informasi dan teknologi.
“Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan akses internet ini secara maksimal untuk kemajuan dan pemerataan pelayanan,” katanya. (*)











Discussion about this post