Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota atau Pemkot Jayapura terus berupaya mempercepat realisasi penambahan lahan untuk pasar baru Youtefa agar memberikan kenyamanan kepada pedagang dan masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut.
“Kami sudah melaksanakan rapat sebanyak 10 kali bersama PT Kurnia Skyline [pemilik tanah],” jelas Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, di Jayapura, Sabtu (4/2/2023).
Pengadaan lahan baru seluas lima hektar yang terletak di jalan otonom atau sling pasar baru Youtefa dinilai sangat penting agar bisa menampung semua pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar lama.
“Saat ini yang berjualan di pasar baru hanya pedagang mama-mama Papua, pedagang ikan, sayur, aksesoris, pedagang buah. Sementara di pasar lama pedagang kios dan los,” ujarnya.
Pemkot Jayapura minta dukungan PT Kurnia Skyline sebagai pemilik tanah untuk secepatnya menetapkan harga agar dapat digunakan sebagai pengembangan pasar baru Youtefa.
“Kalau bisa secepatnya untuk menetapkan atau kejelasan status tanah. Dana masih dihitung karena belum ditetapkan agar pedagang bisa berjualan di tempat yang baik dan layak,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N Awi, terus melakukan koordinasi dengan pemilik tanah agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan.
“Saat ini sudah dilakukan penimbunan. Tinggal menunggu status kejelasan pelepasan tanah agar pembangunan berjalan maksimal,” ujarnya.
Robert Awi berharap pengadaan tanah yang dulunya dijadikan sebagai kawasan pertanian sayuran, secepatnya dapat terealisasi agar semua pedagang berjualan di satu tempat.
“Kami berharap dukungan pedagang agar bersabar dan bersama-sama menata pasar. Ini merupakan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat agar berjualan di tempat yang baik dan nyaman guna meningkatkan perekonomian,” ujarnya. (*)










