Sentani, Jubi – Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kabupaten Jayapura, Papua menyelenggarakan sosialisasi optimalisasi zakat membangun masyarakat unggul mandiri di Kabupaten Jayapura.
Sosialisasi diselenggarakan di Aula lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (9/9/2025).
Ketua Baznas Kabupaten Jayapura, Ahmad Musta’in Zubair mengatakan tujuan sosialiasi untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya zakat bagi orang mampu dan tidak mampu untuk saling tolong-menolong.
“Zakat ini penting bagi mereka yang tidak membutuhkan, juga penting orang yang berkelebihan dana (muzakki/pemberi zakat) harus menyalurkan [sebagian dana] dan kami siap menjadi tempat penitipan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Ahmad Musta’in Zubair.
Selain sosialisasi, Baznas Jayapura juga melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan lain seperti pemberian santunan kepada 80 penerima manfaat zakat (mustahik), masing-masing satu paket senilai Rp200 ribu dan transport Rp50.000.
Penyerahan beasiswa kepada 52 pelajar, masing-masing 17 siswa SD/MI sebesar Rp350 ribu per orang, 20 siswa SMP/MTs sebesar Rp500 ribu per orang, dan 15 siswa SMA/MA sebesar Rp600 ribu per orang.
Ada juga pemberian bantuan rumah layak huni Baznas (RLHB) kepada lima orang dengan nilai masing-masing Rp25 juta, pemberian tambahan modal untuk UMKM sebanyak 10 orang, masing-masing Rp1 juta.
“[Bantuan itu] berasal dari dana pemerintah daerah, Baznas Provinsi [Papua] dan pusat,” ucapnya.
Bantuan yang diberikan tersebut bukan hanya untuk umat muslim, juga umat agama lainnya, sebab kehadiran Baznas itu inklusif atau membantu semua masyarakat termasuk non-muslim.
Sementara itu, Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengapresiasi penyerahan bantuan yang berasal dari zakat untuk masyarakat yang membutuhkan, seperti membantu UMKM, rumah layak huni, dan beasiswa.
“Ini sangat baik, mereka [Baznas] memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini program yang bagus dan transparan [dari] hasil [zakat] yang dikumpulkan itu mereka [Baznas] kembalikan kepada masyarakat,” kata Yunus Wonda. (*)











Discussion about this post